Sunday, July 21, 2013

Golden Rule: Perlakukan orang lain seperti Anda ingin diperlakukan.

Golden Rule, atau aturan emas, atau etika timbal balik (the ethic of reciprocity) adalah satu aturan yang sepertinya diajarkan dalam (hampir) semua budaya atau agama, meski disampaikan dengan kata yang berbeda-beda.

Misalnya seperti ini:

• Buddha
Jangan perlakukan orang lain dengan cara-cara yang kamu sendiri menganggap itu menyakitkan. - Udana-Varga 5.18


• Chinese (Konfusius)
Apa yang kita tidak ingin orang lain lakukan kepada kita, jangan lakukan itu kepada orang lain.- Confucius, Analects 15.23


• Hindu
Inilah sejumlah tugas: jangan berbuat kepada orang lain apa yang akan menyakitkan jika itu dilakukan padamu. - Mahabharata 5:1517

• Yudaisme (Yahudi)
Apa yang kamu benci, jangan lakukan itu pada saudaramu. Inilah seluruh Torah, selebihnya adalah penjelasan.- Rabi Hillel, Talmud, Shabbath 31a

• Kristen
Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.- Matius 7:12

• Islam
Tidaklah beriman salah seorang dari kalian hingga dia menyukai (menginginkan) bagi saudaranya segala (kebaikan) yang dia sukai bagi dirinya sendiri. – Hadist

dan banyak lagi, seperti:




• Baha'i Faith Texts
Lay not on any soul a load that you would not wish to be laid upon you, and desire not for anyone the things you would not desire for yourself.


• Jainism
One should treat all creatures in the world as one would like to be treated. - Mahavira, Sutrakritanga


• Sikhism
I am a stranger to no one; and no one is a stranger to me. Indeed, I am a friend to all. - Guru Granth Sahib, pg. 1299


• Taoism
Regard your neighbor's gain as your own gain and your neighbor's loss as your own loss. - T'ai Shang Kan Ying P'ien, 213-218


• Unitarianism
We affirm and promote respect for the interdependent web of all existence, of which we are a part. - Unitarian principle


• Zoroastrianism
Do not do unto others whatever is injurious to yourself. - Shayast-na-Shayast 13.29


• Native Spirituality
We are as much alive as we keep the Earth alive. - Chief Dan George
---------------------------------------------------------
Inti aturan tersebut adalah, perlakukan orang lain, seperti Anda ingin diperlakukan. Sebagian besar pasti setuju, tapi sepertinya, beberapa dari kita lupa prinsip ini.
BOclwTaCYAATk17 (1)
Di beberapa tempat, dimana muslim sebagai minoritas, mereka meminta kebebasan beragama.
BOcwH5cCIAAGKgY Tapi di negeri kita, dimana muslim sebagai mayoritas..

BOcwX1GCIAAk52t
hak minoritas / kebebasan beragama dihancurkan. :(
Mungkin karena kita terlalu dikotak-kotakkan oleh A, B, C dan perbedaan lainnya, kita lupa kalau kita sama-sama manusia, akhirnya terpikir kalau yang pantas mendapat perlakuan baik hanya 'saudara' seiman kita.
Padahal golden rule berlaku untuk semua manusia, dengan iman ataupun tanpa iman.
Semoga kita sadar lagi, untuk mendapat perlakuan baik, tentu sebisa mungkin harus berbuat banyak hal baik pada semua orang. Tapi jika mendapat perlakuan buruk/negatif, jangan dibalas dengan hal buruk, karena yang bakal terjadi justru keburukan yang lebih panjang.

Be a reflection of what you'd like to see in others! If you want love, give love, If you want honesty, give honesty, if  you want respect, give respect.
and..
A sadist is just a masochist who follows the golden rule. 
5 ZakwanSite: July 2013 Golden Rule, atau aturan emas, atau etika timbal balik (the ethic of reciprocity) adalah satu aturan yang sepertinya diajarkan dalam (hampir...

