Monday, January 27, 2014

#PeopleAroundUs: Manusia penghisap kebahagiaan

Manusia penghisap kebahagiaan itu gak punya ciri-ciri fisik yang selalu sama, wujudnya bisa bermacam-macam layaknya manusia biasa. Ia bisa cantik, ganteng, menawan. Tapi yang jelas keberadaan mereka menghisap kebahagiaan orang di sekitarnya, bisa sebagian orang merasakannya, bisa juga dirasakan oleh semua yang ada di sekitarnya.

Kebahagiaan yang terhisap itu pun mulai dirasakan sejak dia berada di dekat kita, juga bisa pelan-pelan sampai tiba-tiba kita menyadari kebahagiaan kita hilang. Wajah kita pucat, bibir sulit untuk tersenyum, dan jika sangat berat kadang disertai dengan rasa pusing, jantung berdebar dan mual-mual.

Manusia penghisap kebahagiaan itu memiliki perilaku yang sama, perilaku ini kadang tak disadari oleh manusia itu sendiri sehingga kita pun (termasuk saya sebagai manusia) bisa tiba-tiba menjadi manusia penghisap kebahagiaan orang di sekitar tanpa disengaja. Tentu saja orang-orang yang kebahagiaannya terhisaplah yang tau apa perilaku itu.

Ilustrasi manusia penghisap kebahagiaan
image source: legaljuice.com


Manusia penghisap kebahagiaan ini bisa ada dimana-mana, ia bisa saja sebagai seorang guru, dosen, boss, karyawan, teman, pasangan, saudara dan bahkan orang tak dikenal sekalipun. Sebagai dosen misalnya, sejak dia memasuki ruangan kelas, mahasiswa sekelas bisa merasakan ruangan kelas yang mendadak kelam.

Seorang pasangan pun bisa menjadi penghisap kebahagiaan ini, misalnya ketika ia baru saja bertemu orang lain (bisa jadi seorang manusia penghisap kebahagiaan), lalu pulang ke rumah dengan kemuraman. Kemudian ia ikut membuat orang lain muram dengan perilakunya yang kasar dan emosi yang tak terkendali. Orang-orang tak bersalah disekitarnya seringkali ikut merasakan energi negatif tersebut, menjadi pusing dan segala kenangan bahagia pun hilang.

Yak, kadang manusia penghisap kebahagiaan ini adalah hasil dari manusia penghisap kebahagiaan lainnya, bukan tak mungkin dosen penghisap kebahagiaan itu adalah manusia penghisap kebahagiaan yang lahir akibat manusia penghisap kebahagiaan yang lain, bermasalah dengan pasangan/orang dirumahnya misalnya, lalu dia datang ke kita dengan membawa kemuraman dan melampiaskannya kepada kita sampai kebahagiaan kita pun hilang.

Kadangpula manusia penghisap kebahagiaan ini lahir akibat pikirannya sendiri, bukan dari hisapan manusia lain. Manusia penghisap kebahagiaan yang lahir dari pikirannya ini adalah manusia yang tak mampu mengontrol pikirannya sendiri. Memori/kenangan buruk, ketakutan akan label dari orang lain, pikiran negatif yang berlebih, overthinking, mengakibatkan dirinya menjadi manusia penghisap kebahagiaan orang lain.

Segala jenis penghisap kebahagiaan ini bisa diminimalisir atau bahkan ditangkal. Dengan memancarkan kebahagiaan yang kuat, cahaya kebahagiaan ini tak akan mampu dihisap oleh manusia-manusia penghisap tersebut. Mereka bisa saja terus berusaha menghisap, tapi setelah mereka pergi/menjauh, kita bisa langsung memancarkan cahaya kebahagiaan sehingga suasana menjadi lebih menyenangkan dan jika cahaya yang kita pancarkan tersebut cukup kuat, orang-orang disekitar kita pun ikut merasakan pulihnya diri mereka setelah kebahagiaannya ikut terhisap oleh manusia penghisap kebahagiaan tadi. :)
5 ZakwanSite: January 2014 Manusia penghisap kebahagiaan itu gak punya ciri-ciri fisik yang selalu sama, wujudnya bisa bermacam-macam layaknya manusia biasa. Ia bisa c...

