+ -

Pages

Tuesday, February 18, 2014

Bahaya Indoktrinasi Sejak Kecil

Apa itu indoktrinasi? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan indoktrinasi adalah pemberian ajaran secara mendalam (tanpa kritik) atau penggemblengan mengenai suatu paham atau doktrin tertentu dengan melihat suatu kebenaran dari arah tertentu saja. Ya, tak boleh dikritik. Inilah mengapa ia disebut indoktrinasi.



Menurut saya, indoktrinasi apalagi jika dilakukan pada anak kecil adalah sesuatu yang sangat berbahaya. Bayangkan saja, anak-anak memiliki kemampuan untuk menyerap suatu ajaran dengan cepat, contohnya seperti kita yang dulu lebih mudah belajar membaca dan berbahasa daripada kita ketika dewasa.

Jika anak-anak diajari sesuatu sejak kecil, maka ajaran tersebut akan kuat terekam dalam otak anak-anak tersebut sampai ia dewasa. Beruntunglah jika sesuatu yang diajarkan adalah kasih sayang. Namun sangat disayangkan jika yang diajarkan adalah kebencian terhadap yang berbeda.







Indoktrinasi membunuh sisi kritis dan kebebasan anak-anak untuk bertanya. Anak-anak yang ingin menguji ide yang di doktrin, biasanya akan dilarang dan bahkan diancam jika tetap bertanya. Memang indoktrinasi dirancang sedemikian rupa agar doktrin yang ditanam dapat diterima begitu saja, sehingga siapapun yang bertanya akan takut dan akhirnya korban indoktrinasi pun yakin bahwa doktrin tersebut benar dan harus diperjuangkan sampai mati, sehingga doktrin tersebut tetap hidup.


Mereka, anak-anak yang berhasil didoktrin, akan diperbudak sampai dewasa. Mereka tak bebas berpikir, mereka tak bebas memilih. Anak-anak tentu saja tak dapat memilih mereka akan lahir dimana, sayang, setelah tak dapat memilih lahir dimana, mereka diberi label oleh keluarga/lingkungan tempat lahirnya. Tentu anak-anak tersebut tak pernah memilih label itu, apalagi dengan pertimbangan yang matang.
anak komunis, anak marxist, anak ateis, anak muslim, anak kristen... mengapa memberi label pada anak?
Anak-anak yang berhasil diindoktrinasi sejak kecil kemudian bersatu dalam grup-grup, menjadi dewasa dan akhirnya mendoktrin. Mungkin tak diajari membenci, tapi mungkin yang diajarkan adalah orang dengan ide berbeda itu hina. Mereka yang berhasil didoktrin akan diadu domba dan mungkin menjadi alat politik untuk memuluskan perjalanan suatu hal/ide/seseorang untuk menguasai dunia.

dailymail.co.uk: How North Korean children are taught to hate the American at kindergarten
Proses melepaskan diri dari indoktrinasi bukanlah hal mudah. Melawan pikiran sendiri, melawan ide yang telah ditanam kedalam pikiran sejak kecil. Proses indoktrinasi tak sama dengan menanamkan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan (sains) bukanlah indoktrinasi karena prinsip-prinsip dasar ilmu pengetahuan menuntut evaluasi diri yang kritis dan sikap mempertanyakan pikiran sendiri (skeptis).

Karena itu, jangan mendoktrin anak-anak kita, biarkan mereka membentuk opininya sendiri dan memilihnya ketika dewasa. Sebagai gantinya, ajarkan anak-anak cara berpikir yang baik, ajarkan mereka cara bernalar dan ajarkan mereka nilai-nilai kemanusiaan.
Stop indoktrinasi sejak kecil, sehingga akan terbentuk generasi masa depan yang sulit untuk diadu domba. :)
5 ZakwanSite: February 2014 Apa itu indoktrinasi? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan indoktrinasi adalah pemberian ajaran secara mendalam (tanpa kritik) atau...

Thursday, February 13, 2014

Kesesatan Logika

Mampu berargumen dengan baik, dengan menghindari kesalahan logis adalah hal yang sangat berharga saat ini, dimana banyak orang yang terbuai dengan kata-kata indah yang dilontarkan seorang terkenal, dibaliknya kadang terdapat kesesatan logika. Tidak kiritis membuat kita rentan ditipu oleh mereka yang pandai bermain bahasa.

Kesesatan logika atau kesalahan penalaran ini bisa terjadi pada siapa saja, karena telah terbiasa dan diterima saja oleh orang yang mendengarnya.