Saturday, July 13, 2013

Termakan Asumsi

Apa itu asumsi? Asumsi menurut KBBI adalah dugaan yang diterima sebagai dasar, atau landasan berpikir karena dianggap benar.
Kita sering berasumsi, dan secara tak sadar asumsi ini adalah cerminan dari diri kita karena pengalaman kita lah yang membentuk asumsi kita terhadap orang lain. Bingung?
Jadi gini, tiap kali kita punya asumsi terhadap keadaan orang lain, sebenarnya yang membentuk dugaan/perkiraan itu adalah hasil dari pemikiran kita jika kita dihadapkan pada keadaan yang sama.
Misal, contoh asumsi:
  • “Si dia gak ngebalas sms, mungkin dia udah gak suka lagi”, adalah cerminan diri yang kalo tidak suka (lagi), maka gak balas sms.
  • “Jadi jomblo itu ngenes”, adalah cerminan diri yang ketika menjomblo gak pernah bahagia alias gak pernah dapat kebahagiaan saat jomblo.
  • “Dianya lama balas sms/gak angkat telpon, jangan-jangan selingkuh”, adalah cerminan diri yang bisa lama balas sms karena selingkuh.
  • “Dianya lama balas sms/gak angkat telpon, mungkin lagi sibuk”, adalah cerminan diri yang gara-gara sibuk, suka jadi lama balas sms/angkat telpon.
  • “Anaknya begitu, emaknya pasti ga peduli”, adalah cerminan diri yang manja, menganggap semua orang bertindak dengan menunggu aturan mama.
Contoh lain yang paling banyak adalah asumsi manusia terhadap tuhan.
  • “Dia gak menyembah tuhan, dia bakal dihukum tuhan di neraka”, adalah cerminan diri manusia yang punya sifat gila hormat, maka yang tidak hormat akan dihukum. (Personifikasi tuhan, sama seperti kata Tuhan melihat, jodoh ada di tangan Tuhan, Tuhan duduk, dsb.)
Atau asumsi manusia ketika mencari kehidupan luar bumi, manusia mencari kehidupan di luar bumi dengan mencari keberadaan air, oksigen dan segala pendukung kehidupan makhluk bumi dengan asumsi makhluk di luar bumi juga membutuhkannya untuk hidup. Karena hanya itulah ukuran kita, standar manusia dalam melihat hal lain.
Sama seperti kita melihat orang lain, mengukurnya dengan pengalaman kita.  Ya, begitulah asumsi. Lucunya kita terlalu percaya asumsi sampai-sampai membenci suatu hal hanya karena sesuatu yang belum tentu benar (asumsi).
Tidak seharusnya kita termakan asumsi, terutama yang menimbulkan kebencian. Karena sikap orang lain belum tentu sama seperti sikap kita jika dihadapkan dalam satu keadaan. :)
5 ZakwanSite: July 2013 Apa itu asumsi? Asumsi menurut KBBI adalah dugaan yang diterima sebagai dasar, atau landasan berpikir karena dianggap benar. Kita sering ...

Thursday, July 4, 2013

Cara Mengetahui Bau Nafas Sendiri

Sering kita mencoba mengetahui bau nafas/bau mulut sendiri dengan menghembuskan nafas dari mulut ke telapak tangan. Tapi tampaknya cara ini kurang efektif, lebih sering kita mencium aroma telapak tangan kita yang harum. Nah, gimana sih cara mengetahui bau nafas sendiri?

Caranya adalah, dengan menjilat sedikit kulit lengan kita, lalu biarkan beberapa detik, kemudian dicium :))

Nah, maksimal gitu lah bau nafasnya..

Saya sendiri sering merasa bau nafas tak sedap ketika baru bangun tidur (malamnya lupa sikat gigi) atau makan tapi kemudian tidak sikat gigi dan berkumur, bisa juga waktu dehidrasi (puasa). Untuk menghilangkan bau mulut yang disebabkan hal-hal tersebut, biasanya saya berkumur setelah menyikat gigi, menyikat giginya pun disertai menyikat lidah. Karena ternyata salah satu penyebab bau mulut juga adalah lidah yang gak dibersihkan (lidah putih). Menyikat lidah ini ampuh loh, apalagi kalau sikatnya gak asal-asalan. Nafas bakal lebih segar. :D

Kalau penyebabnya dehidrasi, ya sering-sering tuh bawa air minum dan permen. Permen karet lebih bagus.

5 ZakwanSite: July 2013 Sering kita mencoba mengetahui bau nafas/bau mulut sendiri dengan menghembuskan nafas dari mulut ke telapak tangan. Tapi tampaknya cara ini ...
< >