+ -

Pages

Thursday, December 26, 2013

Mengenang 9 tahun tsunami. Siapkah kita jika terjadi lagi?

Hari ini tepat dengan 9 tahun kejadian gempa dan tsunami di Aceh dan beberapa bagian negara lainnya. Seperti biasa di tahun-tahun sebelumnya, timeline twitter saya dipenuhi dengan tweet-tweet mengenang kejadian dahsyat ini.

Iya, gempa dan tsunami saat itu begitu dahsyat, goncangan bumi yang paling kuat yang pernah saya rasakan sampai-sampai saya tak sanggup berdiri saat itu.

Tahun ini, tak seperti tahun sebelumnya, saya tak ingin berlarut dalam kesedihan itu, dan saya rasa sebagian besar rakyat Aceh juga sudah move on dari kejadian ini. Saya sendiri lebih memilih memperingati masa kini dengan isu siapkah kita jika terjadi kejadian serupa?

Iya, banyak yang meninggal saat tsunami 2004 karena ketidaksiapan, kebingungan apa yang sebenarnya terjadi. Seperti saya sendiri saat itu, bingung harus berbuat apa, saya ikut lari mengikuti arus ribuan manusia yang juga berlari ke satu arah, menjauh dari pesisir.

Sementara, saat itu dikabarkan, satu pulau yang juga masuk dalam wilayah provinsi Aceh, pulau Simeulue, yang secara letak geografis lebih dulu terkena gelombang tsunami, jumlah korban jiwanya hanya 7 orang. Itu sangat kecil jika dibandingkan dengan wilayah lainnya yang terkena dampak.

Ternyata, masyarakat Simeulue telah mengenal tsunami dari kearifan lokalnya. Cerita turun-temurun lewat nyanyian rakyat memberitahu warga Simeulue apa yang harus dilakukan jika terjadi gempa besar.
beginilah liriknya:

Enggel mon sao curito
Inang maso semonan
Manoknop sao fano
Uwi lah da sesewan
Unen ne alek linon
Fesang bakat ne mali
Manoknop sao hampong
Tibo-tibo mawi
Anga linon ne mali
Uwek suruik sahuli
Maheya mihawali
Fano me singa tenggi
Ede smong kahanne
Turiang da nenekta
Miredem teher ere
Pesan dan navi da

yang artinya:

Dengarlah sebuah cerita
Pada zaman dahulu
Tenggelam satu desa
Begitulah mereka ceritakan
Diawali oleh gempa
Disusul ombak yang besar sekali
Tenggelam seluruh negeri
Tiba-tiba saja
Jika gempanya kuat
Disusul air yang surut
Segeralah cari
Tempat kalian yang lebih tinggi
Itulah smong namanya
Sejarah nenek moyang kita
Ingatlah ini betul-betul
Pesan dan nasihatnya

(dikutip dari https://www.facebook.com/permalink.php?id=275107325946280&story_fbid=277995378990808)

Nah, lagu tadi adalah lagu dalam bahasa Devayan, masyarakat/suku yang mendiami pulau Simeulue.

Masyarakat Simeulue telah mengenal gelombang besar atau tsunami itu dengan nama Smong dari kejadian ratusan tahun lalu dan diceritakan lewat lagu tersebut. Namun, ternyata perlu dicatat bahwa tak semua tsunami ditandai dengan air yang surut.

Saat tsunami (yang disebabkan pergerakan lempengan bumi) terjadi, ada gelombang positif dan gelombang negatif. Dalam kejadian tahun 2004, gelombang tsunami yang bergerak ke barat (Sri Lanka, Maladewa..) dari titik lempeng adalah gelombang positif, sedangkan gelombang tsunami yang bergerak ke arah timur (Aceh) adalah gelombang negatif, dimana gelombang negatif ini bergerak tanpa ciri-ciri air laut yang surut dan kekuatannya lebih merusak.
Kebetulan pergerakan lempeng di barat Sumatera mengakibatkan tsunami dengan ciri-ciri demikian, sehingga "warning system" masyarakat Simeulue bekerja dengan baik. Maka bisa jadi ini mitos yang berbahaya (terutama bagi wilayah lain selain barat Sumatera) mengingat pergerakan lempengnya berbeda-beda dan akan menimbulkan gelombang tsunami yang berbeda pula (tidak ada tanda-tanda air surut, tiba-tiba gelombang tsunami menerjang).

Jika ingin penjelasan lebih jelas, sila lihat video berikut ini, Kronologis detik-detik Tsunami 2004:

(lompat ke menit 42:40, gambaran tentang gelombang positif dan negatif)

Hal ini mengingatkan kita bahwa manusia benar-benar rentan terhadap bencana alam, dimanapun dan kapanpun. Terutama jika tsunami terjadi, kita belum punya warning system yang pasti.

Saya tadi posting beberapa tweet tentang ketidaksiapan ini:


Terus kebetulan setelahnya juga ada tweet dari mbah @sudjiwotedjo tentang penyebutan bencana yang terlalu sadis bagi alam. Hm, ada benernya juga, apa yang kita sebut bencana alam ini kan cara alam menyeimbangkan diri, seperti kita ketahui Bumi dan alam ini terus berkembang dan wajahnya akan berubah, baik karena 'bantuan' manusia (longsor)  maupun bukan (seperti gempa, tsunami).





Ya begitulah menurut saya, kita sebut bencana alam jika menurut kita itu merugikan dan harus dihindari (dengan siaga dan mitigasi bencana), bisa kita sebut 'sabda alam' seperti mbah @sudjiwotedjo katakan jika kita dapat mengambil pelajaran darinya. Kedua-duanya bisa berdampingan.

Semoga bermanfaat.
5 ZakwanSite: 2013 Hari ini tepat dengan 9 tahun kejadian gempa dan tsunami di Aceh dan beberapa bagian negara lainnya. Seperti biasa di tahun-tahun sebelumnya...

Saturday, December 21, 2013

Siapa Saja Ateis di Antara Kita?

IA
Awal bulan Januari 2012, seperti dilaporkan dalam surat kabar: lelaki bernama Alex Aan ditahan polisi karena tulisannya di Facebook “Tuhan tidak ada”. Alex juga sempat mengumumkan bahwa ia tidak percaya malaikat, setan, surga atau neraka.  Dan karena itu, ia dikenal sebagai seorang ateis. Saya tidak tahu apakah Alex telah berbuat hal lain, selain yang sudah disebut oleh koran, sehingga ia menghadapi ancaman 5 tahun penjara.  Tapi kasus ini membuat saya bertanya “Kenapa ateisme begitu disikapi dengan kecurigaan di Indonesia? Apakah seseorang yang menyatakan bahwa ia tidak percaya pada Tuhan benar-benar menyinggung agama? Apakah hanya ateis yang tidak percaya pada Tuhan? Dan Tuhan yang mana?”

Ateis secara umum diartikan sebagai “tidak percaya pada tuhan”. Sedangkan, di Indonesia, dikenal semboyan “Tuhan yang maha Esa”.  Tuhan itu satu.  Tapi bila Tuhan itu satu, mengapa titahnya begitu berbeda dari agama satu dan lainnya, dan bahkan bisa bertentangan?

