Wednesday, March 26, 2014

'Jabal Magnet', bukan cuma di Arab dan ternyata bukan magnet.

Mungkin ada yang pernah dengar cerita orang-orang yang baru pulang dari Arab Saudi, cerita tentang Jabal Magnet. Satu tempat yang katanya memiliki kekuatan magnet yang tinggi, sampai-sampai jika kita mematikan kendaraan, mobil bisa berjalan menanjak sendiri, tanpa perlu di gas.

Kadang supir-supir pemandu wisata disana suka mempraktekkannya ke penumpang, mobil dimatikan, posisi gigi dalam keadaan netral dan ajaibnya mobil bisa berjalan menanjak sendiri.

Ada yang bilang ditempat itu teori gravitasi tidak berlaku, ada yang bilang itu karena bantuan kekuatan ajaib, ada yang bilang itu karena magnet yang sangat kuat yang ada diperbukitan itu.

Tapi benarkah di tempat itu teori gravitasi tak berlaku? Benarkah itu karena tarikan magnet? atau karena bantuan jin dsb?

Saya kurang tau apakah orang-orang di Arab sana memang menyebut nama tempat itu sebagai Jabal Magnet atau itu hanya buatan turisnya. Katanya orang Madinah sendiri malah tidak tau nama tempat Jabal Magnet. Tempat itu dilebih dikenal dengan nama Wadi al Jinn, atau lembah jin.

Jabal itu artinya bukit/gunung, jadi kalau di artikan ke bahasa Indonesia bisa jadi bukit magnet, atau kalau bahasa Inggrisnya magnetic hill.

Nah, kalau kita mencari keyword magnetic hill, ternyata fenomena ini bukan hanya ada di Arab saja. Tapi hampir ada di seluruh dunia dan semuanya di kawasan gunung/perbukitan.


Bukit Magnet di Australia Selatan. source: wikipedia

Di Amerika Serikat sendiri, diketahui ada sekitar 40 bukit 'magnet' yang tersebar di 23 negara bagian. Belum lagi di tempat-tempat di benua lainnya, termasuk di Indonesia pun juga ada. Salah satunya yang terkenal adalah di Limpakuwus, Banyumas Jawa Tengah. :D


Igir Magnet, Limpakuwus, Jawa Tengah. source: wikipedia.
Nama lain dari magnetic hill ini adalah gravity hill. Ya, di gravity hill ini tidak hanya benda-benda yang dapat ditarik magnet saja (besi) yang bergerak menanjak. Bola plastik dan air pun bisa bergerak menanjak. Padahal, teorinya air secara alami selalu bergerak dari atas ke bawah kan?

Nah, kalau begitu.. benarkah fenomena ini disebabkan oleh magnet? Jawabannya, tidak benar.

Ini semua terjadi karena ilusi optik. Iya, mata dan pikiran kita memang gampang ditipu. Ilusi optik ini tercipta karena kita tak bisa melihat cakrawala/horizon/garis laut dan memang tempat dimana fenomena bukit magnet ini terjadi biasanya tak terdapat garis cakrawala yang jelas, sehingga kita semakin kesulitan/kebingungan untuk dapat membedakan mana posisi tinggi dan mana posisi rendah.

Jadi, ketika mobil/benda itu disebut bergerak menanjak sendiri, apa yang sebenarnya terjadi adalah mobil/benda tersebut bergerak turun, tentunya dari tempat tinggi ke tempat yang rendah, dan tentunya juga ini adalah karena gravitasi. :)

Ini juga alasannya kenapa alat-alat elektronik (seperti jam, HP) milik orang-orang yang melakukan ujicoba 'kekuatan magnet' tersebut tidak rusak, karena memang tak ada kekuatan magnet. Setau saya, jika kekuatan magnet sekuat itu sampai bisa menarik mobil, harusnya kekuatan magnet itu juga mempengaruhi/merusak gadget.

Ujicoba lain yang bisa dilakukan untuk membuktikan bahwa pergerakan di tempat itu sebenarnya bukan karena magnet adalah dengan membawa perangkat GPS. Ketika mobil diklaim bergerak menanjak sendiri, rekaman perangkat GPS bisa menunjukkan bahwa sebenarnya mobil bergerak menurun. Dengan kata lain, sebenarnya mobil bergerak dari dataran tinggi ke tempat yang lebih rendah.

Agak sulit memang menjelaskan bagaimana ilusi ini bekerja, coba tonton ilusi ini..




Kalau memang tempat itu menurun, mengapa mobil terlihat menanjak? Ilusi ini memang sulit dijelaskan jika kita melihat dari sudut pandang kita yang terbatas. Kemiringannya sulit terlihat/dirasakan indra kita karena cakrawala atau garis horizon terhalang oleh gunung. Ukuran pohon dan objek-objek yang ada sejauh mata memandang semakin mendukung terciptanya ilusi ini.

Cakrawala.

Catatan elevasi pada Jabal Magnet/Wadi al Jinn. source: http://aghasarfrazkhan.weebly.com/wadi-e-baida.html

Ilusi ini serupa dengan ilusi Ames Room.