Sunday, January 26, 2014

Tips agar liburan jadi lebih menyenangkan

Liburan adalah pilihan 'investasi' yang sangat menyenangkan. Tenaga, waktu, duit habis tapi bukan habis secara sia-sia, ada hasilnya yang bisa kita nikmati seumur hidup. Eh, kecuali kalo berliburnya nggak menyenangkan sih.
Iya, bukan menjadi lebih santai, beberapa orang malah menjadi stres gara-gara tidak menikmati liburannya.
Lalu bagaimana caranya agar liburan tersebut jadi (lebih) menyenangkan? Ini dia versi saya:
  • Pilih teman yang dikenal dengan baik
Ya, jika tidak ingin sendirian, pilihlah teman berlibur yang kita kenal dengan baik. Kenapa? Karena pasti gak mau kan malah bete dengan teman perjalanan gara-gara ngeliat tingkah aslinya yang ternyata gak enak banget (mungkin lelet, kurang sejalan waktu milih tempat makan/kendaraan dsb)?
Eh tapi kayaknya jarang deh traveling sendirian yang bener-bener sendirian, seenggaknya bisa dong dapat kenalan asik di tempat tujuan. :) Coba ngobrol dengan orang-orang lokal, berbicaralah dengan traveler atau pengunjung lainnya.

  • Turunkan ekspektasi tinggi

Seringkali orang memilih lokasi liburan atau bepergian ke suatu tempat atas rekomendasi atau berdasarkan pengalaman orang lain. Tak jarang orang-orang yang menceritakan pengalaman itu dengan menggebu-gebu sampai rasanya kita pun ingin segera mengunjungi tempat itu. Beberapa orang juga memilih tempat tujuan berlibur setelah melihat-lihat video/foto hasil jepretan orang lain.
Nah, bahayanya pengalaman orang lain ini seringkali membuat kita berekpektasi (berharap) terlalu tinggi. Misal, ingin melihat pemandangan seperti di foto/video tersebut, tapi kenyataannya ketika sampai di tempat tujuan tak sebagus itu karena ternyata foto/video tersebut telah direkayasa atau bahkan lebih parah lagi: foto palsu.
Ekspektasi yang tinggi ini bisa-bisa membuat kita jadi bete karena harapan kita yang tak tercapai. Hasilnya pun malah nggak menikmati liburan dan ngomel-ngomel atau bikin bete orang lain.
  • Ketahui keadaan tempat berlibur
Cari tau bagaimana keadaan tempat berlibur sebelum kesana, apakah ada listrik? ada air segar (untuk mandi?) Apakah cuaca mendukung untuk beraktivitas disana? Jangan sampai ketika sampai disana kita malah menyesal karena tidak tau keadaan sebenarnya.
  • Rencanakan jadwal
Ingin bepergian berapa hari? berapa lama? Kalau jadwalnya sudah jelas, baju dan perlengkapan liburan pun bisa disesuaikan. Nggak perlu bawa barang-barang yang gak perlu dan hasilnya barang bawaan pun ringan. :) 
  • Lupakan rutinitas sejenak
Ketika sampai pada tempat tujuan, fokus pada tempat tersebut dan orang-orangnya. Berlibur bersama keluarga? Curahkan segala perhatian pada keluarga. Berlibur dengan pasangan? Habiskan momen-momen itu dengan pasangan. Rutinitas biasanya di socmed melulu? Kurangi, atau mungkin lupakan sejenak. (Tapi, good luck deh kayaknya melupakan itu bakal susah :P)
Intinya, biarkan mata kita melihat lebih banyak, biarkan indera kita yang lainnya merasakan suasana tempat-tempat liburan itu.


  • Ketahui apa tujuan liburan
Untuk apa berlibur? Pastinya untuk menyenangkan diri sendiri, namun cara tiap orang berbeda-beda. Nah, pastikan tujuan berlibur tersebut untuk kesenangan dan memperkaya pengalaman pribadi. Bukan untuk bikin iri orang lain atau membuat orang lain terkesan dengan liburan kita.
Ketika fokus kita adalah untuk membuat orang lain terkesan, maka kemungkinan kita akan berusaha mati-matian demi orang lain, bukan demi kebahagiaan diri kita sendiri. Akibatnya malah ketika kita tak berhasil memenuhi ego tersebut, kita tak menikmati liburan dan ujung-ujungnya bikin bete orang lain lagi.

Hmm, itu aja sih tips-tipsnya, apa lagi ya? :D
Semoga liburan selanjutnya bisa makin fun yak!