Kesesatan Logika, atau Fallacy secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu:
  • Formal
Kesesatan formal adalah kesesatan dalam berargumen yang terjadi karena bentuk penalaran yang tidak tepat. Jadi kesesatan ini tidak memperhitungkan apakah argumennya benar atau tidak, yang diperhitungkan adalah struktur penalarannya yang salah.
  • Informal
Kesesatan informal adalah argumen yang tidak keliru secara struktur (seperti formal). Namun disebut keliru karena alasan yang digunakan dalam argumennya sendiri tidak tepat.

Nah, kebanyakan kesesatan penalaran yang terjadi adalah karena alasan yang tidak tepat ini (informal), beberapa kesesatan informal yang sering terjadi adalah:
  • Argumentum ad ignorantiam
(Argument from ignorance). Kekeliruan yang terjadi karena menganggap sesuatu benar karena belum dibuktikan salah, atau sebaliknya, sesuatu salah karena belum ada bukti yang benar.

Contoh:
-Karena tidak ada yang bertanya, berarti dianggap sudah mengerti.
-Karena diam, berarti sama saja mengatakan ya.
-Selama tidak ada bukti bahwa tuhan ada, berarti tuhan pasti tidak ada.
  • Moving the goalpost
Moving the goalpost adalah kesalahan logis yang terjadi ketika salah satu pihak yang awalnya memiliki argumen berlawanan pada akhirnya sepakat dengan argumen lawan. Namun tidak mengakuinya dan mengganti standar ke lainhal. Hal ini biasanya taktik yang dilakukan oleh yang kalah berargumen dalam upaya untuk menyelamatkan muka.

Contoh:
Dalam debat antara evolusionis dan kreasionis, kreasionis akan meminta evolusionis untuk memberi contoh apa yang sedang berkembang (berevolusi) saat ini. Namun ketika contoh telah diperlihatkan, pihak kreasionis akan mengubah standar dari maksud kata 'berkembang' yang mereka minta buktikan.
  • Red herring
Red herring adalah gaya argumen di mana topik yang tidak relevan disajikan dalam upaya mengalihkan perhatian dari masalah asli. 

Contoh:
1. Topik A sedang dibahas.
2. Tiba-tiba topik B diikutsertakan dengan kedok topik B tersebut berhubungan dengan topik A. (Padahal topik B tak berhubungan dengan masalah asli.)
3. Topik A menjadi terlupakan, orang-orang teralihkan perhatiannya dengan diarahkan ke topik B.
  • False analogy
False analogy atau analogi yang salah adalah kesalahan yang menggunakan analogi (membandingkan benda atau ide-ide yang memiliki karakteristik serupa) untuk mendukung argumen, tetapi kesimpulan yang dibuat tersebut tidak didukung oleh analogi karena dua benda tersebut sesungguhnya berbeda.

Contoh:
-Semesta itu seperti jam tangan, sebuah jam tangan pasti ada pembuatnya. Karena itu, sama seperti jam tangan, semesta pasti ada desainernya.
-DNA itu kode, sebuah kode membutuhkan kecerdasan, karena itu DNA berasal dari kecerdasan.
  • Straw man
Straw man (seperti orang-orangan sawah) adalah sosok yang tak merepresentasikan orang sebenarnya, yang diciptakan oleh posisi lawan dalam berargumen. Straw man diciptakan dengan maksud agar orang-orang ikut setuju/menyerang posisi lawan sehingga lawan dapat dikalahkan dengan mudah. Padahal sosok straw man tersebut tidak menggambarkan posisi lawan.

Struktur:
1. A menyampaikan posisi X.
2. B, sebagai lawan A, mengabaikan beberapa poin X tersebut, dan sebagai gantinya malah menyerang posisi Y.  Posisi Y merupakan versi menyimpang dari posisi X, dimana Y tersebut bisa dimunculkan dalam beberapa cara seperti:
- Menyajikan posisi lawan yang keliru.
- Mengutip kata-kata lawan diluar konteks.
- Menyerang pembela terlemah dari posisi X tersebut, kemudian menyangkal argumen dari pembela posisi tersebut, sehingga B memberi kesan bahwa semua orang yang membela posisi X telah dikalahkan.
- Menciptakan sebuah sosok fiktif dengan posisi X, yang kemudian dikritik, menyiratkan bahwa orang tersebut merupakan bagian sangat penting dari kelompok pembela posisi X. 
- Menyederhanakan argumen lawan, kemudian menyerang versi yang disederhanakan ini.
3. B menyerang posisi Y, dan menganggap posisi X dari A telah dipatahkan.

Contoh lainnya:
A percaya pada adanya evolusi. B mengatakan A setuju bahwa nenek moyang manusia adalah monyet. Kemudian B mencoba mematahkan pernyataan A dengan menyatakan jika nenek moyang manusia adalah monyet mengapa monyet masih ada.