Sebagai contoh, umat Islam memiliki buku suci mereka sendiri dan Allah sendiri, masing-masing terpisah dari orang-orang Kristen. Banyak Muslim dan Kristen akan menganggap dewa dalam bentuk seekor gajah atau monyet (dewa Hindu Ganesha dan Hanuman) hanyalah mitos. Saya kira, pemeluk agama Hindu tidak akan senang jika mereka harus menyembah Allah atau Yesus Kristus. Ini berarti bahwa jika Anda meyakini atau memeluk agama tertentu, Anda biasanya akan tidak percaya pada dewa-dewa atau Tuhan lain selain Tuhan agama Anda sendiri. Artinya, orang beragama bisa dianggap ateis (tidak mempercayai) tuhan dan dewa-dewa agama-agama lain.

Bahkan aliran yang berbeda dari agama yang sama dapat memiliki keyakinan yang berbeda. Pertimbangkan dua komunitas utama Islam di Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. NU percaya bahwa tahlil (mengucapkan doa untuk orang mati) adalah suatu yang Islami, karena ritual tahlil adalah dzikir (mengingat dan menghormati Allah). Namun, praktik ini dianggap sesat oleh Muhammadiyah. Jadi, pujian untuk Allah bagi suatu aliran bisa dianggap sebaliknya oleh aliran lain.

Berbagai denominasi Kristen juga memiliki perbedaan mereka; Protestan dan Katolik, misalnya. Protestan tidak berdoa kepada Santa Perawan Maria. Alasannya? Mereka percaya bahwa Alkitab menyatakan bahwa Yesus adalah satu-satunya pengantara antara manusia dan Tuhan. Berikut adalah petikan yang sering dikutip mereka: “Karena ada satu Allah, dan satu pengantara antara Allah dan manusia, yaitu Yesus Kristus ” (1 Timotius 2:5).  Protestan biasanya menganggap doa orang-orang Katolik terhadap Bunda Maria sebagai penyembahan berhala.

Di sisi lain, Katolik percaya bahwa karena Tuhan memilih perempuan ini untuk menjadi ibu dari Yesus, ada tempat khusus bagi sang Bunda dalam agama mereka.  Karena itu, penghormatan terhadap sang perempuan adalah rasa hormat kepada Allah dan mereka mempunyai berbagai pujian terhadap Maria. Bahkan, dalam doa Rosario, mereka harus mengucapkan berpuluh kali doa  ”Salam Maria“.

Ada lebih banyak lagi perbedaan antara Protestan dan Katolik, salah satu yang penting adalah kepercayaan antara surga dan neraka. Katolik percaya bahwa kebanyakan orang pada akhirnya akan pergi ke surga setelah mati (bahkan beberapa ajaran menyebutkan semua manusia akhirnya akan masuk surga). Namun, mereka yang dianggap belum “layak” untuk langsung menuju ke tempat indah ini karena dosa-dosa mereka, akan dikirim terlebih dahulu ke dalam api penyucian – yaitu, tempat untuk penyiksaan sampai mereka bersih dari kesalahan mereka.

Tetapi, tidak ada api penyucian dalam Protestan. Mereka biasanya percaya bahwa orang akan pergi ke surga atau neraka, tidak ada di antara keduanya. Jadi, dalam agama yang sama pun, Tuhan tampaknya memiliki aturan yang berbeda.  Memang, kebiasaan suatu agama atau bahkan aliran dapat dianggap di mata orang lain. Jika kita berbicara tentang agama-agama di dunia, bisa Anda bayangkan perbedaan mereka? Berapa macam surga, neraka dan dewa-dewa yang ada?

Ketika Agama Dianggap Ateis


Beberapa abad  yang lalu, Roma menganut paham politeisme (percaya terhadap banyak tuhan), dan pada umumnya cukup toleran terhadap agama-agama lain. Mereka bahkan sering mengadopsi dewa-dewa orang lain. Namun, kepercayaan pada satu Tuhan dianggap aneh bagi penduduk Mediterania kuno. Akibatnya, banyak orang Yunani, Romawi dan Mesir memandang dengan kecurigaan agama baru saat itu, Kristen. Bahkan, tersebar isu bahkan orang-orang Kristen itu kanibal, karena mereka memakan tubuh Kristus.  Dan mereka dianggap “ateis”.

Pada 64 M, selama pemerintahan Kaisar Nero (37-68), api mengoyak Roma selama enam hari. Kota Roma hampir hancur. Dalam kemarahan, rakyat menyalahkan Kaisar yang tidak bisa menangani tragedi ini. Nero segera menuding jarinya kepada orang-orang Kristen, untuk mengalihkan kemarahan rakyatnya. Nero memerintahkan beberapa pentolan kelompok “ateis” ini ditangkap. Orang-orang Kristen yang ditangkap ini, kemudian disiksa untuk menyerahkan nama orang-orang Kristen lainnya. Dan mereka-mereka ini dihukum, antara lain, dengan dijadikan santapan singa, dengan ditonton oleh publik Roma.

Ateis – Berbeda pada Waktu dan Tempat


Kristen adalah korban dalam cerita itu, tapi mereka kemudian menjadi para penganiaya di lain waktu. Selama Perang Salib, orang-orang Kristen menyatakan perang terhadap kaum politeis dan Muslim. Intinya adalah, dalam era yang berbeda dan di tempat yang berbeda, berbagai dewa atau tuhan dapat dianggap lebih benar dan asli daripada yang lain. Yang dianggap sebagai ateis juga dapat bervariasi. Bila dulu, Kristen dianggap ateis oleh para politeis Roma, pada jaman lainnya orang Kristenlah yang menuduh politeis sebagai ateis. Seringkali, kita dapat dianggap ateis oleh orang-orang dengan sistem kepercayaan yang berbeda.Karena itulah, Stephen Roberts yang mendeklarasikan dirinya sebagai ateis, pernah berkata: “Sebenarnya kita berdua adalah ateis. Aku hanya percaya pada satu tuhan lebih sedikit daripada Anda.”

___________________________________________________________

oleh Soe Tjen Marching, di facebook notenya.

Tulisan Soe Tjen Marching ini menarik bagi saya, ateis secara umum diartikan tidak percaya pada tuhan. Kalau begitu, bukankah setiap pemeluk agama saat adalah ateis bagi agama lainnya? Karena tidak percaya pada tuhan yang ada di agama lain.
Seperti kata Stephen Roberts itu:

“I contend that we are both atheists. I just believe in one fewer god than you do. When you understand why you dismiss all the other possible gods, you will understand why I dismiss yours.”
5 ZakwanSite: 2013 Awal bulan Januari 2012, seperti dilaporkan dalam surat kabar: lelaki bernama Alex Aan ditahan polisi karena tulisannya di Facebook “Tuhan...

Thursday, December 19, 2013

#ObrolanTaksi: "Emang situ doang yang mau duit?"