5 ZakwanSite: January 2014 Liburan adalah pilihan 'investasi' yang sangat menyenangkan. Tenaga, waktu, duit habis tapi bukan habis secara sia-sia, ada hasilnya...

Friday, January 17, 2014

Mengenakan hijab belum tentu muslimah

Apa stereotip yang terlintas dipikiran seseorang kalau melihat wanita dengan penutup kepala atau hijab? "Seorang muslimah yang baik"? atau malah "Orang sok alim"?

Apapun itu, menurut saya hijab bukan simbol yang hanya milik agama Islam ataupun hanya boleh dipakai orang alim. Jadi rasanya gak tepat kalau buru-buru menyimpulkan orang-orang berhijab tersebut berarti adalah seorang muslim. Karena ternyata gak cuma orang Islam lho yang menggunakan penutup kepala.
Jauh sebelum Islam, banyak kebudayaan-kebudayaan atau agama lain yang orang-orangnya lebih dulu menggunakan hijab.
Misal:
(Yahudi Ortodoks)

(Katolik Roma)

(Sabian)

(Hindu)

(Druze)

(Amish)

(Zoroastrian)

dan masih banyak lagi contoh kebudayan atau agama lain yang wanitanya menggunakan penutup kepala.

Nah, motivasi wanita menggunakan penutup kepala itu pun bermacam-macam, namun orang Indonesia sepertinya langsung menebak orang yang menggunakan penutup kepala berarti orang Islam (karena mayoritas mungkin), dan pasti beranggapan orang memakai hijab itu alasannya karena dia alim dan menuruti perintah agamanya (?)

Setidaknya begitu anggapan saya dulu, ketika sebelumnya saya (hanya) menggunakan kacamata Islam, saya suka bertanya-tanya (dalam hati) kenapa ada orang yang berhijab tapi kadang dilepas kadang dipake, dan kadang juga perilakunya berlawanan dengan aturan agamanya. Singkatnya pemikiran saya saat itu begini:
"Kalau perintah berhijab dilaksanakan, kenapa orang itu tidak mengikuti aturan lainnya?"
Misal berhijab tapi kenapa suka gosip? berhijab tapi kenapa pacaran? dsb. (Walaupun itu tak masalah bagi saya)

Tapi ketika saya mencoba melepas kacamata saya dan melihat dari sudut pandang lain, saya temukan alasan-alasan lain seseorang menggunakan kain penutup tsb. Seperti misalnya:
  1. Untuk menutupi penyakit,
  2. Gaya rambut sedang jelek,
  3. Ukuran fisik/dada,
  4. Agar mendapat jodoh,
  5. Kelihatan lebih cantik dengan penutup kepala (fashion),
  6. Sebagai asesoris/mengikuti mode,
  7. Berpura-pura supaya dianggap alim (karena biasanya orang berhijab di-judge lebih terpercaya),
  8. Alasan ekonomi (Misal memakai hijab agar dagangan busananya laku atau misal tuntutan akting peran muslimah di film dsb)
  9. Terpaksa karena lingkungan (aturan wilayah tempat tinggal, paksaan orang tua/pasangan, label lingkungan dsb).
Alasan-alasan seperti diatas tadi betul-betul ada. Tapi karena kebanyakan orang menganggap semua orang berhijab dengan alasan yang sama (alasan mengikuti aturan agama), orang-orang yang beranggapan seperti itu akan kaget ketika melihat orang berhijab tadi melakukan tindakan yang tak sesuai agamanya, orang-orang tersebut protes (seperti pengalaman saya sendiri sebelumnya tadi). Padahal belum tentu kan seorang berhijab adalah seorang muslim.
Kalopun seorang muslim, belum tentu mempercayai aturan yang sama dengan yang memprotes. Maksud saya begini; tafsiran orang berbeda-beda, bisa jadi Islamnya orang yg diprotes berbeda dengan aturan Islam yang diyakini orang yang memprotes. Nah.

Saya sendiri berpendapat, berhijab gak berhijab itu hak seseorang, saya menyadari alasan-alasan lain seperti tersebut diatas. Memakluminya dan gak protes-protes lagi kalau melihat orang berhijab tapi bertentangan dengan Islam. Suka-suka orang yang berhijab toh. :)

Nah, ngomong-ngomong soal alasan-alasan diatas, yang disayangkan mungkin orang-orang berhijab dengan terpaksa. Saya tau ada beberapa wanita yang menggunakan hijab karena terpaksa dengan aturan di wilayahnya (misal: di Aceh). Saya juga baru tau ternyata ada orang berjilbab sejak muda namun beranjak dewasa dirinya menjadi seorang agnostik atau ateis dan tak berani membuka penutup kepala itu karena takut dengan penilaian orang lain. Betapa capeknya hidup dalam kepura-puraan itu.