Intinya, straw man adalah upaya mencitrakan lawan bukan dengan posisi aslinya, kemudian menyerang hasil citra tersebut, bukan argumen asli dari lawan.
  • Argumentum ad hominem
Kesesatan ini terjadi karena menyerang orang yang menyampaikan pendapatnya, bukan pendapat dari orang itu sendiri. Ad hominem dibagi menjadi dua, abusive ad hominem (menyerang pribadi yang menyampaikan argumen) dan ad hominem circumstancial (menyerang karena kelompok atau lingkungan asal orang yang menyampaikan argumen.

Pembenaran dari abusive ad hominem biasanya melibatkan gender, fisik, sifat dan psikologis.
Contoh abusive ad hominem:
1. Ani baru belajar menyetir mobil,
2. Mesin mobil Bambang rusak lalu Ani memberi pendapat mengenai mobil tersebut,
3. Pendapat Ani tidak dipedulikan oleh Bambang.

Disebut sesat karena bisa saja Ani baru mahir menyetir namun mengerti betul tentang mesin.

Contoh ad hominem circumstancial:
1. Ani berasa dari suku X
2. Pak Dosen tidak suka dengan orang suku X
3. Ani tidak diluluskan oleh Pak Dosen karena Ani salah satu suku X.

1. B mencalonkan diri sebagai presiden
2. Kelompok ateis, yang dipandang negatif oleh orang-orang, mendukung B sebagai capres
3. Karena B didukung oleh kelompok ateis, berarti B negatif.

Biasanya ad hominem circumstancial terjadi atas karena suka tak suka, kepentingan kelompok dan bukan kelompok dan hal SARA lainnya. Contoh lain:
-Saya tidak setuju dengan apa yang dikatakan Ani karena Ani bukan orang Islam
-Jangan dengarkan pendapat dia karena dia homoseks.

Intinya ad hominem terjadi ketika seseorang berusaha mematahkan argumen seseorang dengan cara menyerang/menjelek-jelekkan personal orang yang menyampaikan argumen tersebut. Padahal belum tentu apa yang dikatakan salah.
  • Argumentum ad lapidem
Kesesatan karena menyatakan suatu argumen adalah absurd tanpa menyebutkan dimana letak absuditasnya.

Contoh:
A: X adalah benar.
B: Itu konyol!
A: Mengapa?
B: Jelas, itu konyol.
  • Argumentum ad verecundiam
(Argumentum ad auctoritate/Appeal to Authority). Kesesatan yang menganggap bahwa suatu klaim/argumen/pernyataan benar karena yang menyatakan tersebut adalah orang terkenal ahli dibidangnya.

Strukturnya:
A menyatakan posisi X dalam bidang Q
A terkenal ahli dibidang Q.
Karena itu X pasti benar.

Contoh:
-Apa yang dikatakan profesor itu pasti benar.
-Apa yang dikatakan ulama itu pasti benar.
  • Post hoc, ergo propter hoc
Artinya "setelah ini, karena itu karena ini", atau dalam arti lain kesesatan yang terjadi ketika dua kejadian terjadi secara berurutan, menganggap kejadian pertama adalah penyebab kejadian kedua.

Struktur:
X terjadi sebelum Y, oleh karena itu X menyebabkan Y.

Contoh:
-Ayam berkokok, kemudian matahari terbit. Matahari terbit karena ayam berkokok.
-Wanita memakai celana pendek, kemudian gempa. Gempa terjadi karena wanita memakai celana pendek.
  • Argumentum ad populum
(Appeal to Popularity). Kesesatan yang menganggap hanya karena suatu klaim/argumen populer atau mayoritas orang percaya, berarti sesuatu itu benar. Biasanya digunakan di iklan-iklan.

Struktur:
1. Mayoritas orang percaya X.
2. X berarti benar.

Contoh:
-Islam agama mayoritas di Indonesia, berarti Islam benar.
-8 dari 10 wanita memilih shampoo A, mengapa anda tidak?
-Mayoritas orang yang merokok sehat-sehat saja.

Memang banyak argumen benar yang populer, tetapi argumen/klaim tersebut bukan menjadi benar karena populer atau diterima banyak orang. Intinya, yang banyak belum tentu benar, dan yang benar belum tentu banyak.
  • Argumentum ad antiquitatem
(Appeal to Tradition). Kesesatan yang terjadi ketika menganggap sesuatu adalah benar atau lebih baik karena itu telah dilakukan sejak dulu, sudah menjadi tradisi.

Struktur:
1. X selalu dilakukan.
2. Karena itu X berarti benar.

Contoh:
-Sejak berabad-abad lamanya tembakau telah digunakan sebagai bagian dari pengobatan di Amerika kuno, karena itu tembakau pasti baik.
-Orangtua kita daridulu menggunakan metode ini, karena itu lebih baik kita juga menggunakan metode ini.
  • Argumentum ad novitatem
(Appeal to Novelty). Klaim keliru yang menganggap bahwa sesuatu yang baru pasti lebih baik.