Hujan-hujan nyari taksi di Bandung itu susahnya minta ampun. Yang lagi nggak hujan aja taksi dijalan jarang ada yang kosong, emang harus di reservasi dulu. Tapi reservasi taksi waktu hujan emang butuh perjuangan, dari sekian banyak perusahaan taksi, semuanya sibuk, nggak ada yang angkat telpon. Kalo pun di angkat, ujung-ujungnya "Maaf pak, saat ini kami full order, kami tidak dapat memastikan ada taksi kosong dalam beberapa jam ke depan."
Akhirnya harus nelpon berulang-ulang dan nanya perusahaan yang beda-beda. Pfft

Hari ini, saya mau berangkat ke Stasiun KA Bandung, dari sekian banyak taksi yang ditelpon, akhirnya ada dua perusahaan yang bilang "mohon ditunggu pak selama 30 menit, akan konfirmasikan lagi."

Beberapa menit menunggu, masuk sms dari satu perusahaan dan bilang kalo taksinya tetap belum ada "konfirmasi apakah tetap ingin menunggu atau membatalkan?" | "Batal." *hopeless* Tapi untungnya setelah sms terkirim, ada sopir taksi yang nelpon "Pak, taksinya sudah didepan." Akhirnyaaaa :D

Sopir taksi kali ini namanya Pak Ahmad. Pak Ahmad ramah banget, ya emang rata-rata sopir taksi dari perusahaan ini dikenal asik asik dan ramah ramah sih..

Saya mulai curhat susahnya nyari taksi kalau lagi hujan.

"Wah iya, di pool tadi ngantri pesanannya. Ini juga dari STT (Telkom University maksudnya) ada 3 yang nunggu, saya sepanjang jalan tadi ditanyain kosong nggak, saya bilang aja udah ada yang pesan."
"Kenapa ya pak nggak ditambah aja mobilnya? Masa tiap hujan penuh gini terus" Si bapak jawab "Oh, nggak boleh sama taksi lain!"
Saya kaget, atas dasar apa taksi lain ngelarang-larang? Ternyata kalo menurut si bapak, karena sirik taksi ini (sebut merek) dan rata-rata orang lebih tertarik untuk menggunakan jasanya, apalagi terhitung pendatang baru di kota Bandung. Perusahaan ini punya armada sekitar 221 taksi, itu terhitung sedikit, ada perusahaan lokal yang juga ternama itu punya sekitar 700an mobil. Belum lagi perusahaan-perusahaan lainnya.
Heran, udah sebanyak itu juga masih kurang ya.
Obrolan berganti-ganti, gak cuma perusahaan taksi legal aja, taksi-taksi gelap pun sensi sama perusahaan taksi ternama ini. Saya tanya, "Kalo di pusat-pusat perbelanjaan atau stasiun gitu pak, mangkal bayar gak sih?" Bayar, bayar ke preman (penduduk yg nganggur), Itupun dinyinyirin, kata si bapak.
"Kenapa gak mangkal di parkiran aja pak? Bayarnya mahal?" Ternyata nggak juga, Taksi cukup bayar sekali parkir 2000. Tapi juga dibatasin, dinyinyirin sama sopir-sopir lain.. "Heu! emang situ doang yang mau duit? kita juga butuh buat anak" sambil si bapak niruin sindiran sopir lain. "itu kayak gitu pas nyindir mukanya kemana, teriaknya kemana.." kata si bapak. Hahah. Tapi semenjak pak menteri waktu itu ke stasiun, pak menterinya kaget kok di stasiun gak ada taksi resmi. Akhirnya mulai ada deh pangkalannya.. itupun dibatasin untuk 5 mobil.

Selain itu, seperti biasa saya juga bertanya sudah berapa lama si bapak jadi supir. Pak Ahmad udah jadi supir selama 8 tahun, tapi menurutnya nggak begitu ada senioritas di perusahaannya. Emang masing-masing ukur dengan kinerja aja, jadi ada supir batangan, keliling, sama cadangan. Nah, biasanya senior jadi sopir keliling. Sopir keliling itu megang dua mobil secara bergantian, kalo sopir batangan itu biasanya nyopir satu mobil tetap. Sedangkam sopir cadangan ini sopir yang kinerjanya menurun, kalau dalam waktu tertentu dia nggak bisa menuhin target, statusnya jadi sopir cadangan. Kalo kata si bapak, biasanya anak muda, belom ada strategi nyopir jadi terlalu semangat di jalan keliling-keliling tapi nggak nemuin penumpang, malah ngabisin bensin.

Ngomong-ngomong nyopir di perusahaan taksi ini gajinya sekitar 3 juta, lumayan lah rata-rata segitu juga. "Tapi kalo kata temen-temen yang pindah, lebih enak disini." Loh terus kenapa pindah? Bukan kemauan sendiri, tapi kebijakan perusahaan. Jadi di perusahaan ada poin kecelakan lalu lintas dan poin pelanggaran pelayanan. Masing-masing sopir punya jatah poin kecelakaan lalu lintas sebanyak 5 poin, dan poin pelayanan sebanyak 20 poin untuk 6 bulan. Kalau dalam 6 bulan sopir menuhin poin itu, dia dikeluarin. Boleh jadi sopir lagi dalam waktu 3 bulan. Tapi nggak kalo pelanggarannya adalah poin pelayanan.

Well, pelayanan emang segalanya kok. Tapi kita jadi konsumen jangan semena-mena juga lah..
Saya bersyukur, ntah karena kuliah di bisnis jadi juga agak ngerti gimana seharusnya perusahaan bertindak dan juga perilaku konsumen ke perusahaan. Pernah nggak sih memuji jasa/produk yang memuaskan? atau apa kita malah lebih banyak ngeluh kejelekan dari pelayanan/produk/jasa? Kasian perusahaan, kadang namanya jelek cuma gara-gara kesalah pahaman atau kesalahan situasional yang diumbar-umbar konsumen. Menurut saya kita jangan terlalu manja lah, sekarang bukan jamannya lagi pembeli adalah raja.

Lanjut si bapak jua cerita, penumpang yang semena-mena itu banyak.. "Kok jalannya kiri melulu pak? kok jalannya kanan melulu pak? nyalip dong? ngebut dong!" Terus kalau dijelasin akibatnya sopir harus mengganti kerugian kalau mobil lecet/kecelakaan jadi sopir nggak bisa menuhin keinginan penumpang, penumpangnya marah minta diturunin saja. Waktu beneran turun, malah lapor ke pengaduan kalo sopir mobil nomor blablabla nggak memenuhi permintaan dan saya diturunin di jalan.

Hmm.. Ya kita harusnya ngeliat sesuatu bukan dari sudut pandang kita aja sih, kalau bisa coba juga mempelajari sudut pandang orang lain. Dan jangan merendahkan orang lain karena uang, liat deh berapa banyak sih orang yang semena-mena ke.. katakanlah buruh, pembantu, sopir dsb? Tanpa mereka, mungkin kita gak produktif.

