Senin, 06 Januari 2014

Mengapa Ilmu Pengetahuan Alam itu menyebalkan?

Iya, mengapa IPA itu menyebalkan? Sebagian menyebalkan sih. Dulunya. Ini sebenarnya pengalaman saya sendiri yang ketika masa sekolah menengah merasa kurang suka dengan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) seperti Kimia, Fisika dan kadang-kadang... Biologi. Tapi sebelumnya, saat masih di bangku SD saya sangat suka dengan pelajaran IPA. Saya masih ingat ketika SD, pulang sekolah saya lebih suka berada diluar rumah dan melakukan eksperimen-eksperimen yang selalu hasilnya saya pamerkan ke papa saya. Eksperimen-eksperimen kecil yang ada di buku pelajaran itu lho :D

Tapi ketika di SMP, ketika saya pertama kali mengenal pelajaran Fisika, Kimia.. rasanya rumus-rumus disana membuat saya gila dan membenci IPA. Ngapain sih segala dipelajari? Pikir saya, saya nanti nggak bakal jadi dokter. Ngga pernah sedikitpun punya cita-cita yang berhubungan kesana.

Begitupun sewaktu SMA, saya hanya suka mata pelajaran Biologi, ya sedikit suka dengan fakta-fakta yang ada di fisika dan kimia, tapi benci ketika harus menghafal semua rumus itu. Harus? Siapa yang mengharuskan saya menghafal itu semua? Baru kepikiran sekarang. Ngga ada yang mengharuskan –_- , kecuali sistem pendidikan di Indonesia mungkin.

Sekarang, baru terasa Science atau Ilmu Pengetahuan Alam itu menakjubkan, saya kembali ke kondisi pikiran anak-anak. Anak-anak gimana? Anak-anak yang banyak ingin tahu. Kenapa tidak dari dulu? Sayangnya kita (setidaknya saya) sebagai anak-anak dulu didoktrin jangan berpikiran macam-macam. Ntah lah doktrin dari siapa, berpikir dengan otak yang ada di tubuh kita sendiri saja dilarang.

Well, melihat kejadian-kejadian dunia gila di sekitar saya ini membuat saya kembali ingin mempelajari pengetahuan alam. Bodoh, saya sekarang ada di jurusan Manajemen, tapi bukannya membaca buku-buku manajemen, saya malah lebih banyak menghabiskan waktu untuk browsing situs-situs science, menonton video pengetahuan alam, video dokumenter kehidupan alam liar dan buku-buku semacamnya.

Kemana aja saya sebelumnya?

Sebelumnya saya bukan seorang yang skeptis! Tidak banyak bertanya dan menerima apa saja yang dikatakan orang dan saya merasa pelajaran-pelarajan sekolah itu semua harus dihafal (dan sebaiknya tidak bermacam-macam) agar saya lulus dengan nilai yang tinggi. Tanpa ada passion atau kecintaan dalam mempelajarinya, IPA itu menyebalkan.

Baru sekarang saya menyadari bahwa science itu ternyata sangat ‘sexy’, dan dengan kesadaran ini saya jadi lebih tertarik mempelajari pengetahuan alam. Mungkin bukan dengan hitung-hitungan, tapi dengan mencari tahu fakta atau realita yang diterima sekarang. (Fakta? Realita? Terlepas dari apakah itu benar atau tidak tapi itulah hasil pencapaian umat manusia, untuk sementara!)

Ilmuwan sebenar-benarnya ilmuwan, menurut saya berangkat dari rasa penasaran dan kecintaan terhadap isi dunia dan misterinya. Menurut saya juga, selain seniman, orang yang benar-benar punya sudut pandang menarik terhadap kehidupan adalah ilmuwan atau scientist.

Menemukan teori baru, rasa tak mudah percaya atau skeptisisme atas teori tersebut, mendorong munculnya ilmu yang semakin maju. Menjadikan kemampuan manusia berbeda dengan spesies hewan lainnya. Mengapa kita bisa membangun gedung? mengapa kita bisa membuat senjata api, senjata biologis? dan teknologi-teknologi lainnya? Itu karena kemampuan manusia dalam collective learning (belajar bersama-sama) dan mengumpulkan pengetahuan itu dari yang dulunya hanya tingkat lokal sampai sekarang mengglobal.