Struktur:
1. X adalah baru.
2. Biasanya yang baru adalah yang lebih baik.
3. Karena itu X pasti lebih baik.

Contoh:
- Jika ingin kurus, lebih baik pakai metode baru ini.
- Ayo update software ke versi yang lebih baru supaya supaya lebih bagus.
- Mari kita wujudkan pemerintahan baru!
  • False dilemma
False dilemma, atau dikotomi yang salah, adalah sebuah kekeliruan logika yang melibatkan dua pandangan yang bertentangan, dimana pilihannya tampaknya menjadi satu-satunya kemungkinan, yaitu: jika ada yang benar, yang lain pasti salah, atau, jika Anda tidak menerima salah satunya, maka yang lain harus diterima. Kenyataannya dalam banyak kasus adalah bahwa ada banyak di antara atau opsi alternatif lainnya, bukan hanya dua hal yang dipertentangkan tersebut.

Contoh:
- Dukung KPK atau tidak? Jika tak dukung KPK, berarti koruptor.
- Kreasionis atau bukan? Kalau bukan berarti evolusionis dan ateis. (Padahal juga ada posisi teis evolusionis)
- Pascal's wager yang terkenal; menyatakan bahwa lebih baik untuk percaya pada tuhan sehingga kalaupun salah (tuhan tak ada) tak rugi apapun, daripada tak percaya sama sekali dan berisiko terbakar di neraka jika ternyata tuhan ada.

Homer Simpson merespon Taruhan Pascal: "misalkan kita telah memilih tuhan yang salah, setiap kali kita ke gereja (menyembah) berarti kita sedang membuatnya (tuhan yang benar) semakin marah, dan marah!"
  • Association fallacy
Kesesatan jenis ini adalah kesesatan karena menerapkan citra bagi suatu kelompok berdasarkan citra dari seseorang, dan sebaliknya. Citra yang dihasilkan bisa berupa citra positif maupun citra negatif.

Contoh penggunaan positif:
- Dalai Lama adalah penganut ajaran Buddha. Dalai Lama orang baik, berarti Buddha baik.

Contoh penggunaan negatif:
- Joseph Stalin adalah ateis. Stalin membunuh jutaan orang, karena itu ateis jahat.


  • Fallacist's fallacy
Kesesatan karena menganggap suatu pernyataan salah karena alasan/argumen pendukung pernyataan itu sendiri adalah berupa kesesatan.

Contoh:
"Dalai Lama adalah penganut ajaran Buddha. Dalai Lama orang baik, berarti Buddha baik." adalah contoh dari association fallacy.
Jadi, ajaran Buddha itu baik adalah tidak benar karena argumen pendukungnya merupakan association fallacy.

  • Cherry picking
Cherry picking yaitu tindakan mengambil poin-poin baik dari suatu kasus untuk mendukung suatu posisi/argumen dengan mengabaikan sebagian besar kasus yang mungkin bertentangan dengan posisi yang ingin didukung. 

Contoh:
Mengutip isi suatu buku, menggunakan buku tersebut sebagai pendukung argumen, sementara isi buku tersebut banyak yang bertentangan dengan posisi argumen yang ingin dipertahankan.

kalo kata Sherina, gitu..


  • Circular logic
Circular logic (Circular reasoning) ataupun argumen melingkar adalah sebuah kesesatan logika yang terjadi ketika menyatakan "A adalah benar karena B adalah benar, B adalah benar karena A adalah benar".

Contoh:
A: "Buku X adalah benar karena pernyataan Y dalamnya yang menyatakan bahwa buku X selalu benar."
B: "Bagaimana kamu bisa tau bahwa pernyataan Y tersebut benar?"
A: "Karena buku X benar."

Sebenarnya masih banyak lagi jenis-jenis kesesatan logika selain yang disebut diatas. Kesalahan logis itu seperti ilusi pemikiran, dan mereka sering digunakan oleh politisi dan media untuk membodohi orang. Jangan sampai kita ikut tertipu.

Dan semoga kita pun bisa terhindar dari argumen yang tidak logis. :)

untuk kesesatan logika lainnya, cek: wikipedia.org, rationalwiki.org atau yourlogicalfallacyis.com
5 ZakwanSite: February 2014 Mampu berargumen dengan baik, dengan menghindari kesalahan logis adalah hal yang sangat berharga saat ini, dimana banyak orang yang terbuai ...

Friday, February 7, 2014

Kelak ketika kau di Surga

Aku akan ke neraka, ke setiap neraka yang ada. Tak usah berdebat neraka yang mana, aku akan kesana, aku akan ke neraka dari setiap kepercayaan yang ada.

Kelak ketika kau di Surga, ingatlah bahwa kau ada disana karena makhluk-makhluk seperti ku ada di neraka.

