Senin, 10 Juni 2013

Keyakinan.

Halo, salam sejahtera! Sebelum membaca artikel ini ada baiknya memulai berdoa, mungkin?


Berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Berdoa dimulai.


Ah, saya sudah jarang menulis di blog. Sulit merangkai kata-kata karena kepala saya dipenuhi pertanyaan-pertanyaan besar yang sampai sekarang saya sendiri masih mencari jawabannya. Pertanyaan-pertanyaan itu memenuhi kepala saya sehingga saya kesulitan untuk membagi pikiran saya ke lain hal. Ya, saking banyaknya pertanyaan ini saya menghabiskan waktu setiap hari, setiap malam untuk menemukan jawabannya.


Saya lahir di keluarga muslim, saya dibesarkan di daerah yang (kata orang) sangat kental dengan nuansa Islam, Aceh. Saking kentalnya kehidupan saya dengan Islam, dulu saya sensitif jika mendengar agama lain. Apapun, pokoknya agama saya yang paling benar! dan orang-orang beragama lain adalah orang jahat yang akan membuat saya masuk neraka.


Kata guru SMA saya, bersyukurlah orang-orang yang dilahirkan di keluarga Islam. Karena tak perlu melakukan pencarian (hidayah) lagi. Dilain waktu, guru saya berkata… adalah kesalahan umat agama B untuk tidak mencari kebenaran selama hidupnya karena itu mereka akan masuk neraka.


Sejak saat itu saya berpikir, jika kita harus bersyukur karena terlahir di lingkungan A. Bukankah umat agama B juga pasti pun berpikir.. harus bersyukur jika dari awal terlahir di keluarga beragama B, karena jika beragama A akan masuk neraka? Mulai saat itu, saya melakukan pencarian.


Tapi pertanyaan-pertanyaan itu bukan baru muncul waktu saya SMA. Semua berawal saat saya mulai masuk TK, saya mulai belajar mengaji dan seiring berjalannya waktu, saya masuk TPA (Taman Pendidikan AlQuran) di kampung saya, dan lumayan sering menjadi juara disana karena minat saya yang tinggu untuk mempelajari agama. Dalam ketertarikan itu, saya suka membaca kisah-kisah rasul, dari sana saya mengenal cerita Adam dan Hawa. Kemudian pertanyaan pertama muncul...


Dalam agama Islam diajarkan bahwa tuhan maha tahu, tuhan maha kuasa. Kemudian tuhan menciptakan manusia, tuhan ciptakan setan dengan sifatnya, tuhan ciptakan pohon khuldi, lalu tuhan melarang manusia memakan buahnya. Padahal tuhan maha tahu, yang artinya tuhan pasti tahu manusia akan memakannya kan? Tuhan sudah tahu semua ceritanya. Tapi tuhan menghukum manusia tinggal di bumi hanya karena memakan buah khuldi. Khuldi pun dianggap menjadi simbol pembangkangan pertama manusia. Walaupun dikatakan manusia memakan buah itu atas godaan setan yang punya sifat iri yang juga diciptakan tuhan.


Artinya memang tuhan ciptakan manusia dengan kemampuan membangkang didalamnya dan tuhan ciptakan setan yang dengan izinnya juga akan kekal hingga kiamat akan selalu menggoda manusia. Lalu salahkah manusia itu tidak beriman padanya? Mengapa tidak tuhan ciptakan saja manusia semua menyembahnya? Berarti memang tuhan yang maha penyayang mau sebagian manusia ada di neraka.


Tahun 2004, saya pindah ke Jakarta karena bencana tsunami. Bagi masyarakat Aceh, tsunami adalah cobaan dari Allah, untuk umat yang taat. Kalau saya boleh blak-blakan, menurut orang Aceh jika bencana ini diturunkan untuk wilayah lain di Indonesia, kemungkinan orang lain tidak akan kuat, karena prinsipnya “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”. Nah, saya pun mencoba bertanya pendapat orang lain, dan ternyata tak sedikit yang jujur mengatakan pendapatnya pada saya bahwa justru itu adalah azab untuk daerah yang sombong dan munafik karena mengaku sebagai serambi Mekkah tapi serakah dengan kekuasaan dan merasa paling taat. Hmm, tak ada benar dan salah bagi saya, bencana adalah bencana. Bukan disebut cobaan, ataupun azab hanya gara-gara merasa diri benar dan yang lain salah. Bukan harus dibiarkan karena yang terkena bencana berbeda keyakinan.


Sejak kepindahan saya dari Aceh, segala terasa berbeda, saya jadi merasakan adanya kemajemukan di Indonesia ini, setiap manusia di negeri berbeda-beda. Apalagi jika kita bicara manusia di seluruh muka bumi. Tiap orang memiliki kepribadian, karakter dan pemikiran masing-masing. Saya pun mulai mengenal orang-orang lain yang ternyata tidak selalu sama dengan (kepercayaan) saya. Seorang teman sekelas di SMP saya misalnya, saya menanyakan tentang kisah Adam menurut kepercayaannya. Mirip.. bedanya ada buah apel dan ular yang menggoda manusia disana. Karena kemiripan itu, akhirnya saya tertarik membaca Injil.

