Minggu, 23 Maret 2014

Warna adalah ilusi dan kita tak melihat warna yang sama

Empat tahun lalu, 2009, saya punya pertanyaan yang sempat saya tulis di blog lama saya. Pertanyaannya kira-kira adalah "Apakah kita melihat warna yang sama?"

Dalam tulisan berjudul Jangan Bingung Dulu ada beberapa pertanyaan absurd dan salah satunya yang saya tulis ulang disini..
--------
Misalnya sebuah mobil berwarna merah, dengan 4 roda yang berwarna hitam. Apakah merah dan hitam yang saya maksud sama dengan merah dan hitam dimata Anda? Ya... siapa tau, barangkali Merah yang saya maksud (pastinya Anda juga menyebut merah) jika Anda melihat kedalam penglihatan saya ternyata adalah hijau bagi Anda(?) Begitu juga sebaliknya, siapa tau, Merah yang Anda maksud, jika saya dapat melihat kedalam penglihatan Anda adalah hijau bagi saya.

MerahKuningHijauBiruUngu dan Hitam.

Kita semua tau warna itu, tapi apakah semua warna itu sama di mata kita? :P
Setiap orang juga punya satu warna favorit, bagi setiap orang warna favorit itu pasti berbeda-beda (ada juga yang sama). Siapa tau warna yang berbeda-beda tersebut sebenarnya satu warna ya?
Contoh lain, di sebuah Taman Kanak-Kanak:
Ibu Guru: Anak-anak, diatas meja ada kertas warna apa?
Murid-1: Merah Bu..
Murid-2: Emm.. ini warna merah Bu
Murid-3 : Ini merah kan Bu?
Murid-4 : Warna merah Bu..
----------
Perbedaan warna yang saya ceritakan di atas bukan karena buta warna. Murid-murid TK itu bisa membedakan warna. Semuanya menyebut dengan benar, warna merah.
Saya bingung bagaimana cara menjelaskan maksud pertanyaan itu, makanya saya beri judul Jangan Bingung Dulu. hehehe.

Jadi gini, saya kembali teringat dengan pertanyaan itu setelah nonton Brain Game di NatGeo Channel. Episodnya yang ditayangkan tadi membahas tentang persepsi manusia terhadap warna. Dari acara ini saya baru sadar dengan jawabannya..

Pertama kita harus tau dulu gimana konsep warna itu ada. Ternyata benda-benda di Bumi ini sejatinya gak punya warna, benda-benda itu punya warna karena memantulkan gelombang cahaya dan cahaya itu masuk ke mata kita. Makanya kalau gak ada cahaya sama sekali semuanya bakal jadi hitam/gelap.

Ada berbagai jenis gelombang cahaya yang kita tau, dan dari berbagai cahaya itu, ada rentang gelombang yang bisa kita lihat dan tidak. Contoh rentang gelombang yang tak bisa dilihat dengan mata adalah sinar ultraviolet dan infrared. Gelombang cahaya yang bisa kita lihat terletak di antara ultraviolet dan infrared itu. Cahaya itu berwarna putih dan jika diurai, secara berurutan akan menjadi warna pelangi. Jadi, putih adalah keadaan ketika satu benda merefleksikan seluruh cahaya/warna dari spektrum, dan hitam adalah keadaan ketika satu benda menyerap seluruh warna dari seluruh spektrum.

Secara berurutan gelombang pendek ke panjang yang diketahui adalah: Cosmic Rays, Gamma Rays, X-Rays, UV, kemudian gelombang cahaya terlihat (), Infrared, Microwaves, Radar, Radio dan Broadcast band

urutan gelombang dari terpendek ke terpanjang (source: youtube/vsauce)
Nah, kalau cahaya itu putih, kok ngga semua benda yang memantulkan cahaya itu berwarna putih? Kenapa daun berwarna hijau?

Hm, misalnya daun..

Daun yang kita anggap hijau sebenarnya gak berwarna hijau. Daun itu terlihat berwarna hijau karena komponen daun itu menyerap warna lain selain warna hijau, dan menolak/memantulkan warna hijau. Jadi, daun yang dianggap berwarna hijau justru sebenarnya punya warna apa saja selain hijau, seperti merah, kuning, biru dll. Begitu juga dengan benda lainnya.

Oke, daun menyerap warna lain dan memantulkan warna hijau sampai ke mata kita. Tapi, balik lagi ke pertanyaan awal tadi. Apakah hijaunya daun yang kita liat itu sama? Jawabannya ternyata adalah tidak. Karena warna itu bukan dari bendanya, tapi label yang ditanam ke otak kita sendiri.

Normalnya, ada tiga reseptor warna di mata manusia:

source: wikipedia

  1. Reseptor yang puncak sensitifnya dengan gelombang berukuran 420-440 nanometer (biasa kita melabelnya dengan nama biru)
  2. Reseptor yang puncak sensitifnya dengan gelombang 534-545 nm (hijau)
  3. Reseptor yang puncak sensitif pada gelombang berukuruan 564–580 nm (merah).

Warna-warni lainnya adalah hasil paduan dari sensitifitas reseptor tersebut. Nah, tiap orang punya reseptor warna yang puncak sensitifitasnya beda-beda dan berbeda-beda pula rentang jangkauan reseptornya. Ini beda dengan kasus buta warna yang salah satu reseptornya nggak bekerja dengan baik.

Jadi, kita tak melihat warna yang sama. Warna yang kita sebut merah, andai saja dilihat dengan otak orang lain atau dengan kata lain mata kita dipinjamkan dan diproses dengan otak orang lain, bisa saja adalah warna kuning. Hijaunya sesuatu menurut satu orang bisa jadi biru bagi saya. Tapi ketika ditunjuk benda itu, kita sama-sama setuju kalau itu hijau. Ini karena waktu kecil kita diajarkan macam-macam nama warna. Jadi seperti cerita anak TK di atas, ketika Ibu guru menunjuk satu benda, masing-masing murid menjawab merahmerahmerah, dan merah. Semua setuju benda itu merah, walaupun ternyata masing-masing melihat warna yang berbeda.

Faktanya semakin kita mempelajari macam-macam warna, semakin sensitif kita dalam membedakan warna itu. Seperti seorang desainer, biasanya mereka mengenal detail warna yang berbeda padahal bagi orang lain warna itu sama saja.

Kunci ini semua adalah bahasa manusia. Walaupun nyatanya kita melihat dunia dengan warna yang berbeda, kita setuju nama warna-warna dari warna dunia yang kita lihat adalah sama. Tapi ini tak merubah fakta bahwa sebenarnya warna itu sendiri adalah Ilusi. Warna hanya ada di dalam kepala kita, ia tak ada di luar kepala kita sendiri.

Kegagalan mengenal warna bisa jadi karena kegagalan bahasa/berkomunikasi. Contohnya di banyak budaya, banyak yang orang-orangnya tak membedakan hijau dan biru. Ada orang yang menganggap bahwa hijau dan biru adalah sama. Tentu, berbeda lagi dengan orang yang buta sepenuhnya dari lahir (jarang) akan sangat-sangat bingung dengan apa yang kita maksud dengan warna.
5 ZakwanSite: Warna adalah ilusi dan kita tak melihat warna yang sama Empat tahun lalu, 2009, saya punya pertanyaan yang sempat saya tulis di blog lama saya. Pertanyaanny...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

< >