Coba deh sesekali dekati orang-orang yang membantu kita, walaupun kita membayar, bukan berarti kita diatas, mereka dibawah dan harus tunduk. Kita saling membutuhkan dan bukan raja satu sama lain. Orang yang membantu kita itu gak bodoh, gak mau kan keadaan berbalik dan kemudian kita malah kesulitan dan celaka? Hehe

Udah ah, percakapan berakhir ketika akhirnya taksi sampai ke stasiun, si bapak mangkal deh ke pangkalan yang diceritain tadi, karena kebetulan taksi dipangkalan belum 5 taksi.
Makasih pak Ahmad!

-ditulis dalam perjalanan ke Yogya..
5 ZakwanSite: 2013 Hujan-hujan nyari taksi di Bandung itu susahnya minta ampun. Yang lagi nggak hujan aja taksi dijalan jarang ada yang kosong, emang harus di ...

Sunday, December 8, 2013

Ulang Tahun ke-4

Barusan mau ngerapiin isi hard disk, malah jadi nostalgia pas liat foto-foto ini. Foto-foto perayaan ulang tahun saya yang keempat :D

perayaan yang pertama dan terakhir (sampai saat ini).
Foto-foto ini saya foto ulang dari album yang udah kena tsunami, makanya fotonya agak-agak rusak gini hehe. Tulis captionnya dulu ah, biar gak lupa..

IMG_0014

Itu saya! dengan kakak Vivi Oebit sebagai MC alias pembawa acara. :D

IMG_0024

Teman-teman yang hadir, gak ingat semua sih.

(dari kiri kanan. depan: Faris, Fahmi, Farah, lupa, lupa, lupa. belakang: Mamanya Faris, Mastura, Sari, Ayu, lupa, kakaknya Sari dan Ayu yang juga lupa namanya siapa)

IMG_0006

Mamak dengan teman-teman kantor mamak yang hadir, dari kiri kanan: lupa, Mamaknya Akbar, Akbar, Mamak, Wak Ainal, sisanya lupa siapa. :|

IMG_0004 

Ini waktu temen-temen disuruh maju, Faris disuruh maju sama kak Vivi, Faris nya malu, gak tau mau nyanyi apa eh malah mic nya dikasih ke saya. xD

IMG_0012

Kak Inda Oebit dengan teman-teman dekat rumah. (dari kiri-kanan: Kak Sri, Kak Ya, Kak Dewi, lupa, Kak Inda)

IMG_0019

Waktu diucapin selamat ulang tahun sama tetangga, lupa namanya siapa, saya sih manggilnya Ibu. Ingetnya dulu tiap sore sering dibawa jalan-jalan sama Mamak ke rumah Ibu.

IMG_0005

Hadirin pamit mau pulang..

IMG_0008

Pas udah sore, udah pada pulang. Saya dengan pakaian adat Aceh berfoto sama Kak Lia (sodara) yang ala princess. :D

IMG_0022

Mann Oebit, saya, kak Vivi, dan kak Inda berfoto dengan nenek Cut Puteh. Seperti namanya, nenek kami ini putih sekali, seperti bule, tapi walau tua rambutnya tetap hitam semua. Heheh

IMG_0013

Dokumentasi tertua foto saya dengan Mamak, foto masa kecil lainnya hilang/rusak karena tsunami. Tapi ada satu yang saya tidak ingat, kenapa tidak ada foto saya dengan Papah saat ulang tahun? Ternyata katanya karena Papah yang jadi fotografer waktu itu.. katanya. :’)

*Lah baru ingat juga, hari ini hari ulang tahun Papah :D Maafkan anakmu ini yang mungkin nggak sempat membanggakan pah.

5 ZakwanSite: 2013 Barusan mau ngerapiin isi hard disk, malah jadi nostalgia pas liat foto-foto ini. Foto-foto perayaan ulang tahun saya yang keempat :D peray...

Monday, November 4, 2013

Stargazing: Betapa kecilnya kita

Stargazing atau kalo dalam bahasa Indonesia nya semacam melamun sambil ngeliat bintang/langit malam adalah salah satu hobi saya sejak kecil. Ceritanya, gara-gara dulu di Aceh sering mati lampu (sekarang juga sih --"), saya jadi sering tiduran di luar. Ngeliat bintang :D
Saya ingat betul gimana banyaknya bintang yang keliatan dulu, dibanding sekarang yang gak banyak lagi karena polusi cahaya di kota. Saya ingat betul untuk pertama kalinya melihat bintang jatuh dan sejak saat itulah saya suka melihat langit malam hari. :D

Tapi sekarang, saya udah jarang menghabiskan waktu untuk melihat langit malam. Selain karena makin sedikit waktu untuk melamun, alasan lainnya karena bintang yang keliatan selalu yang itu-itu aja (gara-gara polusi udara+polusi cahaya). Yang keliatan cuma 1,2,3 bintang, Sirius tok atau malah Bintang Kejora (yang sebenarnya bukan bintang). Hahah. Jadinya cuma bisa liat posisi bintang dari Google Sky Map, teknologinya sangat membantu. Cukup arahin smartphone arah tertentu buat tau bintang apa yang ada disana sesuai dengan lokasi koordinat kita dan realtime. :)

Sedih emang tinggal di kota besar, cahaya bintang kalah sama cahaya lampu kota. Lebih sedih lagi bayangin anak-anak di masa depan, mungkin malah nggak tau ada bintang di langit. Kalo udah gini jadi kangen Aceh, hampir selalu ada bintang jatuh setiap kali saya stargazing disana. Langit kota Banda Aceh sekarang memang nggak sebagus dulu sih, tapi untuk di tempat nenek saya, Tangse, langitnya masih cukup bagus. Kalo diliat dari gambar dibawah ini, mungkin langit Tangse itu sekitar nomor 3-4. Untuk kota Banda Aceh mungkin di antara level 5-7.


Amazing-Stars-Night-Sky
(gambar: level polusi cahaya)
Daaaaaaaaan pengalaman stargazing paling cakep mungkin waktu saya ada di Iboih, Pulau Weh, Aceh juga. Saya berbaring di dermaga terapung, menghadap ke langit, diiringi musik New Age, ditambah ayunan dan suara dari ombak. Ada bintang jatuh pulak. Benar-benar pengalaman tak terlupakan. :’)

IMG_3856-Edit-2

Sesekali melamun, sambil ngeliat bintang, mungkin nggak menyelesaikan masalah kita. Tapi buat saya sih perlu. Namanya juga hobi. :))

Melihat bintang mengingatkan saya betapa kecilnya kita ini, manusia, yang kadang merasa superior. Sombong, merasa diri makhluk terhebat di seluruh jagat raya. Merasa diri kita adalah pusat dari jagat raya dengan peradaban paling tinggi? Padahal dengan ratusan miliar galaksi yang terpantau, dan dengan rata-rata ratusan bahkan ribuan miliar bintang dalam tiap-tiap galaksi, bukan nggak mungkin ada kehidupan lain, yang mungkin peradabannya jauh lebih tinggi daripada manusia. Saking cerdasnya mereka, mungkin mereka pernah mengamati bumi, kemudian pergi, nggak berminat menghubungi kita, karena melihat kelakuan bodoh yang ada didalamnya. Duh.