Dari situ saya belajar, sepertinya jangan menilai/judge orang dari tampilan luarnya. Memakai jilbab (penutup kepala) itu ternyata belum tentu muslim. Jadi jangan kaget kalo di luar negeri, ketemu orang berhijab tapi ternyata seorang Sabian, Zoroastrian atau malah ateis. :D

Ngomong-ngomong soal berhijab, kalo seorang muslim memilih berjilbab dengan alasan karena aturan agama, saya sangat setuju dengan cara berjilbab muslim seperti ini:
(Kerudung menutupi rambut, dada, hingga pinggang, dan tidak menunjukan lekuk tubuh. Hanya tangan dan wajah yang tidak boleh tertutup.)

Tapi bukan berarti saya setuju, kalo seseorang mengenakan hijab selain seperti diatas lantas di'kafir'kan. Bukan berarti saya setuju orang dilarang-larang memakai hijab dengan gaya lain selain gaya seperti foto diatas, ada yang bilang selain gaya diatas itu bakal menyamai suatu kaum (misal Kristen, Yahudi dll). Mm, nggak juga, karena toh justru mereka lebih dulu ada dan gaya diatas pun lebih dulu ada di kaum lain.

Orang berhijab belum tentu muslimah, muslimah berhijab belum tentu orang baik. Muslimah yang baik pun (mungkin) belum tentu berhijab, karena baik buruknya seorang muslimah sepertinya tak layak kita yang menilai.

Iya, seorang muslim yang baik dengan standar penilaian saya biasanya dianggap bukan muslim yang baik oleh 'muslim lainnya'. Makanya saya bilang tak layak untuk kita menilai karena bakal selalu ada yang bertentangan dengan penilaian kita.



Udah ah, maha tidak sempurna saya dengan segala ocehan saya. Bye :)
5 ZakwanSite: January 2014 Apa stereotip yang terlintas dipikiran seseorang kalau melihat wanita dengan penutup kepala atau hijab? "Seorang muslimah yang baik&quo...

Air Zamzam Palsu

Air Zamzam, air yang dianggap suci oleh umat Islam. Air dianggap berkhasiat menyembuhkan beberapa penyakit. Saya ingat saat kecil sering diberi air zamzam yang sudah dibacakan doa-doa. Katanya biar makin sehat (dan pinter). He Hehe

Hari ini heboh di timeline twitter (saya) berita tentang penggerebekan pabrik air zamzam palsu. Waduh gilak! Sepertinya sebagian orang tergiur dengan 'keuntungan besar' yang bisa diraup dengan mengatasnamakan agama. Mulai dari jasa titip doa, pengadaan quran dll sampai pemalsuan air zamzam.

Gimana nggak? Pengikut agama di dunia ini sangat banyak, Indonesia negara dengan penduduk muslim terbanyak dan orang-orang dengan sikap untuk tidak langsung percaya (skeptis dan kritis) juga jarang di negeri ini. Kita terbiasa malas mempertanyakan sesuatu dan langsung percaya begitu saja. Gak heran, kita gampang ditipu.

Familiar dengan kemasan air zam-zam itu?

Mungkin ada yang pernah dibawakan oleh-oleh air zamzam dengan kemasan diatas? Mereka yang membeli mungkin tidak tau. Yang menjual pun mungkin selama ini tidak tau (atau mungkin tau tapi dirahasiakan?)

Air Zamzam dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit, akan menarik kalau orang-orang yang mengkonsumsi air zamzam selama ini (terutama seperti kemasan diatas) ditanyakan bagaimana efek yang dirasakan setelah minum air zamzam. Mungkin ada yang menjawab penyakitnya sembuh, badan terasa lebih fit, anak menjadi lebih pintar dsb. Menarik lagi kalau setelah itu diberitahu kalau ternyata air zamzam yang dikonsumsinya palsu. Tadaa! Efek plasebo bekerja :)

Menurut berita, omzet dari pabrik yang sudah berjalan 2 tahun itu sekitar 11 miliar. Bayangkan berapa banyak orang yang tertipu?

