Selasa, 25 Maret 2014

Wawancara Face2Face bersama Dalai Lama ke-14

Baru nonton rekaman acara Face2Face di Youtube, waktu Metro TV mewawancarai Tenzin Gyatso di tahun 2010. Tenzin Gyatso adalah Dalai Lama ke-14, dipercaya sebagai reinkarnasi dari Dalai Lama sebelumnya. Dalai Lama bisa dibilang adalah pemimpin spritual Buddha. Pandangan yang sangat menarik, membaca timelinenya di Twitter (@dalailama) pun juga bisa membuat nyaman pikiran. Apalagi ngeliat wajah orangnya yang teduh dan sangat-sangat ramah. Ngomong-ngomong karena penasaran belum pernah mendengar suaranya, saya cari di Youtube..



Berikut ini percakapan dalam acara Face2Face, antara mbak Desi Anwar dengan His Holiness Dalai Lama.

☸Part 1/5

Yang Mulia, terima kasih sudah menerima kami di sini, kami merasa terhormat dan sangat senang bisa berada disini. Banyak yang ingin bertemu dengan Anda dan saya melihat upacara kemarin sangat mengharukan. Saya ingin bertanya bagaimana perasaan Anda dengan orang yang datang dari seluruh dunia dan ingin melihat Anda?

Landasan saya adalah keyakinan bahwa kita semua sama-sama manusia. Ada 6 milyar manusia tapi kita semua sama.

Perbedaan agama, kebangsaan, ras, atau latar belakang sosial.. ada yang berpendidikan, ada yang tidak, ada yang miskin dan kaya. Semua itu adalah perbedaan level kedua, tak penting. Yang penting kita semua manusia yang sama.

Anda memiliki dua buah mata, satu buah hidung, saya juga.. dan menurut ilmuwan, otak ke-6 milyar orang adalah sama, tak ada bedanya. Warna atau rasial apa pun, tak ada perbedaan otak.

Jadi setiap kali atau kemana saja saya pergi untuk bertemu orang, saya selalu melihat
ke tatanan itu. Tak ada bedanya. Tak ada halangan, tentunya halangan bahasa ada. Tapi semua itu hanya di permukaan. Karena itu, siapapun yang ingin bertemu dengan saya, silahkan saja datang, saya di sini.
  
Tapi orang orang menganggap Anda istimewa. Sebagai pimpinan spiritual, sosok yg kami panuti. Siapa Anda sebenarnya?

Ah, itu hanya lapisan kedua, ya. Untuk agama, saya penganut Buddha.
Untuk asal, saya dari Asia. Saya orang Tibet, di dalam Tibet saya dari Amdhuk, dari bagian Timur Laut Tibet, bukan dari Tibet Tengah. 

Jadi, ya.. di permukaan kedua itu memang ada banyak perbedaan.

Lalu di level manusia, mungkin, kini saya seorang yang sudah berusia lebih dari 74 tahun, dan ada banyak masalah dalam hidup saya. Banyak persoalan. Akibat faktor-faktor itu, saya mungkin memiliki beberapa pengalaman berbeda. Dan selama menghadapi kesulitan ini, saya tak pernah kehilangan harapan dan keyakinan atau rasa percaya diri.

Jadi di level itu, kadang pengalaman buat saya sedikit banyak berguna bagi mereka yang mengalami kesulitan yang sama. Dalam kasus seperti itu, beberapa pengalaman saya, mungkin ada yang berguna bagi orang lain. Lalu selama ini saya belajar satu hal dari pengalaman saya yaitu untuk memiliki lebih banyak kasih, sikap penuh kasih.

Apa artinya?

Kasih, yaitu kepedulian terhadap keberadaan orang lain. Terutama yang kita anggap musuh, karena jika kita menyayangi dan memperdulikan musuh, disitulah sumber utama kedamaian hati.

☸Part 2/5

-Intermezzo- 
Di dunia paska kejadian 9-11, dimana negara dan manusia terpolarisasi oleh agama dan agama sendiri sering menjadi sumber konflik dan kekerasan. Tapi Dalai Lama memiliki pandangan tersendiri tentang agama yang lebih berfokus pada nilai seluruh manusia di dunia.