TB7UxqB

“Jangan berimajinasi alien mau invasi dan bikin koloni di Bumi. Mereka gak mau ke tempat yang penuh kekacauan.” Hahah.

ufos_leaving_earth_517439
Oiya, coba hayati perbandingan ini, Mungkin cukup menggambarkan betapa kecilnya kita. Bumi yang bagi kita cukup besar, dibanding planet, bintang, galaksi, sekumpulan galaksi dst..

Perbandingan Semesta
Itu baru gambaran dari semesta yang berhasil dijangkau peralatan manusia. Bayangin lebih luas lagi. Betapa kecilnya ya kita ini, dan rasanya masalah-masalah yang kita ributkan itu nggak ada apa-apanya deh buat apapun--siapapun, yang lebih besar dari jagat raya ini. Kita seuprit. :’)

.

 
 Ngomong-ngomong soal bintang, menurut fisika, kita semua adalah serpihan bintang. “We are stardust” Kedengarannya puitis, tapi ya emang gitu. Karbon, Hidrogen, Nitrogen, Oksigen, Fosfor, Sulfur dan berbagai elemen kehidupan lainnya dibentuk dari reaksi nuklir di dalam bintang. Setiap atom yang membentuk diri kita berasal dari bintang yang telah mati itu, meledak. Supernova! Bintang mati, kehidupan lainnya hadir. Evolusi dimulai, sampai muncul kita, spesies manusia.

Tapi nggak berarti semua atom itu berasal dari ledakan yang sama. Atom dari tangan kanan kita mungkin berasal dari bintang yang berbeda dari atom yang ada di tangan kiri kita.
Hidup kita memang kecil, tapi indah ya. Carpe diem! Lanjutkan hidup..
Somewhere, something incredible is waiting to be known. -Carl Sagan
5 ZakwanSite: 2013 Stargazing atau kalo dalam bahasa Indonesia nya semacam melamun sambil ngeliat bintang/langit malam adalah salah satu hobi saya sejak kecil....

Friday, October 25, 2013

#CeritaKucing: Sapiens

Sore itu aku lagi nikmatin sunset di salah satu bangku taman.
Sapiens the CatDari kursi, aku liat ada kucing, sendiri, keliatannya juga lagi nikmatin sunset. Tapi waktu aku deketin, ternyata dia ngga sama sekali lagi keliatan menikmati apapun. Kepalanya tertunduk, kupingnya juga keliatan layu, badannya sedikit lusuh, usianya juga gak keliatan muda lagi.

Setelah kenalan, ternyata namanya Sapiens.

“Hehe, kayak nama spesies kami. Homo sapiens.” kataku.

“Oiya? Tapi saya pernah dengar, katanya sapiens itu berarti bijak. Dan saya lihat, spesies kalian sekarang malah tidak bijak.”

Aku nggak menimpali pernyataan dia yang itu dan sapiens melanjutkan kalimatnya tadi.

“Saya pernah dengar, ada manusia yang bilang, hidup manusia itu jangan kayak binatang. Jangan cuma makan, minum, tidur, nggak pernah ibadah.”

“Memangnya kalian tau apa tentang hidup kami makhluk yang kalian anggap binatang?”

“Hidup kami bukan cuma makan, minum, tidur. Kami juga bersyukur, beribadah, dengan cara kami sendiri.”

“Mungkin kalian manusia nggak tau, dan gak perlu tau bagaimana cara kami bersyukur. Setidaknya kami benar-benar bersyukur dengan menggunakan seluruh sumber daya yang ada di dunia ini. Selama kami hidup. Selama kami masih mampu.”
sapiens the cat
“Kami sadar, hidup ini cuma sementara. Karena itu kami gunakan kesempatan hidup sekali ini dengan sebaik-baiknya.”

“Tapi kalian, kadang menyiksa kami dengan alasan yang ngga jelas. Nggak sedikit diantaranya yang mati ditangan kalian.”

“Kalian hina sesama kalian dengan jenis kami, binatang, ‘Anjing’? ‘Babi’? Hahaha kasian sekali mereka. Untunglah kami tidak pernah menghina sesama dengan sebutan ‘Manusia’.” *sigh* Sapiens menghela nafasnya.

Sapiens waktu itu ngaku berumur 10 tahun. “Yah, kalo di manusia kira-kira umur saya setara 57 tahun” katanya.

“Maaf, aku lihat kamu cukup emosi, apa kamu menikmati hidupmu sekarang? tanyaku.

“Ya, saya cukup menikmati hidup ini. Bagaimanapun juga, tujuan kita sama, bertahan hidup. Jangan putus asa. Manusia, sadarlah apapun tujuan kalian, tujuan utamanya adalah untuk melestarikan populasi kalian. Minimal keturunan kalian.”

“Kalau kalian tidak mampu mempertahankan itu, spesies kalian punah. Dan lihat apa yang kalian lakukan sekarang? Kalian berperang, lucu, kalian mati dengan tangan spesies kalian sendiri.”
5 ZakwanSite: 2013 Sore itu aku lagi nikmatin sunset di salah satu bangku taman. Dari kursi, aku liat ada kucing, sendiri, keliatannya juga lagi nikmatin suns...

Tuesday, October 8, 2013

Memanfaatkan Pencarian di Twitter

Tidak banyak yang mengetahui kalau pencarian di Twitter ternyata bisa sangat spesifik. Memanfaatkan kebiasaan pengguna Twitter yang kebanyakan “apa-apa di tweet, semua di tweet”, pemilik brand bisa saja tau bagaimana kesan pengguna terhadap produk atau jasanya. Katanya, juga banyak perusahaan yang mencari tau ‘kelakuan asli’ pelamar pekerjaan di perusahaan tersebut dari tweet. Hih! Hati-hati.


Memang benar kita bisa mendapat informasi spesifik dari twitter, dengan cara menggunakan operator seperti dibawah ini:

Kata kunci (operator) Hasilnya menampilkan..
Jakarta macet tweet dengan kata kunci “Jakarta” dan “macet”. Secara umum, setiap hasil pencarian ditampilkan demikian. Artinya dalam tweet tersebut bisa saja Jakarta dan macet dipisahkan dengan kata-kata lain.
“BBM for Android” tweet yang mengandung kata persis “BBM for Android” (kata kunci tak dipisahkan kata lainnya).
noah -band tweet tentang “noah”, tapi bukan “band”.
bahaya -RT tweet mengandung kata "bahaya", tapi bukan RT (Retweet-an)
#latepost tweet dengan hashtag “latepost”
from:zakwannur tweet terkirim dari pengguna dengan username @zakwannur
to:SBYudhoyono tweet dikirim untuk pengguna dengan username @SBYudhoyono
@detikcom semua tweet yang menyebut “@detikcom” maupun dari akun @detikcom.
"panas banget" near:"Singapore" tweet yang mengandung kata “panas banget” dan dikirim sekitar kota “Singapore”.
near:Bandung within:5km tweet yang dikirim dalam radius 5km dari kota “Bandung”.
korupsi since:2013-07-13 tweet yang berisi kata “korupsi” dan semuanya dikirim sejak tanggal 13 Juli 2013.
“Singapore panas banget” until:2012-06-27 semua tweet yang berisi frasa “Singapore panas banget” dan dikirim hingga tanggal 27 Juni 2012.
film -bokep :) tweet mengandung “film”, tapi bukan “bokep” dan dengan sentimen positif.
delay :( tweet mengandung kata “delay” dan dengan sentimen negatif.
Indonesia merdeka ? tweet pertanyaan yang mengandung kata “Indonesia merdeka”.
lucu filter:links tweet mengandung kata “lucu” dan URL (link website).
JKT48 filter:images tweet mengandung kata “JKT48” dan bergambar.
Pemilu filter:news tweet mengandung kata “Pemilu” dan URL beritanya.
enak source:foursquare tweet mengandung kata “enak” dan dikirim dari aplikasi foursquare. Contoh lain source:Path, Instagram dsb. Source:txt akan menampilkan tweet yang dikirim via SMS.

