Jumat, 27 Juni 2014

Anak-anak dan Permen Pilihannya

Ceritanya ada banyak rumah di dalam satu komplek dan tiap-tiap rumah disana diisi oleh anak-anak yang masing-masing punya cara berbeda-beda untuk berbahagia di dalamnya.

Anak-anak di dalam tiap rumah itu bisa memilih caranya masing-masing untuk berbahagia, misalnya, dengan bermain game, menonton film atau dengan menikmati bermacam-macam makanan manis yang ada di dalam kulkas.

Dari berbagai macam makanan manis itu, salah satunya adalah permen yang terdiri dari macam-macam merek. Anak-anak itu dibebaskan mau memilih permen merek apa, termasuk ada pilihan untuk memilih makanan manis selain permen. Tapi juga ada anak-anak yang pilihannya dibatasi/ditentukan oleh orang tuanya.

Di salah satu rumah, permen merek A bisa jadi punya kelompok peminat yang lebih besar dibanding merek-merek permen lain atau pilihan lainnya. Sementara di rumah lainnya bisa saja kelompok peminat permen merek B lebih banyak dan di rumah lainnya lagi, bisa jadi juga lebih banyak anak-anak yang tak suka permen, mereka lebih memilih menonton film atau bermain game. Namun tetap saja di setiap rumah yang banyak anak-anak itu, hampir setiap merek atau pilihan ada peminatnya.

Setiap pilihan ada konsekuensinya, contohnya, salah satu merek permen (sebut saja permen X) yang terasa enak bagi sebagian anak-anak, bisa membuat sakit gigi selama satu bulan setiap tahunnya. Diceritakan dibalik sakit gigi yang datang tiap bulan tersebut, ada pelajaran yang bisa diambil.

Di sebuah rumah, kelompok peminat permen X yang menyebabkan sakit gigi itu lebih banyak anggotanya. Artinya disana mengkonsumsi permen X adalah cara berbahagia yang paling diminati. Nah, disana, setiap bulan ketika sakit gigi itu datang, kelompok anak-anak yang sakit gigi itu melarang anak-anak kelompok lain untuk menikmati makanan manis lainnya yang ada di rumah demi menghormati mereka. Bahkan di beberapa rumah, anak-anak kelompok peminat permen lain akan dihukum oleh peminat permen X jika berani menikmati permen lainnya di depan mereka. Di beberapa tempat, mereka (peminat selain permen X) itu dikucilkan.


Sementara itu, di rumah lain dimana kelompok peminat permen X sangat sedikit jumlahnya, setiap bulan ketika mereka sakit gigi, mereka lebih bersabar ketika peminat makanan manis lainnya tetap menikmati makanan mereka di depannya.

Mereka, peminat permen X yang jumlahnya sedikit itu di rumah itu, lebih memahami apa arti sakit gigi dan mendapat pelajaran lebih berharga.
5 ZakwanSite: Anak-anak dan Permen Pilihannya Ceritanya ada banyak rumah di dalam satu komplek dan tiap-tiap rumah disana diisi oleh anak-anak y...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

< >