Tapi kenyataannya, ke-6 milyar manusia ini yang seharusnya sama dan saling mencintai, malah kita melihat hal yang berlawanan. Kita melihat konflik, khususnya akibat agama, kita melihat orang makin terpolarisasi akibat masalah agama. Apa pandangan anda tentang Agama?

Itu dia, kita terlalu fokus menekankan pentingnya level kedua ini (agama), sementara itu malah melupakan level yang terpenting. Itu masalahnya.

Yah, kita berbeda agama, bangsa, sistem politik atau sistem ekonomi. Semua itu level kedua. Jika kita bermasalah di level itu, ingatlah.. Kita manusia yang sama. Maka masalah ini bisa diselesaikan secara manusiawi dan damai.
Apa menurut Anda orang makin harmoni dalam agama? Atau mereka makin terlibat konflik akibat agama dewasa ini?

Sayangnya dalam sejarah manusia, saya rasa setidaknya selama 1000 tahun ini, banyak jumlah konflik terjadi akibat dari perbedaan keyakinan. Saya rasa penyebab utama konflik ini adalah bukan agama itu sendiri, tapi kekuasaan, uang, atau perbedaan pribadi. Lalu ada yang memilih tanpa agama, begitu ini terjadi.
Keyakinan agama hanya terkait emosi. Begitu menyentuh emosi manusia, maka Anda bisa memanipulasi lebih cepat dan efektif.

Beberapa konflik bukan karena agama, tapi kepentungan lain, ekonomi, kekuatan, hanya itu.

Tapi dalam beberapa kasus, ya akibat dari perbedaan keyakinan agama, akibat konsep 1 agama 1 kebenaran. Setiap agama meyakini agamanya adalah satu-satunya agama yang benar, lalu agama lain dianggap negatif.

Di masa lalu sikap seperti itu tak masalah di semua negara (konsep 1 agama 1 kebenaran dan anda mengikuti agama Anda sendiri), tapi kini kita di abad 21, bukan di abad lalu.

Jadi pertama, akibat populasi dan kedua akibat teknologi, dan ekonomi global, kini kita semua terkait satu sama lain. Itu kenyataannya sekarang. Karenanya kini, menurut kenyataan itu, sangat penting bagi kita untuk memiliki konsep beberapa agama, beberapa kebenaran.

Dengan landasan itu, kita bisa membangun harmoni sejati. Diantara manusia yang berbeda. Tapi bagi perorangan, memiliki 1 agama 1 kebenran itu penting. Itu menjaga keyakinan Anda sendiri terhadap agama Anda. Tapi dalam hal komunitas atau dalam hal kemanusiaan, ada banyak situasi berbeda. Kita harus menerimanya, itu kenyataan.

Jadi, beberapa kebenaran, beberapa agama. Suka atau tidak, itu kenyataannya. Kita manusia realistik maka harus menerima kenyataan itu.

Jadi anda optimistik kita bisa merahi harmoni agama? 

Ya, ya.. Jadi kita yang hidup di abad ini saya rasa hidup lebih sejahtera. Di beberapa tempat terjadi konflik, ya itu cukup alami. Tapi yang ini akan bertahan. Di abad ini mungkin ada beberapa konflik. Tapi pada dasarnya menurut saya dunia menjadi lebih aman. Lebih baik.

Anda sangat optimis.

Ya, tapi kita perlu bekerja keras.

Caranya?
Seperti juga stasiun TV Anda sebagai sebuah perusahaan, orang media memiliki peran penting untuk mendidik orang.

Kekerasan adalah metoda yang sangat salah. Kenapa? Kekerasan bisa mengendalikan tubuh, bukan pikiran, bukan emosi. Itu yang ingin saya sampaikan. Kekuatan dipakai untuk mengandalikan tubuh orang, bukan pikiran.

Pikiran hanya bisa diubah dengan pemahaman. Dialog, respek, kasih dan persaudaraan. Baru Anda bisa mengubah pikiran. Itu caranya.