Bicara soal kepercayaan, ada banyak A6L5AhICAAAFr82kepercayaan di muka bumi ini, yang jumlahnya menurut saya hampir menyamai jumlah penduduk bumi saat ini. Mengapa? karena saya yakin tiap orang memiliki keyakinannya masing-masing. Contoh, di Islam.. ada muslim yang percaya tak memakai jilbab tak apa. Ada muslim percaya memakai jilbab adalah kewajiban. Nah, memakai jilbab pun ada lagi golongannya. Hijab stylish, hijab syari, yang pake hijab tapi pake jeans juga ada.

Trus ada muslim yang merayakan ulang tahun, ada yang berpendapat dalam bentuk apapaun ulang tahun haram dirayakan karena nabi tidak pernah merayakannya. Jadi, adakah Islam 100% sekarang? Sedikit. Kenapa? Ya karena tak diam-diam tak semua yang ngaku muslim setuju dengan aturan dalam Islam. Eh soal istilah ngaku Islam 100% juga aneh sih, berarti ada Islam yang 30%, 75% dsb ya? :) Contoh lain? Jika Anda Islam (terlebih jika ngaku 100%), apakah Anda setuju poligami? :) atau Anda setuju pacaran?


Nah, selain perbedaan-perbedaan itu, ada lagi perbedaan aliran-aliran di dalam Agama. Contoh lagi didalam Islam dikatakan akan terpecah menjadi 73 golongan, tetapi hanya satu golongan yang masuk surga. Kekacauan terjadi, ketika semua perbedaan itu berusaha diseragamkan. Kekacauan terjadi, ketika yang berbeda kita tolak dan olok-olok. Toh kalau memang percaya Tuhan maha tau maha kuasa, bukankah segala perbedaan itu atas izin dan kuasa Tuhan? Mengapa semua harus sama dengan keyakinanmu? Yang tak bertuhan saja tak menginginkannya, yang diinginkan hanya dunia yang nyaman tanpa kekerasan atas nama agama. Terserah agamanya apa, yang mereka inginkan hanya tak ada diskriminasi.


Muslim juga wajib meyakini 4 kitab yang turun dari Allah, yang menurut urutannya adalah Taurat, Zabur, Injil dan terakhir Al-Quran. Tapi umat Islam hanya meyakini Al-Quran sebagai kitab suci Allah yang asli, yang lainnya sudah mengalami perubahan isi oleh manusia. Kemudian pertanyaan lainnya muncul..


Darimana kita tau satu hal adalah palsu jika kita tak bisa menunjukkan yang asli? Mengapa tuhan menurunkan banyak kitab? Mengapa bisa multitafsir? Jika AlQuran adalah penyempurna, mengapa kitab dari Allah perlu penyempurnaan? Bukankah tuhan bisa saja menciptakan satu panduan yang sudah sempurna dari awal? yang juga atas maha kuasanya, kitab itu tak akan bisa diubah oleh manusia? Bukankah manusia saja bisa menciptakan buku panduan yang mudah dimengerti oleh manusia lainnya? Mengapa harus ada banyak kitab yang akhirnya malah menyebabkan perpecahan? Atau jangan-jangan setiap kitab adalah hasil dari proses ATM?


Ah sudahlah. Masih banyak lagi pertanyaan di kepala saya saat ini. Lalu apa yang saya yakini saat ini? Tidak perlu ada nama mungkin. Karena keyakinan adalah milik pribadi tiap individu. Seperti saat berdoa, kita berhak memilih tidak berdoa atau berdoa menurut kepercayaan atau keyakinan kita masing-masing. :)


Yang jelas saya menganut sebuah kepercayaan. Saya percaya hanya ada 2 jenis manusia di dunia ini. Manusia yang  baik dan manusia yang jahat. Keduanya bisa memberi arti bagi orang lain. Arti positif maupun arti negatif. Dan saya memilih untuk semaksimal mungkin memberi arti positif untuk orang banyak.


BJuPHeOCAAAwgVzBegitulah cara saya mensyukuri hidup, karena saya yakin hidup cuma sekali, terlalu sayang jika sebagian besar waktunya dibuang untuk membenci manusia lain.

Hidup ini cuma sekali, jadikan berarti, lalu mati. :) Salam Damai..

We must question the story logic of having an all-knowing all-powerful God, who creates faulty Humans, and then blames them for his own mistakes. —Eugene Wesley Roddenberry

dan oh ya, jangan takut bertanya. Iman yang buta akan menerima apa saja, tapi dengan bertanya, kamu akan mencari jawaban, dan justru mungkin akan memperkuat Iman :)

5 ZakwanSite: Keyakinan. Halo, salam sejahtera! Sebelum membaca artikel ini ada baiknya memulai berdoa, mungkin? Berdoa men...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

< >