Kombinasikan beberapa operator untuk hasil yang spesifik. Setelah hasil pencarian muncul, kita bisa memfilter tweet dengan hanya menampilkan tweet yang populer saja atau hanya tweet dari orang yang kita follow.


image
Oiya, hasil kata kunci pencarian bisa disimpan dan maksimal penyimpanan adalah 25 kata kunci. Jadi suatu saat kita bisa menemukan tweet dengan kata kunci tertentu tanpa repot-repot menyusun operatornya lagi. Nah, Selain itu juga ada fitur Advanced Search twitter di https://twitter.com/search-advanced.

Ada yang pernah coba? Kalo belum, cobain deh, stalkingnya pasti jadi lebih mantap! :P

5 ZakwanSite: 2013 Tidak banyak yang mengetahui kalau pencarian di Twitter ternyata bisa sangat spesifik. Memanfaatkan kebiasaan pengguna Twitter yang kebanyak...

Sunday, September 29, 2013

AASA National Space Camp Indonesia

Saya baru aja ikutan AXE Apollo Space Academy (AASA) National Space Camp selama 3 hari ini (27-29 Sept 2013) di Lapangan Terbang Polisi Udara, Pondok Cabe. Acara ini tujuannya buat mencari 3 orang terbaik, untuk lanjut ke AASA Global Space Camp, Florida, AS pada Desember 2013 nanti, sebagai brand ambassador AXE dan orang Indonesia pertama yang ke luar angkasa.


Jadi, katanya ada sekitar 82.000 orang Indonesia yang mendaftar, dan ada 2 jalur pendaftaran (Reguler dan VIP). Dari jalur reguler, terpilih 5000 orang dengan jumlah vote tertinggi. Nah, 5000 orang ini dihubungi via email untuk mengirim data seperti biodata, riwayat kesehatan, psikotest dan berkas identitas lainnya. Dari berkas data itu, screening dilakukan dan terpilih 20 peserta, termasuk saya didalamnya. Lalu dari jalur VIP, juga terpilih 20 orang dengan skor pembelian produk AXE Apollo terbanyak. (10 dari store Indomaret, 10 dari Alfamart). Totalnya ada 40 orang terpilih untuk ikut AASA National Space Camp Indonesia (tapi yang hadir 36 orang).

Kamis 26 Sept, saya diberangkatkan dari Bandung ke Jakarta (bersama peserta lainnya yang berasal dari Bandung). Kami tiba di Poins Square Apartement dan menginap disana. Pagi harinya, Jumat, saya sudah berkumpul dengan seluruh peserta dari berbagai daerah dan kami diberangkatkan ke area pelatihan. Serangkaian tes kesehatan dilakukan, mulai dari cek feses, pengambilan darah, pemeriksaan mata, paru-paru hingga rekam jantung. Kami dibekali latihan baris-berbaris, kemudian lanjut ke ceremonial pembukaan acara.

48d07286274611e3852e22000ae90903_7

Kapten William, Brand Manager AXE Indonesia, didampingi 2 sexy agent turun dari helikopter kemudian dijemput 2 axeangel.



BVKgpuiCUAAmUIf
Setelah acara pembukaan kami ditantang untuk melakukan rappelling turun vertikal menggunakan tali dari ketinggian 45 meter dan wall climbing. Ini kali pertama bagi saya dan saya cukup menikmati rappeling itu, tapi tidak dengan wall climbing. Saya terpeleset saat baru menginjakkan kaki di batu pertama dan panitia tidak memberi kesempatan untuk mengulang. :<


Oiya, kami diberi goodie bag (yang lebih mirip koper sih) berisi 4 seragam, 1 jaket MA-black flight, topi, alat tulis, dan peralatan mandi.IMG_2423


Malam harinya, diumumkan 10 peserta terbaik dan mereka berkesempatan untuk ikut naik pesawat Cessna keesokan harinya.

Hari kedua, sementara 10 peserta terbaik naik pesawat keliling wilayah lapangan terbang dan sekitarnya, saya dan sisa peserta lainnya belajar di kelas aeronautika kemudian mengerjakan test tertulis. Setelah itu kami mendapat kesempatan mencoba flight simulator cessna. Menerbangkan pesawat cessna dari landasan kemudian mendaratkannya kembali, dengan alat kontrol yang mirip dengan yang ada di pesawat aslinya.


Setelah itu, seluruh peserta mengikuti serangkaian interview dan psikotest sampai sore. Malam harinya pengumuman 3 orang terbaik pun dilaksanakan. Terpilihlah Krisna, Figra dan Rizman. Figra dari Bandung termasuk peserta awal yang saya kenal. :D Figra, Krisna dan Rizman memang peserta yang tangguh.

Sementara itu, seluruh peserta AXEtronot mendapat plakat, sertifikat, dan hadiah gadget yang berbeda-beda seperti MP3 Player, iPod Shuffle, Nokia Asha, Galaxy Chat, Galaxy Young, Canon Ixus, dan Galaxy Grand. Gadget yang diperoleh sesuai dengan poin yang didapat dari aktivitas media sosial. Saya kurang aktif update statusnya, jadi cuma dapat Nokia Asha. Hm, malam itu pun ditutup dengan pesta BBQ dan DJ di dalam hangar.

 IMG_2332IMG_2335proxy (1)

foto bareng Captain, MC, temen satu barrack. Barrack 4!

Thanks AXE, Capt. William Wijanarko, dan semuanya yang terlibat di AASA National Space Camp. Ini benar-benar pengalaman yang mahal. Mendapat teman baru dan aktivitas-aktivitas seru lainnya. Thanks! ;)

*foto dan video seluruh kegiatan acaranya lagi proses editing, nanti bakal di share, mungkin juga bakal tayang di TV. hahaha*

5 ZakwanSite: 2013 Saya baru aja ikutan AXE Apollo Space Academy (AASA) National Space Camp selama 3 hari ini (27-29 Sept 2013) di Lapangan Terbang Polisi Ud...

#ObrolanTaksi: "Saya mah pilih yang bagi-bagi duit."

Taksi yang enak adalah taksi yang supirnya cerewet, alias suka ngobrol. Itu menurut saya, tapi saya rasa anda juga setuju, ya nggak?