 Ini dia ilusi yang setiap hari kita jumpai --> http://blog.zakwannur.com/2014/03/warna-adalah-ilusi-dan-kita-tak-melihat.html
5 ZakwanSite: March 2014 Mungkin ada yang pernah dengar cerita orang-orang yang baru pulang dari Arab Saudi, cerita tentang Jabal Magnet. Satu tempat yang katanya me...

Tuesday, March 25, 2014

Wawancara Face2Face bersama Dalai Lama ke-14

Baru nonton rekaman acara Face2Face di Youtube, waktu Metro TV mewawancarai Tenzin Gyatso di tahun 2010. Tenzin Gyatso adalah Dalai Lama ke-14, dipercaya sebagai reinkarnasi dari Dalai Lama sebelumnya. Dalai Lama bisa dibilang adalah pemimpin spritual Buddha. Pandangan yang sangat menarik, membaca timelinenya di Twitter (@dalailama) pun juga bisa membuat nyaman pikiran. Apalagi ngeliat wajah orangnya yang teduh dan sangat-sangat ramah. Ngomong-ngomong karena penasaran belum pernah mendengar suaranya, saya cari di Youtube..



Berikut ini percakapan dalam acara Face2Face, antara mbak Desi Anwar dengan His Holiness Dalai Lama.

☸Part 1/5

Yang Mulia, terima kasih sudah menerima kami di sini, kami merasa terhormat dan sangat senang bisa berada disini. Banyak yang ingin bertemu dengan Anda dan saya melihat upacara kemarin sangat mengharukan. Saya ingin bertanya bagaimana perasaan Anda dengan orang yang datang dari seluruh dunia dan ingin melihat Anda?

Landasan saya adalah keyakinan bahwa kita semua sama-sama manusia. Ada 6 milyar manusia tapi kita semua sama.

Perbedaan agama, kebangsaan, ras, atau latar belakang sosial.. ada yang berpendidikan, ada yang tidak, ada yang miskin dan kaya. Semua itu adalah perbedaan level kedua, tak penting. Yang penting kita semua manusia yang sama.

Anda memiliki dua buah mata, satu buah hidung, saya juga.. dan menurut ilmuwan, otak ke-6 milyar orang adalah sama, tak ada bedanya. Warna atau rasial apa pun, tak ada perbedaan otak.

Jadi setiap kali atau kemana saja saya pergi untuk bertemu orang, saya selalu melihat
ke tatanan itu. Tak ada bedanya. Tak ada halangan, tentunya halangan bahasa ada. Tapi semua itu hanya di permukaan. Karena itu, siapapun yang ingin bertemu dengan saya, silahkan saja datang, saya di sini.
  
Tapi orang orang menganggap Anda istimewa. Sebagai pimpinan spiritual, sosok yg kami panuti. Siapa Anda sebenarnya?

Ah, itu hanya lapisan kedua, ya. Untuk agama, saya penganut Buddha.
Untuk asal, saya dari Asia. Saya orang Tibet, di dalam Tibet saya dari Amdhuk, dari bagian Timur Laut Tibet, bukan dari Tibet Tengah. 

Jadi, ya.. di permukaan kedua itu memang ada banyak perbedaan.

Lalu di level manusia, mungkin, kini saya seorang yang sudah berusia lebih dari 74 tahun, dan ada banyak masalah dalam hidup saya. Banyak persoalan. Akibat faktor-faktor itu, saya mungkin memiliki beberapa pengalaman berbeda. Dan selama menghadapi kesulitan ini, saya tak pernah kehilangan harapan dan keyakinan atau rasa percaya diri.

Jadi di level itu, kadang pengalaman buat saya sedikit banyak berguna bagi mereka yang mengalami kesulitan yang sama. Dalam kasus seperti itu, beberapa pengalaman saya, mungkin ada yang berguna bagi orang lain. Lalu selama ini saya belajar satu hal dari pengalaman saya yaitu untuk memiliki lebih banyak kasih, sikap penuh kasih.

Apa artinya?

Kasih, yaitu kepedulian terhadap keberadaan orang lain. Terutama yang kita anggap musuh, karena jika kita menyayangi dan memperdulikan musuh, disitulah sumber utama kedamaian hati.

☸Part 2/5

-Intermezzo- 
Di dunia paska kejadian 9-11, dimana negara dan manusia terpolarisasi oleh agama dan agama sendiri sering menjadi sumber konflik dan kekerasan. Tapi Dalai Lama memiliki pandangan tersendiri tentang agama yang lebih berfokus pada nilai seluruh manusia di dunia.

Tapi kenyataannya, ke-6 milyar manusia ini yang seharusnya sama dan saling mencintai, malah kita melihat hal yang berlawanan. Kita melihat konflik, khususnya akibat agama, kita melihat orang makin terpolarisasi akibat masalah agama. Apa pandangan anda tentang Agama?

Itu dia, kita terlalu fokus menekankan pentingnya level kedua ini (agama), sementara itu malah melupakan level yang terpenting. Itu masalahnya.