Kelak ketika kau di Surga dan dalam keabadianmu menikmati segala keindahan disana, kuharap kau tak lupa kau ada disana diatas penderitaan kami, makhluk-makluk yang (digariskan) ada di neraka.

Tak kan ada kebaikan tanpa keburukan.

Jika kami tak terpilih memilih (yang kamu anggap) keburukan itu, maka sia-sialah neraka itu ada.

Kau tahu kenapa setan ada? Dia agen tuhan. Dia ada untuk melaksanakan tugasnya, yang tentu saja telah digariskan oleh Yang Maha Tahu itu. Dia tak pernah ingkar dengan janjinya pada tuhan. Janjinya untuk bertugas membuat orang-orang masuk neraka. Sebagai bahan bakar neraka, agar api neraka terus menyala. Sehingga tak sia-sia tuhan menciptakannya.

Kau tahu kenapa setan yang terpilih ke neraka? Karena dia menolak bersujud pada manusia.
Kau tahu kenapa setan menolak bersujud pada manusia? Konon karena menurutnya hanya satu sembahannya, yaitu tuhan.

Iya, setan dihukum karena menolak menyembahmu, manusia. Dia ada di neraka agar manusia ada di surga. Tak kan ada kebaikan tanpa keburukan.

Aku dengar, kelak kau di surga boleh meminta apa saja. Akankah kau meminta makhluk-makhluk seperti kami juga masuk surga?

Aku tahu kau ingin ke surga, semuanya ingin ke surga. Tapi aku sepertinya terpilih ke neraka. Semuanya masuk surga itu mustahil, kan? Sebelum aku ke neraka, maukah kau bersama ku mencoba untuk membuat dunia ini menjadi surga bagi kita semua? Sebuah dunia dan kesempatan yang satu-satunya kita aku miliki untuk menikmati kehidupan, alangkah indahnya jika kita hidup berdampingan dan mampu menciptakan surga disini. Siapa yang tahu jika ternyata memang itu tugas kita ada di sini, menciptakan surga bagi kita, penerus kita dan spesies lainnya. Dengan cara tak bertengkar dan membuat kekacauan, meributkan surga dan neraka mana yang benar-benar ada.

utopia.
Aku takut, jangan-jangan kita mati begitu saja, hampa tanpa kelanjutan dan meninggalkan dunia yang menjadi semakin kacau untuk penerus kita, yang terus menerus bertengkar tentang kehidupan selanjutnya yang ternyata (bisa jadi) tak ada.

Kelak jika memang kau berhasil masuk surga, aku mohon, maukah kau memintanya mengulang semua kehidupan di dunia ini menjadi lebih baik?

Atau itu tak mungkin karena itu tak bisa? Ah iya, ku dengar kalau kau bisa mewujudkan semua yang kau inginkan, itu sih tuhan namanya.

Tapi kalaupun bisa, jangan-jangan kehidupan yang kita jalani sekarang adalah hasil dari permintaanmu di masa depan yang berhasil masuk surga di sana?
Aku pasrah saja.
5 ZakwanSite: February 2014 Aku akan ke neraka, ke setiap neraka yang ada. Tak usah berdebat neraka yang mana, aku akan kesana, aku akan ke neraka dari setiap kepercaya...

Semua yang ada di dunia ini adalah hal buruk

Hidup kita selalu dihadapkan pada pilihan dan semua pilihan itu buruk. Semua ada pro dan kontranya, begitu kata orang. Ada juga yang mengatakan apapun yang kita lakukan, selalu ada orang yang anti atau pun memandang negatif terhadap hal itu. Ini adalah bukti apapun yang ada di dunia ini adalah hal buruk, dan yang kita pilih adalah hal buruk yang menurut kita baik.

Kita memilih yang terbaik dari yang buruk-buruk. Mempertimbangkan efek dari keburukan mana yang bisa kita tolerir, dengan nafsu dan pembenaran dari kita sendiri.

Banyak contohnya, bicara soal merokok. Ada orang yang tak setuju, ada orang yang setuju, salah satu alasan yang setuju: karena ekonomi orang lain. Tiba-tiba kita tak memedulikan kesehatan kita (dan orang sekeliling kita) karena itu mata pencaharian orang lain. Alasan yang naif. :)

"Kalau semua orang berhenti merokok, bagaimana nasib pekerja di perusahaan rokok itu?" Tiba-tiba kita peduli tentang uang orang lain, dan tak melihat orang-orang yang tersiksa karena rokok. Sangat dermawan. Tak masalah, saya tak mempermasalahkan perokok yang merokok ditempat yang tepat..