Dengan jumlah pemeluk agama yang milyaran, Bagaimana kalau ternyata ada tipuan lain (global) yang lebih besar atas nama agama? Tipuan untuk meningkatkan pendapatan suatu negara dan bangsa melalui progam kunjungan rohani ke negaranya misalnya? Ah ntahlah..
5 ZakwanSite: January 2014 Air Zamzam, air yang dianggap suci oleh umat Islam. Air dianggap berkhasiat menyembuhkan beberapa penyakit. Saya ingat saat kecil sering dib...

Monday, January 6, 2014

Mengapa Ilmu Pengetahuan Alam itu menyebalkan?

Iya, mengapa IPA itu menyebalkan? Sebagian menyebalkan sih. Dulunya. Ini sebenarnya pengalaman saya sendiri yang ketika masa sekolah menengah merasa kurang suka dengan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) seperti Kimia, Fisika dan kadang-kadang... Biologi. Tapi sebelumnya, saat masih di bangku SD saya sangat suka dengan pelajaran IPA. Saya masih ingat ketika SD, pulang sekolah saya lebih suka berada diluar rumah dan melakukan eksperimen-eksperimen yang selalu hasilnya saya pamerkan ke papa saya. Eksperimen-eksperimen kecil yang ada di buku pelajaran itu lho :D

Tapi ketika di SMP, ketika saya pertama kali mengenal pelajaran Fisika, Kimia.. rasanya rumus-rumus disana membuat saya gila dan membenci IPA. Ngapain sih segala dipelajari? Pikir saya, saya nanti nggak bakal jadi dokter. Ngga pernah sedikitpun punya cita-cita yang berhubungan kesana.

Begitupun sewaktu SMA, saya hanya suka mata pelajaran Biologi, ya sedikit suka dengan fakta-fakta yang ada di fisika dan kimia, tapi benci ketika harus menghafal semua rumus itu. Harus? Siapa yang mengharuskan saya menghafal itu semua? Baru kepikiran sekarang. Ngga ada yang mengharuskan –_- , kecuali sistem pendidikan di Indonesia mungkin.

Sekarang, baru terasa Science atau Ilmu Pengetahuan Alam itu menakjubkan, saya kembali ke kondisi pikiran anak-anak. Anak-anak gimana? Anak-anak yang banyak ingin tahu. Kenapa tidak dari dulu? Sayangnya kita (setidaknya saya) sebagai anak-anak dulu didoktrin jangan berpikiran macam-macam. Ntah lah doktrin dari siapa, berpikir dengan otak yang ada di tubuh kita sendiri saja dilarang.

Well, melihat kejadian-kejadian dunia gila di sekitar saya ini membuat saya kembali ingin mempelajari pengetahuan alam. Bodoh, saya sekarang ada di jurusan Manajemen, tapi bukannya membaca buku-buku manajemen, saya malah lebih banyak menghabiskan waktu untuk browsing situs-situs science, menonton video pengetahuan alam, video dokumenter kehidupan alam liar dan buku-buku semacamnya.

Kemana aja saya sebelumnya?

Sebelumnya saya bukan seorang yang skeptis! Tidak banyak bertanya dan menerima apa saja yang dikatakan orang dan saya merasa pelajaran-pelarajan sekolah itu semua harus dihafal (dan sebaiknya tidak bermacam-macam) agar saya lulus dengan nilai yang tinggi. Tanpa ada passion atau kecintaan dalam mempelajarinya, IPA itu menyebalkan.

Baru sekarang saya menyadari bahwa science itu ternyata sangat ‘sexy’, dan dengan kesadaran ini saya jadi lebih tertarik mempelajari pengetahuan alam. Mungkin bukan dengan hitung-hitungan, tapi dengan mencari tahu fakta atau realita yang diterima sekarang. (Fakta? Realita? Terlepas dari apakah itu benar atau tidak tapi itulah hasil pencapaian umat manusia, untuk sementara!)

Ilmuwan sebenar-benarnya ilmuwan, menurut saya berangkat dari rasa penasaran dan kecintaan terhadap isi dunia dan misterinya. Menurut saya juga, selain seniman, orang yang benar-benar punya sudut pandang menarik terhadap kehidupan adalah ilmuwan atau scientist.