Yah, kita berbeda agama, bangsa, sistem politik atau sistem ekonomi. Semua itu level kedua. Jika kita bermasalah di level itu, ingatlah.. Kita manusia yang sama. Maka masalah ini bisa diselesaikan secara manusiawi dan damai.
Apa menurut Anda orang makin harmoni dalam agama? Atau mereka makin terlibat konflik akibat agama dewasa ini?

Sayangnya dalam sejarah manusia, saya rasa setidaknya selama 1000 tahun ini, banyak jumlah konflik terjadi akibat dari perbedaan keyakinan. Saya rasa penyebab utama konflik ini adalah bukan agama itu sendiri, tapi kekuasaan, uang, atau perbedaan pribadi. Lalu ada yang memilih tanpa agama, begitu ini terjadi.
Keyakinan agama hanya terkait emosi. Begitu menyentuh emosi manusia, maka Anda bisa memanipulasi lebih cepat dan efektif.

Beberapa konflik bukan karena agama, tapi kepentungan lain, ekonomi, kekuatan, hanya itu.

Tapi dalam beberapa kasus, ya akibat dari perbedaan keyakinan agama, akibat konsep 1 agama 1 kebenaran. Setiap agama meyakini agamanya adalah satu-satunya agama yang benar, lalu agama lain dianggap negatif.

Di masa lalu sikap seperti itu tak masalah di semua negara (konsep 1 agama 1 kebenaran dan anda mengikuti agama Anda sendiri), tapi kini kita di abad 21, bukan di abad lalu.

Jadi pertama, akibat populasi dan kedua akibat teknologi, dan ekonomi global, kini kita semua terkait satu sama lain. Itu kenyataannya sekarang. Karenanya kini, menurut kenyataan itu, sangat penting bagi kita untuk memiliki konsep beberapa agama, beberapa kebenaran.

Dengan landasan itu, kita bisa membangun harmoni sejati. Diantara manusia yang berbeda. Tapi bagi perorangan, memiliki 1 agama 1 kebenran itu penting. Itu menjaga keyakinan Anda sendiri terhadap agama Anda. Tapi dalam hal komunitas atau dalam hal kemanusiaan, ada banyak situasi berbeda. Kita harus menerimanya, itu kenyataan.

Jadi, beberapa kebenaran, beberapa agama. Suka atau tidak, itu kenyataannya. Kita manusia realistik maka harus menerima kenyataan itu.

Jadi anda optimistik kita bisa merahi harmoni agama? 

Ya, ya.. Jadi kita yang hidup di abad ini saya rasa hidup lebih sejahtera. Di beberapa tempat terjadi konflik, ya itu cukup alami. Tapi yang ini akan bertahan. Di abad ini mungkin ada beberapa konflik. Tapi pada dasarnya menurut saya dunia menjadi lebih aman. Lebih baik.

Anda sangat optimis.

Ya, tapi kita perlu bekerja keras.

Caranya?
Seperti juga stasiun TV Anda sebagai sebuah perusahaan, orang media memiliki peran penting untuk mendidik orang.

Kekerasan adalah metoda yang sangat salah. Kenapa? Kekerasan bisa mengendalikan tubuh, bukan pikiran, bukan emosi. Itu yang ingin saya sampaikan. Kekuatan dipakai untuk mengandalikan tubuh orang, bukan pikiran.

Pikiran hanya bisa diubah dengan pemahaman. Dialog, respek, kasih dan persaudaraan. Baru Anda bisa mengubah pikiran. Itu caranya.

Hancurkan cara memakai kekerasan. Kekuatan itu menimbulkan ketakutan, ketakutan membuat kemarahan, kemarahan menimbulkan kebencian, lalu kekerasan.

Kedua, metode kekerasan tak bisa dperkirakan. Begitu memulai, meski niatnya memakai kekerasan terbatas. Tapi begitu dilakukan, tak bisa diperkirankan, sangat mudah kekerasan itu menjadi tak terkendali.
☸Part 3/5

Salah satu masalah utama kita saat ini, tadi Anda menyebut kita sebagai keluarga, di satu planet tapi tak punya pandangan yang sama tentang bagaimana merawat planet ini. Misalnya, dialog atau konferensi perubahan iklim. Ini tidak memuaskan. Bagaimana menurut Anda cara kita memperlakukan planet kita?

Sama lagi, karena mereka menganggap level dua jauh lebih penting.. selalu kepentingan nasional yang pertama, baru kepentingan global. Maka inilah yang terjadi.

Saat pertemua Earth Summit yang pertama terjadi, saya juga hadir. Sangat jelas tampak tiap pemimipn mementingkan kepentingan negaranya. Tapi dibanding dengan hal itu, saya rasa di level pemerintah makin serius menganggap ini masalah dunia. Masalah perubahan ilkim, ini sangat menarik. Tapi mereka harus melihat kepentingan dunia lebih dulu.
Tapi bagaimana kita bisa merawatnya dengan lebih baik?

Saya bukan ahli di bidang itu.

Saya yakin ini masalah yg penting. Jadi ini masalah yg menyangkut seluruh 6 milyar manusia di bumi. Tak hanya itu tapi juga semua makhluk hidup di planet ini. Jadi ini serius.
Kita juga melihat tsunami, bencana alam yang luar biasa besar. Kini banyak film yg memakai ide kiamat.
Baru baru saya saja bertemu beberapa orang, mereka bertanya apakah akan terjadi bencana tahun 2012. Ada yang menanyakan itu pada saya dan saya jawab saya rasa tidak. Saya rasa kita tetap ada selama beberapa abad, kenapa harus mengeluh.