Ada kampanye matikan televisimu. Kampanye yang muncul karena maraknya acara tak bermutu di industri pertelivisian Indonesia. Saya tak mendengar pembelaan dari orang-orang yang mirip seperti kasus rokok tadi, misal seperti "Kalau banyak orang serentak mematikan televisinya, kasihan yang ada di industri televisi, kasihan karyawan-karyawan perusahaan media televisi.". Kenapa orang-orang yang tetap memilih menonton televisi tak berkata seperti itu? Suka-suka gue dong mau nonton mau nggak, TV-TV gue kok. :)

Tiap-tiap dari kita ingin memenuhi kebutuhan kita sendiri, dalam kasus acara televisi, orang-orang yang tetap memilih nonton televisi itu karena butuh hiburan. Mungkin dalam kasus rokok pun demikian, ada hasrat memenuhi kebutuhan. Bedanya, menonton acara televisi (yang tak bermutu itu) ruginya di kita sendiri. Sedangkan merokok bisa merugikan orang disekitarnya (jika asapnya dibagi-bagi).

Semua ada pro dan kontra. Poligami yang dulu hal biasa, sekarang jadi aneh bagi orang-orang, khususnya perempuan. Tapi ketika poligami diterima, poliandri tak bernasib sama, dalam waktu bersamaan orang-orang bisa memaklumi poligami tapi tidak dengan poliandri. Kita memilih mana yang baik dari yang buruk, dengan pembenaran, untuk kenikmatan kita sendiri. Dalam kasus poligami yang saat ini lebih dimaklumi daripada poliandri, laki-laki berhasil melakukan pembenaran dan mengarahkan opini sampai-sampai perempuan setuju di poligami.

Jika kita merubah sudut pandang, menjadi orang yang melihat orang lain yang memilih hal buruk. Percayalah, hal yang menurut kita buruk itu adalah hal terbaik yang dipilih oleh orang tersebut.

Semua pilihan yang kita hadapi di dunia ini berpotensi sebagai hal buruk di mata orang lain. Kita hanya memilih yang terbaik dari buruk-buruk itu. Jadi, orang-orang yang (menurut kita) memilih pilihan buruk sebenarnya memilih yang terbaik, setidaknya menurut mereka sendiri.

Begitulah kenyataan dunia, dan itulah mengapa akhirat ada di pikiran manusia, karena kita tak terima dengan segala 'keburukan' yang ada di dunia ini. Segala yang ada di akhirat adalah hal baik. Keabadian surga, kekekalan siksaan di neraka, semuanya adalah hal baik. Ya kan?

-Pessimist
5 ZakwanSite: February 2014 Hidup kita selalu dihadapkan pada pilihan dan semua pilihan itu buruk. Semua ada pro dan kontra nya, begitu kata orang. Ada juga yang meng...

Wednesday, February 5, 2014

Save The Planet! Save the A, Save the B, Save the C, blablabla

“We’re so self-important. Everybody’s going to save something now. “Save the trees, save the bees, save the whales, save those snails.” And the greatest arrogance of all: save the planet. Save the planet, we don’t even know how to take care of ourselves yet. I’m tired of this shit. I’m tired of f-ing Earth Day. I’m tired of these self-righteous environmentalists, these white, bourgeois liberals who think the only thing wrong with this country is that there aren’t enough bicycle paths. People trying to make the world safe for Volvos. Besides, environmentalists don’t give a shit about the planet. Not in the abstract they don’t. You know what they’re interested in? A clean place to live. Their own habitat. They’re worried that some day in the future they might be personally inconvenienced. Narrow, unenlightened self-interest doesn’t impress me.


The planet has been through a lot worse than us. Been through earthquakes, volcanoes, plate tectonics, continental drift, solar flares, sun spots, magnetic storms, the magnetic reversal of the poles … hundreds of thousands of years of bombardment by comets and asteroids and meteors, worldwide floods, tidal waves, worldwide fires, erosion, cosmic rays, recurring ice ages … And we think some plastic bags and some aluminum cans are going to make a difference? The planet isn’t going anywhere. WE are!

We’re going away. Pack your shit, folks. We’re going away. And we won’t leave much of a trace, either. Maybe a little Styrofoam … The planet’ll be here and we’ll be long gone. Just another failed mutation. Just another closed-end biological mistake. An evolutionary cul-de-sac. The planet’ll shake us off like a bad case of fleas.

The planet will be here for a long, long, LONG time after we’re gone, and it will heal itself, it will cleanse itself, ’cause that’s what it does. It’s a self-correcting system. The air and the water will recover, the earth will be renewed. And if it’s true that plastic is not degradable, well, the planet will simply incorporate plastic into a new paradigm: the earth plus plastic. The earth doesn’t share our prejudice toward plastic. Plastic came out of the earth. The earth probably sees plastic as just another one of its children. Could be the only reason the earth allowed us to be spawned from it in the first place. It wanted plastic for itself. Didn’t know how to make it. Needed us. Could be the answer to our age-old egocentric philosophical question, “
Why are we here?” 