Jadi, saya baru aja pulang dari AASA National Space Camp di Jakarta yang berlangsung 27-29 Sept 2013. Dari Jakarta saya bersama dengan peserta lainnya (yang berasal dari Bandung) diantar kembali ke Bandung. Sampai di Bandung, saya naik taksi menuju ke kosan.
Untunglah supir taksinya asik. Namanya pak Asep, dari Soreang. "yaah, biasa lah cep urang Sunda" katanya. Hahaha.


"Cep, gak merokok?" Tanya supirnya ke saya. *btw, cep (asep/acep) itu kayaknya panggilan coy gitu ala Sunda. Kayak tong (otong) kalo di betawi, atau gam (agam) kalo di aceh. atau panggilan mengakrabkan diri kayak sob, bro, boy. Gitu lah..

"Nggak pak" Jawab saya. "Wah, cep bagus! Jarang-jarang anak muda nggak suka merokok, sekarang mah disini anak SD aja udah mulai merokok."
Bener kata pak Asep, memang saya pernah liat sendiri anak SD-SMP ngumpul sambil merokok, masih pake seragam. Kasian sih, saya pas masih SD udah cukup puas kalo buat gaya-gayaan doang dengan permen rokok. Saya udah pernah nyobain rokok, dan cukup sekali aja. Ntahlah, saya nggak suka sama asapnya.


Pak Asep udah 12 tahun kerja sebagai supir taksi, dia nyeritain juga sebelumnya pernah jadi supir truk dan itu pendapatannya lebih gede daripada sekarang. Bahkan katanya lebih besar pendapatan supir daripada pemilik truk. Gimana nggak, Rp. 75.000 wajib disetor ke pemilik, sisanya sekitar 130.000 dikantongi. Dan bayangin, itu duit segitu dijamannya kan gede. Sekarang, sebagai supir taksi, pak Asep harus setor 250.000 per hari ke perusahaannya.


Dari cerita masa lalu, pak Asep nostalgia, ceritain dirinya dulu cuma sekolah sampe MI doang (Madrasah Ibtidayyah, setingkat SD). "Kamu mesti syukur bisa sekolah sampe kuliah." Dengan ijazah MI itu dulu pak Asep cukup bersyukur bisa diterima kerja di pabrik. Dan pak Asep kayaknya mengidolakan Soeharto. Nggak peduli apapun, yang penting beras murah dijamannya, katanya. hahaha. Trus saya tanya, kira-kira nanti tahun 2014 pilih siapa jadi presiden? "Saya pilih yang bayar saya aja. Tapi kalo Jokowi maju, nggak usah kampanye, nggak bayar saya, saya juga pasti pilih!" Menurut pak Asep, orang kayak Jokowi di pemerintahan kita itu langka. Orang jujur.


"Saya gak munafik, siapa sih calon yang waktu duduk pemerintahan nggak korup? Pas kampanye aja janji, pas kepilih korupsi. Jujur, saya kadang suka korupsi juga sih kalo ada kesempatan. (maksudnya pas penumpang nanya gak pake argo). Tapi saya juga terpaksa ngelakuinnya, buat makan nggak cukup."


Iya sih, korupsi sebenarnya susah dihindari. Coba deh kita-kita yang suka ngeluh nggak suka dengan pemerintah kita yang korup. Udah jujurkah, udah sadarkah kalo diri kita ini juga kadang ngelakuin korupsi kecil? :) Hati-hati pas tua korupsinya makin gede.

"Jaman dulu mah preman dikarungin" kata pak Asep.
"Hah?"
"Iya, kamu mah nggak inget, masih kecil apa belom lahir. dulu"
"Oh.. petrus pak?"
"Iya." jawab pak Asep.
"Kalo sekarang, adanya preman makin berkembang ya pak"
"Iya, masuk DPR malah.." lanjut pak Asep sambil ketawa.


Dan, nggak lama kemudian saya sampai di tujuan. Kosaaaan! :D

5 ZakwanSite: 2013 Taksi yang enak adalah taksi yang supirnya cerewet, alias suka ngobrol. Itu menurut saya, tapi saya rasa anda juga setuju, ya nggak? Jadi, ...

Thursday, September 19, 2013

Salah Kaprah dalam penggunaan Media Sosial

6a00d83451946d69e200e553ae6b178833-640wi Sepertinya Indonesia hampir selalu ada dalam peringkat teratas sebagai pengguna terbanyak media sosial populer seperti facebook, twitter, foursquare, instagram, path dsb. Gimana nggak, pengguna internet di Indonesia ada sekitar 60~80 juta orang dan 97,5% nya aktif menggunakan sosial media. Nah, dengan jumlah pengguna yang banyak ini, haruskah kita bangga? Relatif, bangga kalau ini adalah satu pertanda melek teknologi di Indonesia. Tapi gimana kalau ternyata jumlah yang banyak ini pertanda kalau orang Indonesia kurang kerjaan sampe-sampe bisa aktif di semua media sosial? Gimana kalo kita adalah korban dari tren yang akhirnya dimanfaatkan perusahaan jejaring sosial? Gimana kalo ternyata dengan jumlah pengguna yang banyak, mayoritasnya menyalahgunakan media sosial tersebut? :(


Penyalahgunaannya paling parah bisa saja seperti kriminal, pornografi atau kecanduan sampai mengakibatkan kemalasan. Tapi yang mau saya bahas sih, kesalahpahaman atau salah kaprah dalam penggunaan media sosial. Dengan jumlah pengguna yang banyak tadi, sepertinya banyak juga jumlah orang yang salah paham dalam media sosial.


Salah kaprahnya gimana? Menurut pantauan saya, sepertinya banyak yang menganggap tiap media sosial adalah sama, termasuk konsep hubungan antar pengguna didalamnya (kadang dianggap sama seperti facebook). Padahal.. menurut saya, media sosial bertahan dan populer karena menawarkan fitur yang berbeda atau konsep yang tidak sama dengan lainnya.


Emang bedanya gimana?  Kalo dari hubungan tiap orang/penggunanya, setidaknya menurut saya begini..


  • Facebook

Kita bisa menambah teman yang kita kenal dekat, sekedar kenal atau bahkan orang yang ingin kita kenal (belum/gak kenal). Dari tiap-tiap orang tersebut, kita bisa bagi lagi dalam kelompok yang berbeda dengan menggunakan fitur list. Kita bisa masukkan kedalam list imageClose Friends (teman dekat), imageFamily (keluarga), Friends (teman biasa), imageAcquaintances (sekedar kenalan), bahkan imageRestricted (terbatas).


Fitur list ini sangat berguna untuk privasi dan prioritas dalam membagikan informasi di facebook. Contoh kita bisa memilih hanya membagikan info/status/foto kepada teman dekat, dan jika teman yang ada di dalam list orang dekat membagikan status/info, akan muncul di notifikasi facebook kita.


Kemudian contoh lainnya, teman di dalam list restricted bisa melihat info/status sebatas yang kita bagikan kepada publik. Kita bisa membagi nomor telpon hanya kepada teman (tidak termasuk kenalan) dan sebagainya.


