Senin, 24 Juni 2013

Opportunity Cost

Baru-baru ini harga BBM naik, tentu kata ‘naik’ ini adalah dari sudut pandang masyarakat pengguna. Nah, malam hari tanggal  22 Juni, sebelum harga BBM di SPBU berubah, orang berbondong-bondong mengisi bahan bakar, rela mengantri panjang bahkan sampai berjam-jam. Apakah Anda ikut mengantri disana? Apakah Anda telah memperhitungkan opportunity cost saat itu?

Apa itu opportunity cost? Opportunity cost atau dalam bahasa Indonesianya biaya peluang adalah kesempatan yang hilang akibat kita memilih alternatif. Opportunity cost biasa terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Contohnya, jika kita punya uang Rp. 50.000, lalu dihadapkan pada pilihan uang tersebut digunakan untuk mentraktir nonton film berdua atau makan. Lalu ketika kita memilih salah satu diantaranya, kesempatan atau peluang lain yang hilang adalah opportunity cost bagi kita. Misal, kita memilih menonton film di bioskop, ada kepuasan menonton film berdua, tapi kita kehilangan uang 2 kali makan. Atau sebaliknya, digunakan untuk makan tapi kehilangan kesempatan menonton berdua. Hidup adalah pilihan.. :)

Lalu apa opportunity cost saat mengantri beli BBM itu bagi saya? Jika saya pengguna sepeda motor, dan tangki motor saya mampu menampung bahan bakar hingga 3 liter. Artinya saat itu saya mengantri demi Rp. 6.000. (karena kenaikan harga premium Rp. 2.000/liter, dikali 3 liter). Tapi karena opportunity cost, saya memilih untuk tidak mengantri, bagi saya membeli makan/cemilan seharga 6.000 saat itu lebih berharga daripada mengantri berjam-jam. Bagi saya daripada mengeluarkan Rp. 6.000 malam itu, lebih berharga untuk menonton TV dikamar sambil tidur-tiduran. Opportunity cost tidak melulu soal uang.

Tapi (mungkin) lain ceritanya jika saya harus mengisi tangki  bahan bakar mobil, karena kapasitas tangki yang lebih besar dan artinya selisih yang ditanggung juga besar, bisa saja saya lebih memilih untuk mengantri. Beda orang, beda pengorbanan. Beda pekerjaan, beda pengorbanan. Ada orang yang setiap detiknya adalah uang. Lebih menguntungkan baginya untuk mencari uang daripada mengantri berjam-jam.

Opportunity cost tidak melulu soal uang. Seringkali juga soal waktu. Contoh dari opportunity cost lainnya adalah, ketika bangun pagi-pagi, kita bisa memilih untuk nonton TV, membaca atau berolahraga. Atau saat di perjalanan, kita bisa memilih untuk tidur atau membaca buku. Membaca buku mungkin menambah wawasan, tapi disisi lain kita membutuhkan tidur karena kelelahan. Kesempatan yang hilang dari memilih salah satunya adalah opportunity cost. Opportunity cost adalah pengorbanan.

Nah, seringkali orang yang suka perhitungan soal uang, justru tidak menghitung opportunity cost. Misal, suka pelit, padahal dengan berbagi bisa saja dia tidak akan pernah kekurangan di kemudian hari. Tapi bisa juga loh pelit adalah hasil dari perhitungan opportunity cost, bisa saja memang menurut perhitungannya, pengeluaran yang ditahan itu bisa digunakan untuk keperluan lain dalam waktu cepat (yang tentu kita tidak tau, makanya kita anggap pelit).

Oiya, diatas tadi saya tulis kenaikan BBM adalah dari sudut pandang masyarakat sebagai pengguna, Itu karena bagi pemerintah, ada opportunity cost jika harga BBM tidak dinaikkan, pengorbanan tersebut adalah.. anggaran yang seharusnya bisa digunakan untuk lain hal, malah habis untuk menanggung subsidi. Jadi, coba kita terima saja kenaikan BBM, semoga anggaran tersebut bisa digunakan dengan baik.

5 ZakwanSite: Opportunity Cost Baru-baru ini harga BBM naik, tentu kata ‘naik’ ini adalah dari sudut pandang masyarakat pengguna. Nah, malam hari tanggal  22 Juni, sebelum...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

< >