Kamis, 13 Juni 2013

Membunuh Hantu

Malam Jumat, malam dianggap lebih horor dari malam-malam lainnya. Hmm, saya masih ingat betul bagaimana ketakutan saya dulu terhadap hantu. Padahal saya sendiri belum pernah melihatnya.
Soal cerita-cerita yang pernah saya ceritakan? Saya rasa itu khayalan saya sendiri.200px-Ghostbusters_logo.svg


Sekarang, saya meyakini hantu itu tidak ada. Oke, akan saya update artikel ini jika saya tiba-tiba melihatnya dan yakin itu benar-benar hantu. hehe.
Saya telah mencoba membunuh hantu! Membunuh hantu dari pikiran saya. Bagaimana caranya?


Coba pikirkan, kenapa hantu di tiap daerah berbeda-beda? Itu karena memang hantu dilahirkan dari agama, keyakinan, lingkungan dan adat, yang tentu saja berbeda-beda bagi tiap daerah dan tiap individu. Masyarakat eropa bisa takut dengan Bloody Mary, orang Indonesia? :)
Doktrin-doktrin dari agama, adat dan lingkungan kita lah yang melahirkan hantu di pikiran kita. Jadi bagaimana cara membunuhnya? Yaitu dengan cara membebaskan pikiran kita dari doktrin-doktrin itu.


Ya, sesimpel itu.


Hantu itu tidak ada jika ita tidak mempercayainya. Selama ini kamu merasa aman-aman saja berada di rumahmu. Tapi bagaimana perasaanmu ketika ada orang yang terlihat meyakinkan bagimu, menceritakan bahwa dulu di tanah berdirinya rumahmu adalah bekas kuburan? Atau pernah terjadi kasus bunuh diri/pembunuhan disana? Takut? Padahal sebelumnya kamu tidak merasakan apa-apa. Atau kamu buru-buru mengingat hal-hal aneh yang dulu dianggap sepele, dan sekarang kamu menghubung-hubungkannya dengan cerita tersebut? Begitulah hantu bekerja di pikiran kita. Bunuh dia, awali dengan tidak mempercayai mentah-mentah doktrin itu.


Hantu lahir berdekatan dengan lahirnya tuhan di pikiran setiap manusia. Setiap manusia yang mempercayai adanya tuhan, biasanya juga mempercayai adanya hantu.
Ironisnya, sebagian besar lebih takut pada hantu, daripada tuhan. Ayo ngaku? :) Dengan ketakutanmu, sama saja mengatakan hantu lebih kuat dari tuhanmu.


Jika tuhan lahir di pikiran manusia ketika manusia sendiri tak tau bagaimana bisa menjelaskan kejadian-kejadian (misteri) di alam ini (God of the gaps), hantu lahir salah satunya adalah ketika manusia yang masih hidup tak tau pasti kemana manusia pergi setelah mati. Juga ada lagi hantu-hantu yang lahir dari cerita masyarakat/kabar dari orang lain. Tentu, kelahiran hantu dari manusia-manusia ini punya tujuan. Ketika manusia lainnya takut pada cerita hantu yang diciptakannya, maka manusia yang takut itu bisa diarahkan pikirannya. Bisa dikuasai!


Dan korbannya adalah anak-anak, contoh: Awan, anak tetangga saya dulu di Jakarta, suka bermain diluar rumah sampai menjelang Maghrib. Ketika Awan tak mau diajak masuk ke rumah, ibunya mendoktrin Awan dengan cerita kolong wewe. "Awas lo main diluar maghrib-maghrib, nanti diculik kolong wewe! Masuk!". Awan pun langsung pulang, masuk kerumahnya. Alih-alih mendoktrin cerita hantu, ibu Awan bisa menjelaskan alasan lain bukan?


Korban anak-anak itu termasuk kita, ketika masih kecil dulu. Mungkin orang tua kita tidak menumbuhkan rasa takut pada hantu, tapi media telah menumbuhkannya. Manusia yang sejak kecil didoktrin cerita hantu, merasakan kesenangan  atau mendapat sensasi ketika melihat/mendengar cerita hantu di media, sampai mereka dewasa. Itulah mengapa ada wahana rumah hantu dan orang-orang yang mencari cerita hantu di timeline twitter.


Korban-korban ini juga bisa orang dewasa. Seseorang yang menceritakan pengalamannya sendiri tentang hantu, bisa mendapat kepuasan karena ‘mungkin’ dianggap pemberani. Atau kepuasan dari rasa ketika orang lain tidak pernah merasakan apa yang dirasakannya. Keuntungannya lainnya bermacam-macam, terutama bisa menghasilkan duit. Contoh ekstrim, teror hantu bisa disebarkan di sebuah perkampungan, akibatnya? Masyarakat ketakutan, ketakutan ini bisa dimanfaatkan untuk melakukan pencurian. Nah! Bahaya kan kalau pengecut?


Bunuhlah hantu, jangan biarkan generasi penerus kita menjadi generasi penakut pada hantu! :)

5 ZakwanSite: Membunuh Hantu Malam Jumat, malam dianggap lebih horor dari malam-malam lainnya. Hmm, saya masih ingat betul bagaim...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

< >