Hancurkan cara memakai kekerasan. Kekuatan itu menimbulkan ketakutan, ketakutan membuat kemarahan, kemarahan menimbulkan kebencian, lalu kekerasan.

Kedua, metode kekerasan tak bisa dperkirakan. Begitu memulai, meski niatnya memakai kekerasan terbatas. Tapi begitu dilakukan, tak bisa diperkirankan, sangat mudah kekerasan itu menjadi tak terkendali.
☸Part 3/5

Salah satu masalah utama kita saat ini, tadi Anda menyebut kita sebagai keluarga, di satu planet tapi tak punya pandangan yang sama tentang bagaimana merawat planet ini. Misalnya, dialog atau konferensi perubahan iklim. Ini tidak memuaskan. Bagaimana menurut Anda cara kita memperlakukan planet kita?

Sama lagi, karena mereka menganggap level dua jauh lebih penting.. selalu kepentingan nasional yang pertama, baru kepentingan global. Maka inilah yang terjadi.

Saat pertemua Earth Summit yang pertama terjadi, saya juga hadir. Sangat jelas tampak tiap pemimipn mementingkan kepentingan negaranya. Tapi dibanding dengan hal itu, saya rasa di level pemerintah makin serius menganggap ini masalah dunia. Masalah perubahan ilkim, ini sangat menarik. Tapi mereka harus melihat kepentingan dunia lebih dulu.
Tapi bagaimana kita bisa merawatnya dengan lebih baik?

Saya bukan ahli di bidang itu.

Saya yakin ini masalah yg penting. Jadi ini masalah yg menyangkut seluruh 6 milyar manusia di bumi. Tak hanya itu tapi juga semua makhluk hidup di planet ini. Jadi ini serius.
Kita juga melihat tsunami, bencana alam yang luar biasa besar. Kini banyak film yg memakai ide kiamat.
Baru baru saya saja bertemu beberapa orang, mereka bertanya apakah akan terjadi bencana tahun 2012. Ada yang menanyakan itu pada saya dan saya jawab saya rasa tidak. Saya rasa kita tetap ada selama beberapa abad, kenapa harus mengeluh.

Kita tetap ada selama beberapa abad lagi, tapi entah berapa ribu tahun lagi. Saya tak tahu, itu tak ada yang tahu. Hanya Tuhan, hanya Allah yang tahu.

Pada dasarnya saya optimis, karena dari abad 20 kita belajar banyak tentang kemanusiaan. Melalui banyak masalah. Dalam abad dimana 200 juta manusia terbunuh. (Itu kata para ahli). Terjadi banyak bencana, bencana akibat manusia, sebagai akibatnya saya yakin kita, manusia, menjadi lebih dewasa. Jadi kini lebih banyak orang berpikir secara holistik (pemahaman bahwa kita semua terhubung).
Dan kini di antara ilmuwan terutama ilmuwan medis. Banyak dari mereka mulai menyadari kedamaian hati.

Apa itu berati science dan agama menyatu? Atau setidaknya saling memahami?

Saya rasa tak perlu memakai kata agama, tapi spiritualitas. Kini itu memang berkembang. Makin menunjukkan minat pada kasih. Melalui pelatihan.

Bagaimana dengan etika? Untuk mengajar orang tentang etika?

Seperti saya sebut tadi, ada orang yang tak peduli pada agama. Mereka juga manusia. Mereka juga mengininkan kedamaian jiwa. Jadi kita harus mencari cara membawa damai bagi mereka yang tak percaya ini. Jadi cara atau metoda unutuk mengajarkan etika ini juga harus bersifat universal.

Jika kita dasarkan pada agama, maka tak bisa universal. Ada begitu banyak perbedaan.

Jadi harus didasarkan pada spiritualitas?

Benar, tapi biasanya saya sebut sekularitas. Saya harus jelaskan, saat saya memakai kata sekuler, ada beberapa alasan. di India, itu berarti hormati semua agama. Jangan memilih salah satu agama. Dan juga menghormati mereka yang bukan penganut agama.

