Friday, February 7, 2014

Semua yang ada di dunia ini adalah hal buruk

Hidup kita selalu dihadapkan pada pilihan dan semua pilihan itu buruk. Semua ada pro dan kontranya, begitu kata orang. Ada juga yang mengatakan apapun yang kita lakukan, selalu ada orang yang anti atau pun memandang negatif terhadap hal itu. Ini adalah bukti apapun yang ada di dunia ini adalah hal buruk, dan yang kita pilih adalah hal buruk yang menurut kita baik.

Kita memilih yang terbaik dari yang buruk-buruk. Mempertimbangkan efek dari keburukan mana yang bisa kita tolerir, dengan nafsu dan pembenaran dari kita sendiri.

Banyak contohnya, bicara soal merokok. Ada orang yang tak setuju, ada orang yang setuju, salah satu alasan yang setuju: karena ekonomi orang lain. Tiba-tiba kita tak memedulikan kesehatan kita (dan orang sekeliling kita) karena itu mata pencaharian orang lain. Alasan yang naif. :)

"Kalau semua orang berhenti merokok, bagaimana nasib pekerja di perusahaan rokok itu?" Tiba-tiba kita peduli tentang uang orang lain, dan tak melihat orang-orang yang tersiksa karena rokok. Sangat dermawan. Tak masalah, saya tak mempermasalahkan perokok yang merokok ditempat yang tepat..

Ada kampanye matikan televisimu. Kampanye yang muncul karena maraknya acara tak bermutu di industri pertelivisian Indonesia. Saya tak mendengar pembelaan dari orang-orang yang mirip seperti kasus rokok tadi, misal seperti "Kalau banyak orang serentak mematikan televisinya, kasihan yang ada di industri televisi, kasihan karyawan-karyawan perusahaan media televisi.". Kenapa orang-orang yang tetap memilih menonton televisi tak berkata seperti itu? Suka-suka gue dong mau nonton mau nggak, TV-TV gue kok. :)

Tiap-tiap dari kita ingin memenuhi kebutuhan kita sendiri, dalam kasus acara televisi, orang-orang yang tetap memilih nonton televisi itu karena butuh hiburan. Mungkin dalam kasus rokok pun demikian, ada hasrat memenuhi kebutuhan. Bedanya, menonton acara televisi (yang tak bermutu itu) ruginya di kita sendiri. Sedangkan merokok bisa merugikan orang disekitarnya (jika asapnya dibagi-bagi).

Semua ada pro dan kontra. Poligami yang dulu hal biasa, sekarang jadi aneh bagi orang-orang, khususnya perempuan. Tapi ketika poligami diterima, poliandri tak bernasib sama, dalam waktu bersamaan orang-orang bisa memaklumi poligami tapi tidak dengan poliandri. Kita memilih mana yang baik dari yang buruk, dengan pembenaran, untuk kenikmatan kita sendiri. Dalam kasus poligami yang saat ini lebih dimaklumi daripada poliandri, laki-laki berhasil melakukan pembenaran dan mengarahkan opini sampai-sampai perempuan setuju di poligami.

Jika kita merubah sudut pandang, menjadi orang yang melihat orang lain yang memilih hal buruk. Percayalah, hal yang menurut kita buruk itu adalah hal terbaik yang dipilih oleh orang tersebut.

Semua pilihan yang kita hadapi di dunia ini berpotensi sebagai hal buruk di mata orang lain. Kita hanya memilih yang terbaik dari buruk-buruk itu. Jadi, orang-orang yang (menurut kita) memilih pilihan buruk sebenarnya memilih yang terbaik, setidaknya menurut mereka sendiri.

Begitulah kenyataan dunia, dan itulah mengapa akhirat ada di pikiran manusia, karena kita tak terima dengan segala 'keburukan' yang ada di dunia ini. Segala yang ada di akhirat adalah hal baik. Keabadian surga, kekekalan siksaan di neraka, semuanya adalah hal baik. Ya kan?

-Pessimist
5 ZakwanSite: Semua yang ada di dunia ini adalah hal buruk Hidup kita selalu dihadapkan pada pilihan dan semua pilihan itu buruk. Semua ada pro dan kontra nya, begitu kata orang. Ada juga yang meng...

No comments:

Post a Comment

< >