Jumat, 28 Juni 2013

Surga dan Neraka

Jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kau menyebut nama-Nya?

Sebagai manusia biasa, tentu saya pernah berbuat salah. Tapi seperti apa yang pernah saya tulis dalam postingan sebelumnya, saat ini saya sedang berusaha berbuat lebih banyak kebaikan daripada kejahatan. Karena saya percaya menjadi manusia jahat atau baik adalah pilihan. Dan memang nyatanya hanya ada dua jenis manusia di dunia ini, manusia jahat dan manusia baik, iya kan? dan kedua jenis ini tidak stabil. Karena yang baik bisa memilih jadi jahat dan yang jahat bisa berubah menjadi baik. Tapi sekali lagi, semua manusia fitrahnya baik.

Penghalang diri saya berbuat kejahatan hanyalah kepercayaan tersebut. Bukan karena surga ataupun neraka. Bukan karena pahala ataupun dosa. Saya tak peduli dengan pahala atau dosa. Tapi saya tau, membunuh orang akan merusak tatanan sosial. Saya tau memperkosa orang lain imbasnya akan mempermalukan diri saya sendiri dan keluarga saya. Bahaya pornografi bukan karena dosa, tapi karena candunya bisa merusak otak. Bukan karena dosa. Begitu juga dengan pahala.

Kelak, saya akan mengajarkan anak-anak saya untuk berbuat kebaikan tanpa memperhitungkan pahala. Juga akan saya ajarkan mereka tak boleh memukul orang lain bukan perkara dosa, tapi karena itu rasanya sakit, nak! Berapa banyak dari kita yang berkata berbagi/berbuat baiklah tanpa mengharap imbalan tapi mengharap pahala? Berapa dari kita yang dihadapkan pada dua pilihan, lalu memilih salah satunya dengan berkata “mending gue pilih ini deh, udah enak dapat pahala lagi”. Apakah kita tulus berbuat kebaikan?

Banyak pahala akan ke surga, lebih banyak dosa akan ke neraka. Tapi saya tak tau pasti kemana saya setelah mati, surga kah? Neraka? atau tidak kedua-duanya? Sebagian manusia percaya pada akhirnya manusia akan kekal di surga atau neraka. Sementara lainnya percaya bahwa ketika manusia mati atom tubuh akan tertiup ke angkasa dalam disintegrasi tata surya, untuk kekal sebagai massa atau energi. (Karena energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain tapi tidak bisa diciptakan ataupun dimusnahkan.)

Nah, katanya di surga kita boleh minta apa saja, saya sih kalau masuk surga sepertinya akan meminta semua orang di neraka untuk masuk surga. Tidak boleh? Atau katanya nanti kita semua akan lupa dengan permintaan ini karena terlalu menikmati surga? Ah, tapi seperti kisah di Quran 37:50-57, di surga kita masih ingat sama orang lain kok.
----------
37:50
Lalu sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain sambil bercakap-cakap.

37:51
Berkatalah salah seorang di antara mereka: "Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) mempunyai seorang teman,

37:52
yang berkata: "Apakah kamu sungguh-sungguh termasuk orang-orang yang membenarkan (hari berbangkit)?

37:53
Apakah bila kita telah mati dan kita telah menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan?"

37:54
Berkata pulalah ia: "Maukah kamu meninjau (temanku itu)?"

37:55
Maka ia meninjaunya, lalu dia melihat temannya itu di tengah-tengah neraka menyala-nyala.

37:56
Ia berkata (pula): "Demi Allah, sesungguhnya kamu benar-benar hampir mencelakakanku,

37:57
jikalau tidaklah karena nikmat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka).
----------
Tuhan, jika manusia ke surga karena nikmat-Mu, pastilah manusia ke neraka juga atas kehendak-Mu. Karena itu, aku rela dengan segala kebaikan yang telah kuupayakan, dengan segala keterbatasan pikiranku akan keberadaan-Mu saat ini, bila di tempatkan di neraka. Aku rela ditempatkan disana.

Toh, disana, di akhirat, akupun menjadi berguna, berguna sebagai bahan bakar nerakamu. Toh, keterbatasan pikiranku akan keberadaanmu juga atas kuasamu.
5 ZakwanSite: Surga dan Neraka Jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kau menyebut nama-Nya? Sebagai manusia biasa, tentu saya pernah berbuat salah. Tapi seper...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

< >