Dorongan emosi dalam rasa keingintahuan akan alam semesta yang besar ini, menjadikan ilmuwan bahu-membahu menemukan keping-keping misteri kehidupan. Dulu, banyak orang percaya petir itu ada karena dewa yang marah. Tapi apa penyebab sebenarnya? Mengapa terjadi kekeringan? Ada orang yang percaya karena tuhan atau dewa kesuburan marah. Mengapa terjadi gempa? Karena tuhan marah, ntahlah sebabnya ada yang berpendapat karena tubuh wanita. dsb..

Tapi Ilmuwan mencari tau apa penyebab kejadian-kejadian yang terjadi di alam semesta ini, seksinya, pengetahuan ini tak mutlak harus dipercaya, secara jujur dan rendah hati, ilmuwan akan menerima siapapun yang bisa membangun alasan rasional dan terukur hingga meruntuhkan teori lama dengan teori barunya. Itulah mengapa saya sebutkan tadi fakta yang kita ketahui sekarang mungkin hanya bersifat sementara karena ilmu terus berkembang.

Balik lagi kenapa kita (atau mungkin saya) merasa pengetahuan alam dulunya menyebalkan? Mungkin juga karena guru kita bukan seorang peneliti atau scientist yang sebenarnya. Mungkin karena mereka tidak menanamkan rasa ingin tau dan skeptis tersebut. Sehingga kebanyakan dari kita tak menemukan motivasi sebenarnya dalam belajar ilmu pengetahuan alam. Oke, motivasi kita mungkin hanya dapat nilai bagus, ada juga agar cita-cita atau profesi impiannya tercapai (yang ujung-ujungnya agar kita punya duit).

Bagi saya, mencari kebenaran dari ilmu pengetahuan alam lebih menggairahkan daripada percaya begitu saja karena malas berpikir. Realitanya yang kita temukan dari ilmu pengetahuan alam mungkin tidak sesuai dan seindah harapan kita. Tapi bukankah realita yang kita temukan itu adalah cara alam membuka misterinya perlahan-lahan?

Science adalah satu-satunya alat yang dimiliki manusia, untuk mengenal dirinya sendiri[1] dan komponen semesta lainnya. Menolaknya bisa jadi sama dengan menolak kemampuan yang manusia miliki.

[1]Kita adalah sekumpulan atom yang mempelajari atom.

Eh ini salah satu video favorit saya, perjalanan kosmik! Perjalanan memahami diri sendiri dan kedudukan kita di semesta ini.
 
(Video ini sangat seksi, salah satu alasannya mungkin karena naratornya Morgan Freeman. :P
*tekan CC untuk subtitle bahasa Indonesia)
atau ini, yang lebih puitis:

Big-historyOiya, kalau mau belajar ilmu pengetahuan alam lebih menarik daripada yang ada di sekolah (maksudnya yang gak boring gitu :P), nih coba ikut kursus gratis di BigHistoryProject.com

Ada 10 bagian, dari Pengenalan, Bigbang, Bagaimana bintang terbentuk, Bagaimana elemen kimia muncul, Bagaimana bumi terbentuk dan terisi, Bagaimana kehidupan (di Bumi) muncul, Collective Learning, Mengapa Agrikultur penting, Revolusi Modern sampai akhirnya bagian potensi masa depan. 

Bisa dibilang cara mudah mengerti konsep pengetahuan alam, tanpa harus terlalu banyak rumus-rumus. Isinya berupa rangkuman dari segala bidang ilmu tentang manusia dan alam. Buat saya yang gak terlalu suka hitung-hitungan, materinya sangat menarik dan mudah dimengerti karena ada poster, video dan visualisasi lainnya.
Teruslah belajar dan jangan pernah cepat puas












5 ZakwanSite: Mengapa Ilmu Pengetahuan Alam itu menyebalkan? Iya, mengapa IPA itu menyebalkan? Sebagian menyebalkan sih. Dulunya. Ini sebenarnya pengalaman saya sendiri yang ketika masa sekolah menenga...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

< >