Menemukan teori baru, rasa tak mudah percaya atau skeptisisme atas teori tersebut, mendorong munculnya ilmu yang semakin maju. Menjadikan kemampuan manusia berbeda dengan spesies hewan lainnya. Mengapa kita bisa membangun gedung? mengapa kita bisa membuat senjata api, senjata biologis? dan teknologi-teknologi lainnya? Itu karena kemampuan manusia dalam collective learning (belajar bersama-sama) dan mengumpulkan pengetahuan itu dari yang dulunya hanya tingkat lokal sampai sekarang mengglobal.

Dorongan emosi dalam rasa keingintahuan akan alam semesta yang besar ini, menjadikan ilmuwan bahu-membahu menemukan keping-keping misteri kehidupan. Dulu, banyak orang percaya petir itu ada karena dewa yang marah. Tapi apa penyebab sebenarnya? Mengapa terjadi kekeringan? Ada orang yang percaya karena tuhan atau dewa kesuburan marah. Mengapa terjadi gempa? Karena tuhan marah, ntahlah sebabnya ada yang berpendapat karena tubuh wanita. dsb..

Tapi Ilmuwan mencari tau apa penyebab kejadian-kejadian yang terjadi di alam semesta ini, seksinya, pengetahuan ini tak mutlak harus dipercaya, secara jujur dan rendah hati, ilmuwan akan menerima siapapun yang bisa membangun alasan rasional dan terukur hingga meruntuhkan teori lama dengan teori barunya. Itulah mengapa saya sebutkan tadi fakta yang kita ketahui sekarang mungkin hanya bersifat sementara karena ilmu terus berkembang.

Balik lagi kenapa kita (atau mungkin saya) merasa pengetahuan alam dulunya menyebalkan? Mungkin juga karena guru kita bukan seorang peneliti atau scientist yang sebenarnya. Mungkin karena mereka tidak menanamkan rasa ingin tau dan skeptis tersebut. Sehingga kebanyakan dari kita tak menemukan motivasi sebenarnya dalam belajar ilmu pengetahuan alam. Oke, motivasi kita mungkin hanya dapat nilai bagus, ada juga agar cita-cita atau profesi impiannya tercapai (yang ujung-ujungnya agar kita punya duit).

Bagi saya, mencari kebenaran dari ilmu pengetahuan alam lebih menggairahkan daripada percaya begitu saja karena malas berpikir. Realitanya yang kita temukan dari ilmu pengetahuan alam mungkin tidak sesuai dan seindah harapan kita. Tapi bukankah realita yang kita temukan itu adalah cara alam membuka misterinya perlahan-lahan?

Science adalah satu-satunya alat yang dimiliki manusia, untuk mengenal dirinya sendiri[1] dan komponen semesta lainnya. Menolaknya bisa jadi sama dengan menolak kemampuan yang manusia miliki.

[1]Kita adalah sekumpulan atom yang mempelajari atom.

Eh ini salah satu video favorit saya, perjalanan kosmik! Perjalanan memahami diri sendiri dan kedudukan kita di semesta ini.
 
(Video ini sangat seksi, salah satu alasannya mungkin karena naratornya Morgan Freeman. :P
*tekan CC untuk subtitle bahasa Indonesia)
atau ini, yang lebih puitis:

Big-historyOiya, kalau mau belajar ilmu pengetahuan alam lebih menarik daripada yang ada di sekolah (maksudnya yang gak boring gitu :P), nih coba ikut kursus gratis di BigHistoryProject.com

Ada 10 bagian, dari Pengenalan, Bigbang, Bagaimana bintang terbentuk, Bagaimana elemen kimia muncul, Bagaimana bumi terbentuk dan terisi, Bagaimana kehidupan (di Bumi) muncul, Collective Learning, Mengapa Agrikultur penting, Revolusi Modern sampai akhirnya bagian potensi masa depan. 

Bisa dibilang cara mudah mengerti konsep pengetahuan alam, tanpa harus terlalu banyak rumus-rumus. Isinya berupa rangkuman dari segala bidang ilmu tentang manusia dan alam. Buat saya yang gak terlalu suka hitung-hitungan, materinya sangat menarik dan mudah dimengerti karena ada poster, video dan visualisasi lainnya.
Teruslah belajar dan jangan pernah cepat puas












5 ZakwanSite: January 2014 Iya, mengapa IPA itu menyebalkan? Sebagian menyebalkan sih. Dulunya. Ini sebenarnya pengalaman saya sendiri yang ketika masa sekolah menenga...
< >