Kita tetap ada selama beberapa abad lagi, tapi entah berapa ribu tahun lagi. Saya tak tahu, itu tak ada yang tahu. Hanya Tuhan, hanya Allah yang tahu.

Pada dasarnya saya optimis, karena dari abad 20 kita belajar banyak tentang kemanusiaan. Melalui banyak masalah. Dalam abad dimana 200 juta manusia terbunuh. (Itu kata para ahli). Terjadi banyak bencana, bencana akibat manusia, sebagai akibatnya saya yakin kita, manusia, menjadi lebih dewasa. Jadi kini lebih banyak orang berpikir secara holistik (pemahaman bahwa kita semua terhubung).
Dan kini di antara ilmuwan terutama ilmuwan medis. Banyak dari mereka mulai menyadari kedamaian hati.

Apa itu berati science dan agama menyatu? Atau setidaknya saling memahami?

Saya rasa tak perlu memakai kata agama, tapi spiritualitas. Kini itu memang berkembang. Makin menunjukkan minat pada kasih. Melalui pelatihan.

Bagaimana dengan etika? Untuk mengajar orang tentang etika?

Seperti saya sebut tadi, ada orang yang tak peduli pada agama. Mereka juga manusia. Mereka juga mengininkan kedamaian jiwa. Jadi kita harus mencari cara membawa damai bagi mereka yang tak percaya ini. Jadi cara atau metoda unutuk mengajarkan etika ini juga harus bersifat universal.

Jika kita dasarkan pada agama, maka tak bisa universal. Ada begitu banyak perbedaan.

Jadi harus didasarkan pada spiritualitas?

Benar, tapi biasanya saya sebut sekularitas. Saya harus jelaskan, saat saya memakai kata sekuler, ada beberapa alasan. di India, itu berarti hormati semua agama. Jangan memilih salah satu agama. Dan juga menghormati mereka yang bukan penganut agama.

Lalu gunakan pengalaman yang sama dan temuan ilmiah.

Dan mendidik pentingnya etika moral. Itulah sumber kedamaian jiwa, dan juga menjalani hidup dengan lebih jujur, itu saja.
☸Part 4/5


-Intermezzo-
Dalai Lama sudah menulis banyak buku dan saya punya beberapa diantaranya. Ini berjudul "Widening the Circle of Love". Ini judulnya "The Joy of Living and Dying in Peace". Dan "Ocean of Wisdom Guidelines for Living".

Dalai Lama sangat ahli seni bahagia, mungkin itu sebabnya beliau bukan hanya pimpinan spiritual tapi juga inspirasi bagi semua orang di dunia, terutama yang mencari kebahagiaan dan kedamaian. Saya sendiri ingin tahu apa definisi bahagia beliau, dan apa beliau sendiri bahagia..


Apa defisini bahagia menurut anda?

Kepuasan.

Untuk meraih kepuasan sejati, hidup Anda harus bermakna. Keberadaan Anda berguna dan bermanfaat. Lalu Anda merasa hidup Anda penting dan berguna. Di sini bermakna berarti memberi manfaat bagi orang lain, mulai dari presiden, raja, ratu, semua memiliki keinginann yang sama dan hak yang sama. Semua memiliki hak itu, kehidupan bahagia, kehidupan yg memuaskan.

Jadi ketika Anda mendedikasikan hidup demi memberi manfaat bagi orang lain, maka kehidupan sehari-hari, meski ada kesulitan, kesulitan itu menciptakan situasi dimana hidup Anda menjadi bermanfaat.

Apa anda merasa bahagia? Anda bicara tentang kebahagiaan..
Ya.. Saya merasa bahagia. Saya merasa termasuk orang yang memiliki kedamaian jiwa. Untuk pertanyaan ini jawaaban tepatnya harus kita tunggu beberapa tahun lagi dan teknologi mungkin bisa membuat alat yang mengukur jumlah kedamaian orang. :)

Kalau tidak, itu sulit untuk diukur.

-Intermezzo-
Dalai Lama XIV ini telah sering keliling dunia untuk menyebar ajaran dan mengajarkan etika. Selalu membawa pesan cinta, kedamaian dan harmoni agama. Pesan berdasarkan nilai kemanusiaan universal. 

Tahun 1989 beliau mendapat penghargaan nobel karena berjuang tanpa kekerasan. Sejak saat itu beliau mendapat 100 penghargaan sepanjang hidupnya.. dan terus menjadi inspirasi bagi manusia di seluruh dunia.


Saya punya 3 komitmen. Pertama, mempromosikan nilai kemanusiaan di level manusia. Saya hanya satu dari 6 milyar manusia dan tak berbeda. Komitmen kedua, mempromosikan harmoni agama. Disini saya rasa saya sudah banyak berbuat. Dua komitmen ini, hingga akhir hayat akan tetap saya kerjakan. Komitmen ketiga saya untuk tibet, saya sudah sebutkan, kami memilih pemimpin yang berbagi tanggung jawab. Tiap 5 tahun diadakan Pemilu diantara komunitas warga Tibet.