Plastic… asshole."

-George Carlin

Dan spesies penerus kita yang kembali ke Bumi mungkin nanti akan berkata, "Selamatkan plastik! Selamatkan Bumi! Jangan biarkan pohon hijau-organik-menyebalkan itu mencemari planet kita!"
5 ZakwanSite: February 2014 “We’re so self-important. Everybody’s going to save something now. “Save the trees, save the bees, save the whales, save those snails.” And...

Monday, February 3, 2014

Teori Evolusi: Manusia bukan berasal dari monyet

Kita sering mendengar teori evolusi Darwin, tapi tampaknya banyak orang yang salah mengartikan ini. Orang sering mengatakan nenek moyang manusia adalah monyet, padahal bukan. Setidaknya tidak sesingkat itu, dan bukan itu yang dimaksud Darwin. Jika ditarik jauh, nenek moyang manusia adalah sama dengan nenek moyang makhluk-makhluk lainnya. Kalaupun ditarik ke rentang waktu lebih dekat, kita pun tak dapat mengatakan bahwa nenek moyang manusia adalah monyet ataupun kera. Tapi lebih tepatnya, monyet dan manusia punya nenek moyang yang sama. Kita, babon, gorila, orangutan, dan simpanse ada dalam satu Famili, yaitu Hominidae dan dalam satu Ordo dengan monyet yaitu sama-sama diklasifikasikan ke dalam bangsa primata.
Pengklasifikasian ini berhubungan dengan teori evolusi, teori yang sampai saat ini masih dipegang kalangan ilmuwan, sederajat dengan teori lainnya (misal) seperti teori Bumi mengelilingi Matahari. Artinya evolusi dipercaya sebagai fakta, (layaknya fakta bahwa saat ini Bumi mengelilingi Matahari) dan turut membantu perkembangan ilmu sampai saat ini karena dianggap masih relevan (kecuali hal-hal seperti burung bersusu atau mamalia berbulu burung ditemukan, maka teori evolusi runtuh). Jika kita menonton video dokumenter perilaku hewan, akan disebutkan beberapa sifat-sifat hewan maupun bentuk fisik hewan yang merupakan hasil dari evolusinya dulu, berlaku juga untuk sifat-sifat dan fisik manusia (karena manusia termasuk dalam Animalia) sehingga evolusi turut menjelaskan pertanyaan seperti mengapa manusia memiliki rasa takut, mengapa manusia merinding, dsb. Nah, teori evolusi juga mempengaruhi pengklasifikasian ilmiah, karena dalam pengklasifikasian ilmiah, makhluk hidup (baik yang masih ada maupun yang telah punah) dibagi berdasarkan kesamaan fisik yang dimiliki.
keragaman hayati yang berasal dari nenek moyang yang sama.
The Great Tree of Life








Jika tadinya kehidupan berawal dari nenek moyang yang sama, kenapa sekarang jadi begitu beragam? Keragaman ini ada karena insting makhluk hidup untuk terus hidup (survive), melalui berbagai permasalahan hidup makhluk-makhluk itu dijamannya masing-masing, makhluk hidup yang awalnya sel sangat sederhana harus berubah secara (sangat) perlahan-lahan dalam waktu yang super-duper lama demi menyesuaikan dengan alam. Makhluk hidup yang tak dapat beradaptasi akan punah, inilah yang disebut seleksi alam.
Lalu, dari keragaman inilah, dapat dilihat kesamaan fisik yang memberi jejak bahwa makhluk hidup yang kita kenal sekarang ternyata dari nenek moyang yang sama.
kesamaan fisik famili Hominidae, bangsa Primata
gambar (singkat) Evolusi
Sepertinya gambar diatas cukup terkenal bagi yang pernah mendengar teori Evolusi. Dalam gambar diatas adalah versi singkat dari evolusi manusia yang sering disalah artikan (dengan singkat pula) bahwa manusia berasal dari monyet. Padahal bukan, makhluk yang ada di tahap awal itu bukan monyet, tapi gambaran nenek moyang bangsa Primata. Jadi ini sekaligus menjawab pertanyaan, "Jika makhluk hidup berevolusi, mengapa monyet masih ada sampai sekarang?" Jawabannya pertama: karena makhluk di tahap awal pada gambar diatas bukan monyet, dan monyet yang ada sekarang pun adalah evolusi dari makhluk yang sama, barangkali dengan perubahan yang tak banyak. dan jawaban lainnya adalah karena Teori Evolusi bukan berarti semua makhluk hidup harus berubah, ada makhluk yang berubah sangat jauh dari jamannya, ada juga yang tidak berubah jauh. Intinya, ada makhluk yang karena pengaruh lingkungan geografisnya ingin bertahan hidup sehingga mendorong otaknya dan fisiknya berubah. Ada pula yang tak perlu perubahan cukup signifikan karena lingkungannya cukup mendukungnya untuk bertahan hidup.