Lalu gunakan pengalaman yang sama dan temuan ilmiah.

Dan mendidik pentingnya etika moral. Itulah sumber kedamaian jiwa, dan juga menjalani hidup dengan lebih jujur, itu saja.
☸Part 4/5


-Intermezzo-
Dalai Lama sudah menulis banyak buku dan saya punya beberapa diantaranya. Ini berjudul "Widening the Circle of Love". Ini judulnya "The Joy of Living and Dying in Peace". Dan "Ocean of Wisdom Guidelines for Living".

Dalai Lama sangat ahli seni bahagia, mungkin itu sebabnya beliau bukan hanya pimpinan spiritual tapi juga inspirasi bagi semua orang di dunia, terutama yang mencari kebahagiaan dan kedamaian. Saya sendiri ingin tahu apa definisi bahagia beliau, dan apa beliau sendiri bahagia..


Apa defisini bahagia menurut anda?

Kepuasan.

Untuk meraih kepuasan sejati, hidup Anda harus bermakna. Keberadaan Anda berguna dan bermanfaat. Lalu Anda merasa hidup Anda penting dan berguna. Di sini bermakna berarti memberi manfaat bagi orang lain, mulai dari presiden, raja, ratu, semua memiliki keinginann yang sama dan hak yang sama. Semua memiliki hak itu, kehidupan bahagia, kehidupan yg memuaskan.

Jadi ketika Anda mendedikasikan hidup demi memberi manfaat bagi orang lain, maka kehidupan sehari-hari, meski ada kesulitan, kesulitan itu menciptakan situasi dimana hidup Anda menjadi bermanfaat.

Apa anda merasa bahagia? Anda bicara tentang kebahagiaan..
Ya.. Saya merasa bahagia. Saya merasa termasuk orang yang memiliki kedamaian jiwa. Untuk pertanyaan ini jawaaban tepatnya harus kita tunggu beberapa tahun lagi dan teknologi mungkin bisa membuat alat yang mengukur jumlah kedamaian orang. :)

Kalau tidak, itu sulit untuk diukur.

-Intermezzo-
Dalai Lama XIV ini telah sering keliling dunia untuk menyebar ajaran dan mengajarkan etika. Selalu membawa pesan cinta, kedamaian dan harmoni agama. Pesan berdasarkan nilai kemanusiaan universal. 

Tahun 1989 beliau mendapat penghargaan nobel karena berjuang tanpa kekerasan. Sejak saat itu beliau mendapat 100 penghargaan sepanjang hidupnya.. dan terus menjadi inspirasi bagi manusia di seluruh dunia.


Saya punya 3 komitmen. Pertama, mempromosikan nilai kemanusiaan di level manusia. Saya hanya satu dari 6 milyar manusia dan tak berbeda. Komitmen kedua, mempromosikan harmoni agama. Disini saya rasa saya sudah banyak berbuat. Dua komitmen ini, hingga akhir hayat akan tetap saya kerjakan. Komitmen ketiga saya untuk tibet, saya sudah sebutkan, kami memilih pemimpin yang berbagi tanggung jawab. Tiap 5 tahun diadakan Pemilu diantara komunitas warga Tibet.

Disini saya beragama Buddha, tugas saya meyebar harmoni di antara agama yang berbeda.



☸Part 5/5

-Intermezzo-
Bagi saya yang menarik dari Yang Mulia Dalai Lama adalah meski masa lalunya sangat sulit, beliau masih peduli, penuh kasih, dan tak berhenti mempromosikan damai, harmoni global dan hidup bebas dari rasa takut, marah dan kekerasan.


Bagi saya mengagumkan sosok yang mengalami banyak kesulitan dan menanggung beban tanggung jawab tapi tetap tersenyum dan penuh tawa. 


Bagaimana cara menumbuhkan kasih dan cara menunjukkannya?

Saya rasa itu mudah, tanyakan pada 100 orang, pilih saat Anda bahagia atau sangat marah atau saat merasakan kasih, saya rasa jawabannya akan sama. Lebih nyaman tanpa rasa marah, lebih bahagia.