Disini saya beragama Buddha, tugas saya meyebar harmoni di antara agama yang berbeda.



☸Part 5/5

-Intermezzo-
Bagi saya yang menarik dari Yang Mulia Dalai Lama adalah meski masa lalunya sangat sulit, beliau masih peduli, penuh kasih, dan tak berhenti mempromosikan damai, harmoni global dan hidup bebas dari rasa takut, marah dan kekerasan.


Bagi saya mengagumkan sosok yang mengalami banyak kesulitan dan menanggung beban tanggung jawab tapi tetap tersenyum dan penuh tawa. 


Bagaimana cara menumbuhkan kasih dan cara menunjukkannya?

Saya rasa itu mudah, tanyakan pada 100 orang, pilih saat Anda bahagia atau sangat marah atau saat merasakan kasih, saya rasa jawabannya akan sama. Lebih nyaman tanpa rasa marah, lebih bahagia.

Kemarahan bisa datang tapi tak ada yang menginginkan itu, tak ada yang inginkan masalah. Kemarahan menimbulkan masalah.

Bukankah sulit untuk menunjukkan kasih pada musuh?

Tidak, tapi jika kita manusia menyadari kepandaian manusia, kebijakan manusia dengan baik, kita bisa mengembangkan itu. Karena semua manusia sama. Otak yang sama, sumber kepandaian yang sama. Potensi kearifan yang sama.
Itukah sebabnya Anda bisa tersenyum dan tertawa meski banyak masalah? 

Semoga begitu. Karena pikiran saya cukup damai dan tenang. Saya tak mau faktor lain, semua saya anggap saudara. Karena itu, secara spontan saya ungkapkan perasaan hangat saya lewat senyum dan tawa.

Bagaimana dengan politik, itu selalu menimbulakan konflik kan?

Politik yang dibawa politisi yang tak tertarik pada prinsip moral maka politik menjadi politik kotor. Begitu juga jika pemeluk agama tidak menjalankan dengan prinspi moral, agama juga akan kotor. Semua jadi kotor.
Ekonomi juga kotor. Semuanya. Jadi semua ini tergantung pada moral.
Apa anda tertarik terjun ke politik?

Tidak. Tidak. Tidak.

Ceritakan saya tentang kekuasaan.

Saya rasa kekuasaan sejati adalah rasa  kepercayaan. Rasa percaya adalah kuncinya.
Kekuatan selain itu sebenarnya palsu. Ada kutipan berbunyi, "kekuatan berasal dari laras senjata", kekuatan seperti itu palsu.
Kekuatan timbul dari rasa percaya.

Bagaimana orang berkuasa terutama kepala begara memakainya?

Harus jujur, tansparan, tulus, penuh kasih dengan visi besar. Maka dia menjadi pemimpin sejati. Itu pandangan saya.

Benar atau salah saya tak tau, silakan nilai sendiri.

Anda sendiri memili kekuasan besar..
Tidak, tidak. Saya hanya pengungsi...

Ada pesan bagi warga indonesia?

Negara Anda memiliki umat muslim yang terbanyak. Sebagai negara dengan latar belakang sejarah yang panjang, saya rasa Anda bisa memberikan kontribusi efektif kedamaian dan juga harmoni di antara penganut agama. Karena latar belakang anda yang beragam. Seperti saat saya berkunjung ke Borobudur dan juga Bali. Ada umat Hindu, Kristen, Buddha, dan juga Muslim.

Seperti di India, selama berabad abad masyarakat disana yang berbeda-beda, bisa bersatu. Negara Anda mempunyai potensi mencipatakan harmoni antar umat beragama. Negara anda mempunyai suatu kesempatan untuk melakukannya.
Yang Mulia, saya khawatir siapa yang akan menggantikan Anda.

Tidak, jangan khawatir. Jangan khawatir.

Semenjak tahun 1969 mereka pernah menanyakannya, saya langsung mengumumkannya secara resmi instituti Dalai Lama apakah harus berlanjut atau tidak itu terserah rakyat Tibet, saya tak khawatir.

Jika kematian saya datang dan masyarakat merasa bahwa Dalai Lama tidak lagi relevan maka instituti ini akan berakhir. Tak masalah. Hehehe

Terimakasih Yang Mulia atas waktunya.

Terima kasih..

Moment sangat luar biasa.
Terima kasih..

(Penutup) Desi Anwar:


Jadi apa pelajaran dari perjalanan menemui Dalai Lama?

Satu hal yang sederhana yang bisa kita pelajari. Kita manusia yang tinggal di satu planet, perlu menumbuhkan kasih, damai, dan kemanusiaan dalam hati karena itulah cara meraih bahagia dan harmoni bagi kita semua.



5 ZakwanSite: March 2014 Baru nonton rekaman acara Face2Face di Youtube, waktu Metro TV mewawancarai Tenzin Gyatso di tahun 2010. Tenzin Gyatso adalah Dalai Lama ...