Jadi dalam evolusi, tak ada yang benar-benar disebut manusia pertama, karena perubahan yang terjadi sangat perlahan sehingga tak ada patokan siapa manusia (Homo sapiens) pertama. Namun dari bukti fosil yang ada, diperkirakan primata yang berevolusi sampai akhirnya menjadi Homo sapiens awalnya berada di benua Afrika. Kemudian karena insting untuk bertahan hidup, sebagian pergi bermigrasi untuk mencari makanan di dataran (benua-benua) lain. Karena perpindahan inilah akhirnya manusia yang ada sekarang terdiri dari berbagai etnis dan ras. Lingkungan geografis menuntut fisik manusia modern ini untuk beradaptasi sehingga menciptakan warna kulit yang berbeda-beda.

Peta perpindahan manusia dari Afrika sampai menempati Amerika. Tercatat awalnya 60.000 tahun yang lalu.

nenek moyang Homo sapiens yang berpindah membentuk etnis-etnis baru.
Terbukti saat ini orang-orang yang menempati benua Asia mempunyai ciri yang berbeda dengan orang-orang yang menempati benua Afrika. Kita yang ada di Indonesia pun jika ditarik garis yang sangat jauh, akan berawal dari Afrika (sejauh yang tercatat saat ini). Perbedaan ciri ini adalah bukti bahwa manusia (Homo sapiens) sendiri telah berevolusi dalam puluhan ribu tahun terakhir, namun bukan berarti kita (orang Asia) adalah spesies yang berbeda dengan orang Afrika.

Evolusi terjadi dengan sangat perlahan, perubahannya tidak terjadi pada satu individu dalam umur hidupnya, namun terjadi ketika individu tersebut berkembang biak, perubahan tersebut ditransfer lewat kode genetiknya yang kemudian oleh keturunannya akan diturunkan lagi ke keturunan selanjutnya. dan masing-masing keturunan ini menghadapi permasalahan berbeda-beda dalam geografis yang berbeda-beda pula yang pada akhirnya setelah melewati beberapa keturunan, akan terlihat perbedaan mencolok antara si individu awal tadi dengan cucu-cicit-cicitnya yang jauh itu.

Karena perubahan yang sangat perlahan itu, bisa dibilang kita sekarang pun merupakan makhluk yang sedang berevolusi, tentunya dengan permasalahan di jaman kita sendiri. Apa artinya diri kita akan berubah? Bukan, bukan kita, tapi keturunan-keturunan kita. Entah di bagian mana tubuh 'manusia' nanti akan berubah, tapi yang jelas manusia (sebagai makhluk hidup) terus berusaha bertahan hidup, seperti saat ini, umat manusia mulai mencari tempat lain selain Bumi yang dapat ditinggali. Sebagai antisipasi karena ketika ancamannya itu datang, pilihannya dua, kita mati atau berpikir bagaimana bertahan hidup. Mungkin dorongan untuk menemui tempat tinggal baru akan membuat perubahan membentuk manusia masa depan dengan otak yang semakin cerdas. Sementara beberapa manusia terdorong semakin cerdas, di pihak lain, mungkin pula akan ada manusia masa depan dengan otak yang menciut kembali menjadi kecil karena kebiasaan malas berpikir dan merasa hidup aman-aman saja (karena merasa tak perlu memikirkan bagaimana menanggulangi bencana, ancaman dsb).



Menyadari bahwa dalam satu spesies saja dalam puluhan ribu tahun (dalam contoh diatas: spesies manusia modern) bisa terjadi perubahan karena perpindahan tempat tinggal, bukan tak mungkin 'makhluk yang jauh berbeda' bisa terbentuk dalam ratusan ribu tahun.

Oiya, coba tonton playlist ini (video 3 part):  untuk gambaran visual bagaimana manusia berevolusi dari makhluk paling sederhana sampai akhirnya menjadi makhluk hidup yang tak berbadan besar namun menguasai laut, darat dan udara.

Darimana dan dari apa terbentuknya nenek moyang makhluk hidup di Bumi ini? tonton aja di video di atas :D

Semoga meluruskan kesalahpahaman selama ini yang beranggapan teori evolusi mengatakan manusia berasal dari monyet. Sekali lagi, tidak, manusia bukan berasal dari monyet, tetapi manusia dan monyet berasal dari nenek moyang yang sama.
5 ZakwanSite: February 2014 Kita sering mendengar teori evolusi Darwin, tapi tampaknya banyak orang yang salah mengartikan ini. Orang sering mengatakan nenek moyang ma...
< >