Kemarahan bisa datang tapi tak ada yang menginginkan itu, tak ada yang inginkan masalah. Kemarahan menimbulkan masalah.

Bukankah sulit untuk menunjukkan kasih pada musuh?

Tidak, tapi jika kita manusia menyadari kepandaian manusia, kebijakan manusia dengan baik, kita bisa mengembangkan itu. Karena semua manusia sama. Otak yang sama, sumber kepandaian yang sama. Potensi kearifan yang sama.
Itukah sebabnya Anda bisa tersenyum dan tertawa meski banyak masalah? 

Semoga begitu. Karena pikiran saya cukup damai dan tenang. Saya tak mau faktor lain, semua saya anggap saudara. Karena itu, secara spontan saya ungkapkan perasaan hangat saya lewat senyum dan tawa.

Bagaimana dengan politik, itu selalu menimbulakan konflik kan?

Politik yang dibawa politisi yang tak tertarik pada prinsip moral maka politik menjadi politik kotor. Begitu juga jika pemeluk agama tidak menjalankan dengan prinspi moral, agama juga akan kotor. Semua jadi kotor.
Ekonomi juga kotor. Semuanya. Jadi semua ini tergantung pada moral.
Apa anda tertarik terjun ke politik?

Tidak. Tidak. Tidak.

Ceritakan saya tentang kekuasaan.

Saya rasa kekuasaan sejati adalah rasa  kepercayaan. Rasa percaya adalah kuncinya.
Kekuatan selain itu sebenarnya palsu. Ada kutipan berbunyi, "kekuatan berasal dari laras senjata", kekuatan seperti itu palsu.
Kekuatan timbul dari rasa percaya.

Bagaimana orang berkuasa terutama kepala begara memakainya?

Harus jujur, tansparan, tulus, penuh kasih dengan visi besar. Maka dia menjadi pemimpin sejati. Itu pandangan saya.

Benar atau salah saya tak tau, silakan nilai sendiri.

Anda sendiri memili kekuasan besar..
Tidak, tidak. Saya hanya pengungsi...

Ada pesan bagi warga indonesia?

Negara Anda memiliki umat muslim yang terbanyak. Sebagai negara dengan latar belakang sejarah yang panjang, saya rasa Anda bisa memberikan kontribusi efektif kedamaian dan juga harmoni di antara penganut agama. Karena latar belakang anda yang beragam. Seperti saat saya berkunjung ke Borobudur dan juga Bali. Ada umat Hindu, Kristen, Buddha, dan juga Muslim.

Seperti di India, selama berabad abad masyarakat disana yang berbeda-beda, bisa bersatu. Negara Anda mempunyai potensi mencipatakan harmoni antar umat beragama. Negara anda mempunyai suatu kesempatan untuk melakukannya.
Yang Mulia, saya khawatir siapa yang akan menggantikan Anda.

Tidak, jangan khawatir. Jangan khawatir.

Semenjak tahun 1969 mereka pernah menanyakannya, saya langsung mengumumkannya secara resmi instituti Dalai Lama apakah harus berlanjut atau tidak itu terserah rakyat Tibet, saya tak khawatir.

Jika kematian saya datang dan masyarakat merasa bahwa Dalai Lama tidak lagi relevan maka instituti ini akan berakhir. Tak masalah. Hehehe

Terimakasih Yang Mulia atas waktunya.

Terima kasih..

Moment sangat luar biasa.
Terima kasih..

(Penutup) Desi Anwar:


Jadi apa pelajaran dari perjalanan menemui Dalai Lama?

Satu hal yang sederhana yang bisa kita pelajari. Kita manusia yang tinggal di satu planet, perlu menumbuhkan kasih, damai, dan kemanusiaan dalam hati karena itulah cara meraih bahagia dan harmoni bagi kita semua.



5 ZakwanSite: Wawancara Face2Face bersama Dalai Lama ke-14 Baru nonton rekaman acara Face2Face di Youtube, waktu Metro TV mewawancarai Tenzin Gyatso di tahun 2010. Tenzin Gyatso adalah Dalai Lama ...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

< >