Sunday, March 23, 2014

Warna adalah ilusi dan kita tak melihat warna yang sama

Empat tahun lalu, 2009, saya punya pertanyaan yang sempat saya tulis di blog lama saya. Pertanyaannya kira-kira adalah "Apakah kita melihat warna yang sama?"

Dalam tulisan berjudul Jangan Bingung Dulu ada beberapa pertanyaan absurd dan salah satunya yang saya tulis ulang disini..
--------
Misalnya sebuah mobil berwarna merah, dengan 4 roda yang berwarna hitam. Apakah merah dan hitam yang saya maksud sama dengan merah dan hitam dimata Anda? Ya... siapa tau, barangkali Merah yang saya maksud (pastinya Anda juga menyebut merah) jika Anda melihat kedalam penglihatan saya ternyata adalah hijau bagi Anda(?) Begitu juga sebaliknya, siapa tau, Merah yang Anda maksud, jika saya dapat melihat kedalam penglihatan Anda adalah hijau bagi saya.

MerahKuningHijauBiruUngu dan Hitam.

Kita semua tau warna itu, tapi apakah semua warna itu sama di mata kita? :P
Setiap orang juga punya satu warna favorit, bagi setiap orang warna favorit itu pasti berbeda-beda (ada juga yang sama). Siapa tau warna yang berbeda-beda tersebut sebenarnya satu warna ya?
Contoh lain, di sebuah Taman Kanak-Kanak:
Ibu Guru: Anak-anak, diatas meja ada kertas warna apa?
Murid-1: Merah Bu..
Murid-2: Emm.. ini warna merah Bu
Murid-3 : Ini merah kan Bu?
Murid-4 : Warna merah Bu..
----------
Perbedaan warna yang saya ceritakan di atas bukan karena buta warna. Murid-murid TK itu bisa membedakan warna. Semuanya menyebut dengan benar, warna merah.
Saya bingung bagaimana cara menjelaskan maksud pertanyaan itu, makanya saya beri judul Jangan Bingung Dulu. hehehe.

Jadi gini, saya kembali teringat dengan pertanyaan itu setelah nonton Brain Game di NatGeo Channel. Episodnya yang ditayangkan tadi membahas tentang persepsi manusia terhadap warna. Dari acara ini saya baru sadar dengan jawabannya..

Pertama kita harus tau dulu gimana konsep warna itu ada. Ternyata benda-benda di Bumi ini sejatinya gak punya warna, benda-benda itu punya warna karena memantulkan gelombang cahaya dan cahaya itu masuk ke mata kita. Makanya kalau gak ada cahaya sama sekali semuanya bakal jadi hitam/gelap.

Ada berbagai jenis gelombang cahaya yang kita tau, dan dari berbagai cahaya itu, ada rentang gelombang yang bisa kita lihat dan tidak. Contoh rentang gelombang yang tak bisa dilihat dengan mata adalah sinar ultraviolet dan infrared. Gelombang cahaya yang bisa kita lihat terletak di antara ultraviolet dan infrared itu. Cahaya itu berwarna putih dan jika diurai, secara berurutan akan menjadi warna pelangi. Jadi, putih adalah keadaan ketika satu benda merefleksikan seluruh cahaya/warna dari spektrum, dan hitam adalah keadaan ketika satu benda menyerap seluruh warna dari seluruh spektrum.

Secara berurutan gelombang pendek ke panjang yang diketahui adalah: Cosmic Rays, Gamma Rays, X-Rays, UV, kemudian gelombang cahaya terlihat (), Infrared, Microwaves, Radar, Radio dan Broadcast band

urutan gelombang dari terpendek ke terpanjang (source: youtube/vsauce)
Nah, kalau cahaya itu putih, kok ngga semua benda yang memantulkan cahaya itu berwarna putih? Kenapa daun berwarna hijau?

Hm, misalnya daun..

Daun yang kita anggap hijau sebenarnya gak berwarna hijau. Daun itu terlihat berwarna hijau karena komponen daun itu menyerap warna lain selain warna hijau, dan menolak/memantulkan warna hijau. Jadi, daun yang dianggap berwarna hijau justru sebenarnya punya warna apa saja selain hijau, seperti merah, kuning, biru dll. Begitu juga dengan benda lainnya.

Oke, daun menyerap warna lain dan memantulkan warna hijau sampai ke mata kita. Tapi, balik lagi ke pertanyaan awal tadi. Apakah hijaunya daun yang kita liat itu sama? Jawabannya ternyata adalah tidak. Karena warna itu bukan dari bendanya, tapi label yang ditanam ke otak kita sendiri.

Normalnya, ada tiga reseptor warna di mata manusia:

source: wikipedia

  1. Reseptor yang puncak sensitifnya dengan gelombang berukuran 420-440 nanometer (biasa kita melabelnya dengan nama biru)
  2. Reseptor yang puncak sensitifnya dengan gelombang 534-545 nm (hijau)
  3. Reseptor yang puncak sensitif pada gelombang berukuruan 564–580 nm (merah).

