Kamis, 19 September 2013

Salah Kaprah dalam penggunaan Media Sosial

6a00d83451946d69e200e553ae6b178833-640wi Sepertinya Indonesia hampir selalu ada dalam peringkat teratas sebagai pengguna terbanyak media sosial populer seperti facebook, twitter, foursquare, instagram, path dsb. Gimana nggak, pengguna internet di Indonesia ada sekitar 60~80 juta orang dan 97,5% nya aktif menggunakan sosial media. Nah, dengan jumlah pengguna yang banyak ini, haruskah kita bangga? Relatif, bangga kalau ini adalah satu pertanda melek teknologi di Indonesia. Tapi gimana kalau ternyata jumlah yang banyak ini pertanda kalau orang Indonesia kurang kerjaan sampe-sampe bisa aktif di semua media sosial? Gimana kalo kita adalah korban dari tren yang akhirnya dimanfaatkan perusahaan jejaring sosial? Gimana kalo ternyata dengan jumlah pengguna yang banyak, mayoritasnya menyalahgunakan media sosial tersebut? :(


Penyalahgunaannya paling parah bisa saja seperti kriminal, pornografi atau kecanduan sampai mengakibatkan kemalasan. Tapi yang mau saya bahas sih, kesalahpahaman atau salah kaprah dalam penggunaan media sosial. Dengan jumlah pengguna yang banyak tadi, sepertinya banyak juga jumlah orang yang salah paham dalam media sosial.


Salah kaprahnya gimana? Menurut pantauan saya, sepertinya banyak yang menganggap tiap media sosial adalah sama, termasuk konsep hubungan antar pengguna didalamnya (kadang dianggap sama seperti facebook). Padahal.. menurut saya, media sosial bertahan dan populer karena menawarkan fitur yang berbeda atau konsep yang tidak sama dengan lainnya.


Emang bedanya gimana?  Kalo dari hubungan tiap orang/penggunanya, setidaknya menurut saya begini..


  • Facebook

Kita bisa menambah teman yang kita kenal dekat, sekedar kenal atau bahkan orang yang ingin kita kenal (belum/gak kenal). Dari tiap-tiap orang tersebut, kita bisa bagi lagi dalam kelompok yang berbeda dengan menggunakan fitur list. Kita bisa masukkan kedalam list imageClose Friends (teman dekat), imageFamily (keluarga), Friends (teman biasa), imageAcquaintances (sekedar kenalan), bahkan imageRestricted (terbatas).


Fitur list ini sangat berguna untuk privasi dan prioritas dalam membagikan informasi di facebook. Contoh kita bisa memilih hanya membagikan info/status/foto kepada teman dekat, dan jika teman yang ada di dalam list orang dekat membagikan status/info, akan muncul di notifikasi facebook kita.


Kemudian contoh lainnya, teman di dalam list restricted bisa melihat info/status sebatas yang kita bagikan kepada publik. Kita bisa membagi nomor telpon hanya kepada teman (tidak termasuk kenalan) dan sebagainya.


  • Twitter

Kita bisa mengikuti update dari semua orang yang kita inginkan. Tanpa ada kewajiban bagi orang yang kita ikuti untuk juga mengikuti kita (follow back). Namun untuk dapat berkomunikasi lewat pesan pribadi (Direct Message), pengguna harus saling mengikuti. Kita bisa mengatur agar hanya orang yang kita setujui untuk mengikuti kita yang dapat melihat status kita (protected tweets). Tapi konsekuensinya, mention kita tidak dapat terbaca oleh semua orang. Salah kaprahnya, gara-gara gak semua orang tau ini, jadi suka dongkol terus nyalahin orang lain gak baca/balas mentionnya. (Baca postingan saya sebelumya tentang akun twitter yang dikunci/protected tweets)


  • Foursquare

Sebaiknya kita hanya menambah teman yang kita kenal baik, karena dari foursquare kita, orang lain bisa mengetahui lokasi terkini kita ada dimana.


  • Instagram

Konsep hubungan antar penggunanya mirip seperti twitter, hanya saja fokusnya pada sharing video atau gambar secara instan (mobile). Jadi tidak ada kewajiban untuk follow back. Dan nggak bisa DM-DMan.


  • Path

Tiap orang yang kita tambahkan sebagai teman sebaiknya adalah teman atau orang-orang yang benar-benar kita kenal dekat, dimana kita bisa mengekspresikan diri kita tanpa harus berpura-pura. Seperti kata path: “Honest, authentic, genuine, you.”

image


Sepertinya yang paling banyak salah kaprah adalah dalam penggunaan Path. Orang-orang menambah sembarang teman, padahal dalam path jumlah teman sangat terbatas, karena path percaya teori bahwa manusia tak bisa menjalankan hubungan secara aktif kepada lebih dari 150 orang dalam hidupnya. Dan harusnya nggak ada gengsi-gengsian tuh di Path, itu sebabnya kenapa kalau kita mengunjungi profil teman di path, teman kita bakal diberi tau tentang kunjungan kita tersebut. Teman dekatmu gak akan berpikiran macam-macam, cuma berpikir “oh, dia lagi pengen tau kabarku”. :)


Itu juga sebabnya di path kita bisa share hal detil seperti apa yang sedang kita baca, apa yang kita tonton, kapan kita tidur dan kapan kita bangun.


Nah banyak lagi media sosial lainnya. Bayangin apa gunanya semua media sosial itu kalau konsep hubungan antar pengguna/pertemanannya sama, fokusnya sama, fiturnya sama dsb. :|


Intinya sih..


“Nggak semua media sosial sama, kalau semua dianggap sama saja, untuk apa pakai semua?”

5 ZakwanSite: Salah Kaprah dalam penggunaan Media Sosial Sepertinya Indonesia hampir selalu ada dalam peringkat teratas sebagai pengguna terbanyak media sosial populer seperti facebook, twitter, f...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

< >