Warna-warni lainnya adalah hasil paduan dari sensitifitas reseptor tersebut. Nah, tiap orang punya reseptor warna yang puncak sensitifitasnya beda-beda dan berbeda-beda pula rentang jangkauan reseptornya. Ini beda dengan kasus buta warna yang salah satu reseptornya nggak bekerja dengan baik.

Jadi, kita tak melihat warna yang sama. Warna yang kita sebut merah, andai saja dilihat dengan otak orang lain atau dengan kata lain mata kita dipinjamkan dan diproses dengan otak orang lain, bisa saja adalah warna kuning. Hijaunya sesuatu menurut satu orang bisa jadi biru bagi saya. Tapi ketika ditunjuk benda itu, kita sama-sama setuju kalau itu hijau. Ini karena waktu kecil kita diajarkan macam-macam nama warna. Jadi seperti cerita anak TK di atas, ketika Ibu guru menunjuk satu benda, masing-masing murid menjawab merahmerahmerah, dan merah. Semua setuju benda itu merah, walaupun ternyata masing-masing melihat warna yang berbeda.

Faktanya semakin kita mempelajari macam-macam warna, semakin sensitif kita dalam membedakan warna itu. Seperti seorang desainer, biasanya mereka mengenal detail warna yang berbeda padahal bagi orang lain warna itu sama saja.

Kunci ini semua adalah bahasa manusia. Walaupun nyatanya kita melihat dunia dengan warna yang berbeda, kita setuju nama warna-warna dari warna dunia yang kita lihat adalah sama. Tapi ini tak merubah fakta bahwa sebenarnya warna itu sendiri adalah Ilusi. Warna hanya ada di dalam kepala kita, ia tak ada di luar kepala kita sendiri.

Kegagalan mengenal warna bisa jadi karena kegagalan bahasa/berkomunikasi. Contohnya di banyak budaya, banyak yang orang-orangnya tak membedakan hijau dan biru. Ada orang yang menganggap bahwa hijau dan biru adalah sama. Tentu, berbeda lagi dengan orang yang buta sepenuhnya dari lahir (jarang) akan sangat-sangat bingung dengan apa yang kita maksud dengan warna.
5 ZakwanSite: March 2014 Empat tahun lalu, 2009, saya punya pertanyaan yang sempat saya tulis di blog lama saya. Pertanyaannya kira-kira adalah "Apakah kita mel...

Friday, March 21, 2014

Apakah Matahari selalu terbit dari Timur?

Matahari terbit dan matahari terbenam adalah istilah dipakai saat ini yang merupakan warisan dari jaman ketika teori bumi datar dan geosentris dipercaya. Dari sudut pandang manusia saat itu, yang menganggap bahwa objek langit seperti Matahari dan planet lainnya mengelilingi Bumi, Matahari tampak seperti terbit dan terbenam di lokasi yang sama.

Jadi, Matahari terbit dan terbenam sebenarnya adalah ilusi optik. Ilusi ini sangat-sangat meyakinkan, sebagai akibatnya banyak mitologi dalam budaya dan kejadian-kejadian dalam agama yang dipengaruhi/dibuat berdasarkan 'pergerakan Matahari' dari model geosentris ini (model yang sempat berlaku sebelum Copernicus merumuskan model heliosentris, model yang dipakai saat ini.)

Nah, apakah benar Matahari saat ini selalu terbit dari Timur? atau pasti terbenam di Barat? Tidak juga, karena itu hanya ilusi optik dan tergantung darimana pengamatan Matahari tersebut, tentu saja Matahari tak selalu terbit dari Timur/terbenam di Barat. Orang-orang di belahan Bumi seperti wilayah kutub kadang merasakan matahari 'terbit' dari Utara, dan juga Selatan. :D

20 Maret 2014 menjadi puncak matahari 'terbit' di Kutub Utara, ini bertepatan dengan Vernal Equinox atau dimulainya musim semi. Saat matahari terbit di Kutub Utara, saat itu pula dimulainya matahari 'terbenam' di Kutub Selatan (Autumn Equinox). Artinya Kutub Selatan akan gelap selama 6 bulan dan Kutub Utara akan terus disinari Matahari selama 6 bulan disaat bersamaan.


Suatu hari di musim panas kutub Utara, Matahari yang tak pernah terbenam.
Ya, pada musim semi (puncaknya pada musim panas) di Kutub Utara, matahari bisa tak terbenam sampai 6 bulan lamanya.

Happy Vernal (Spring) Equinox Day!
5 ZakwanSite: March 2014 Matahari terbit dan matahari terbenam adalah istilah dipakai saat ini yang merupakan warisan dari jaman ketika teori bumi datar dan geosentr...

The Venn Diagram of Irrational Nonsense

Banyak hal-hal di dunia ini yang sulit diterima akal sehat kita tapi ada orang yang percaya hal itu ada, contohnya kayak vaksin itu konspirasi yahudi, penculikan alien, orang levitasi, segitiga Bermuda, illuminati dan masih banyak lagi..

Dalam diagram Venn dibawah ini ada 5 kelompok besar, yaitu: Konspirasi (Conspiracy), Perdukunan (Quackery), Agama (Religion), Ilmu yang keliatannya ilmiah tapi gak mengikuti metode ilmiah (Pseudoscience) dan Paranormal.

Masing-masing (Conspiracy, Quackery, Religion, Pseudoscience dan Paranormal) banyak dipercaya oleh masyarakat dunia dan kelimanya membentuk hal-hal baru lainnya seperti contoh yang kita sebut sebelumnya, misalnya:
  • Agama + Perdukunan + Konspirasi = vaksin itu konspirasi Yahudi
  • Konspirasi + Perdukunan + Pseudosains + Paranormal = penculikan alien
  • Agama + Paranormal = orang levitasi, meraga sukma
  • Paranormal + Pseudosains + Konspirasi = segitiga Bermuda
  • Agama + Konspirasi = illuminati
  • Pseudosains + Perdukunan = Kangen Water

Lebih lengkapnya, ini dia diagram venn-nya:


Apa ada hal-hal yang pernah Anda dengar termasuk dalam diagram di atas?
Versi yang lebih besar, revisi dan perkembangannya bisa dilihat di: http://imgur.com/a/knILO
5 ZakwanSite: March 2014 Banyak hal-hal di dunia ini yang sulit diterima akal sehat kita tapi ada orang yang percaya hal itu ada, contohnya kayak vaksin itu konspir...

Saturday, March 8, 2014

Mengapa kita candu pada hal yang merusak?

Secara natural, manusia memiliki insting bertahan hidup. Apapun yang dilakukan manusia selama hidupnya, seperti aktivitas ekonomi, sosial, politik, religi, kriminal dan semuanya adalah usaha manusia yang bertujuan tetap hidup. Ada yang melakukan aktivitas tersebut untuk tujuan jangka pendek, seperti hanya untuk kebutuhan diri sendiri. Ada juga yang melakukan aktivitasnya untuk kebutuhan diri dan bahkan untuk keberlangsungan keturunan yang mewariskan keunggulan gennya.

Jika insting manusia adalah bertahan hidup, lalu mengapa manusia candu dengan hal-hal yang merusak dirinya seperti rokok, minuman alkohol, zat adiktif, pornografi dsb?

Jawabannya adalah karena ketidaktahuan manusia itu sendiri terhadap apa yang merusak dirinya tersebut. Selain itu, dibalik candunya hal atau aktivitas tersebut ada pengorbanan yang dirasa pantas untuk saat itu, misal zat adiktif dan pornografi diketahui merusak otak, namun dirinya merasakan kesenangan. Pengorbanan (seperti rusaknya otak) ini dirasa tak seberapa dengan kesenangan yang didapat saat itu. Sebaliknya ada pula yang merasa kesenangan yang didapat tak seberapa dengan pengorbanan yang terjadi.

Jadi, jika pun manusia tau efek buruk yang akan terjadi, manusia akan tetap mengkonsumsi atau melakukan aktivitasnya tergantung seberapa besar penghargaannya pada satu-satunya hidup yang tak kekal ini.

Jika hidupnya dirasa lebih berharga, maka pengorbanan yang dilakukan untuk hal candu tersebut terasa sangat mahal, sehingga dirinya tak ingin melakukan pengorbanan itu (baik pengorbanan waktu maupun fisik)
.
Terlepas dari baik buruknya aktivitas-aktivitas tersebut, sekali lagi menurut saya, semua adalah demi keberlangsungan hidup sendiri (dan keturunan). Poligami, monogami, membunuh, merawat, berdagang, mencuri, beribadah, (dan kadang) bunuh diri juga termasuk.

Ya, kadang bunuh diri pun adalah salah satu cara manusia ingin hidup (..sebagian manusia lebih tepatnya). Manusia sulit menerima keadaan bahwa dirinya tak kekal, kematian selalu menghantuinya dan pertanyaan ada apa dibalik kematian menghampirinya. Karena tak puas dan tak ingin menerima kenyataan yang menyakitkan (jika ternyata mati itu mati) dan juga sebagai bentuk insting bertahan hidup, sebagian manusia memilih percaya setelah mati di dunia, hidupnya akan berlanjut lagi dan kekal begitu seterusnya.

Lalu bagaimana dengan orang yang tak percaya dengan kehidupan setelah mati tetapi bunuh diri? Tentu ada pengorbanan juga dalam memilih keputusan tersebut. Kita tak tau seberapa sulit kehidupannya dan apakah kita sendiri mampu jika ditempatkan dalam kondisinya, sehingga baginya mungkin mengakhiri hidupnya lebih baik. Layaknya bisnis yang selalu merugi sehingga memilih tutup.

Nah, apakah hidup kita saat ini terasa seperti bisnis yang selalu merugi? Semoga tidak..
Sadari saja, kelahiran kita di dunia bisa jadi bukanlah hal yang diinginkan orang tua kita, tapi lihatlah sudah berapa tahun kita hidup, pengorbanan yang mereka lakukan selama kita dikandungan itu sangat-sangat besar. Bisa saja kita terbunuh/dibunuh sebelum kita lahir di dunia.
5 ZakwanSite: March 2014 Secara natural, manusia memiliki insting bertahan hidup. Apapun yang dilakukan manusia selama hidupnya, seperti aktivitas ekonomi, sosial, p...
< >