  • Twitter

Kita bisa mengikuti update dari semua orang yang kita inginkan. Tanpa ada kewajiban bagi orang yang kita ikuti untuk juga mengikuti kita (follow back). Namun untuk dapat berkomunikasi lewat pesan pribadi (Direct Message), pengguna harus saling mengikuti. Kita bisa mengatur agar hanya orang yang kita setujui untuk mengikuti kita yang dapat melihat status kita (protected tweets). Tapi konsekuensinya, mention kita tidak dapat terbaca oleh semua orang. Salah kaprahnya, gara-gara gak semua orang tau ini, jadi suka dongkol terus nyalahin orang lain gak baca/balas mentionnya. (Baca postingan saya sebelumya tentang akun twitter yang dikunci/protected tweets)


  • Foursquare

Sebaiknya kita hanya menambah teman yang kita kenal baik, karena dari foursquare kita, orang lain bisa mengetahui lokasi terkini kita ada dimana.


  • Instagram

Konsep hubungan antar penggunanya mirip seperti twitter, hanya saja fokusnya pada sharing video atau gambar secara instan (mobile). Jadi tidak ada kewajiban untuk follow back. Dan nggak bisa DM-DMan.


  • Path

Tiap orang yang kita tambahkan sebagai teman sebaiknya adalah teman atau orang-orang yang benar-benar kita kenal dekat, dimana kita bisa mengekspresikan diri kita tanpa harus berpura-pura. Seperti kata path: “Honest, authentic, genuine, you.”

image


Sepertinya yang paling banyak salah kaprah adalah dalam penggunaan Path. Orang-orang menambah sembarang teman, padahal dalam path jumlah teman sangat terbatas, karena path percaya teori bahwa manusia tak bisa menjalankan hubungan secara aktif kepada lebih dari 150 orang dalam hidupnya. Dan harusnya nggak ada gengsi-gengsian tuh di Path, itu sebabnya kenapa kalau kita mengunjungi profil teman di path, teman kita bakal diberi tau tentang kunjungan kita tersebut. Teman dekatmu gak akan berpikiran macam-macam, cuma berpikir “oh, dia lagi pengen tau kabarku”. :)


Itu juga sebabnya di path kita bisa share hal detil seperti apa yang sedang kita baca, apa yang kita tonton, kapan kita tidur dan kapan kita bangun.


Nah banyak lagi media sosial lainnya. Bayangin apa gunanya semua media sosial itu kalau konsep hubungan antar pengguna/pertemanannya sama, fokusnya sama, fiturnya sama dsb. :|


Intinya sih..


“Nggak semua media sosial sama, kalau semua dianggap sama saja, untuk apa pakai semua?”

5 ZakwanSite: 2013 Sepertinya Indonesia hampir selalu ada dalam peringkat teratas sebagai pengguna terbanyak media sosial populer seperti facebook, twitter, f...

Wednesday, September 11, 2013

#PeopleAroundUs: Tukang Nasi Goreng dekat Kampus

Ada salah satu tempat makan favorit saya di dekat kampus saya yang dulu di Gegerkalong (Gerlong), namanya Sedap Malam Mas Tono. Udah lama gak kesana gara-gara sekarang udah pindah kampus (pindah kosan). Nah.. belom lama ini Sedap Malam Mas Tono buka cabang di dekat kampus saya yang baru, di Dayeuhkolot (Dakol)
.adiknya Mas Tono

“Saya adiknya mas Tono, anak ketiga, ini yang masak kakak yang paling tua, diatas mas Tono, mas Tono itu anak kedua.” kata adiknya mas Tono.


Jadi saudara kandungnya mas Tono lah yang sekarang bantu jualan di Dakol. Mas Tono nya sih masih di Gerlong.


Jadi ingat, dulu, di dekat kampus yang lama, tiap mampir ke warungnya, suka ngobrol sama mas Tono sambil nunggu pesanannya siap. Dan pernah suatu malam, waktu itu hujan, sambil nunggu reda, ngobrol-ngobrol, sampe mas Tono nangis ceritain perjalanan hidupnya. hiks :’)


Mas Tono dulu nekat ke Jakarta, awalnya cuma bantu-bantu orang jualan nasi goreng di pinggir jalan, terus dikasih tempat tinggal, itu pun di lantai atas ruko yang suka bocor kalau hujan. Darisana mas Tono belajar gimana caranya bisa buka usaha sendiri (belajar resep masak), sampe akhirnya sekarang udah bisa buka warung dengan dibantu 2 orang pekerja, jualan nasi goreng, soto, cap cay dll di Gerlong.


Tapi sayang, tempat jualan mas Tono di Gerlong sekarang ngga serame yang dulu, gara-gara kampus pindah, mahasiswa ikut pindah ke Dayeuhkolot. Nah, belom lama ini mas Tono nyuruh adiknya untuk buka cabang di dekat kampus baru. Sekarang Sedap Malam di Dakol ini pun udah rame.


“masih ngekost ditempat lama mas? tanya saya.


Sebelumnya pernah diceritain sama adiknya mas Tono ini tentang kosan mereka yang fasilitasnya nggak sebanding sama harga. Bisa dibilang mereka masih belom kerasan. Emang sih di Dakol harga kosan lebih mahal daripada di Gerlong, padahal lingkungannya lebih enak di Gerlong, sejuk, udaranya masih segar, dan kehidupannya nggak ‘sekeras’ Dakol.. hehe.


“masih mas, belom pindah, susah nyari tempat yang pas.”


“iya sih..”


“Ini kan masih dirintis, nanti lah kalau udah buka usaha sendiri, baru cari yang lebih bagus”


“amiin..”


Semoga aja adiknya mas Tono ini bisa ikut sukses kayak mas Tono ya. :)

5 ZakwanSite: 2013 Ada salah satu tempat makan favorit saya di dekat kampus saya yang dulu di Gegerkalong (Gerlong), namanya Sedap Malam Mas Tono . Udah lama g...

Sunday, July 21, 2013

Golden Rule: Perlakukan orang lain seperti Anda ingin diperlakukan.

Golden Rule, atau aturan emas, atau etika timbal balik (the ethic of reciprocity) adalah satu aturan yang sepertinya diajarkan dalam (hampir) semua budaya atau agama, meski disampaikan dengan kata yang berbeda-beda.

Misalnya seperti ini:

• Buddha
Jangan perlakukan orang lain dengan cara-cara yang kamu sendiri menganggap itu menyakitkan. - Udana-Varga 5.18


• Chinese (Konfusius)
Apa yang kita tidak ingin orang lain lakukan kepada kita, jangan lakukan itu kepada orang lain.- Confucius, Analects 15.23


• Hindu
Inilah sejumlah tugas: jangan berbuat kepada orang lain apa yang akan menyakitkan jika itu dilakukan padamu. - Mahabharata 5:1517

• Yudaisme (Yahudi)
Apa yang kamu benci, jangan lakukan itu pada saudaramu. Inilah seluruh Torah, selebihnya adalah penjelasan.- Rabi Hillel, Talmud, Shabbath 31a

• Kristen
Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.- Matius 7:12

• Islam
Tidaklah beriman salah seorang dari kalian hingga dia menyukai (menginginkan) bagi saudaranya segala (kebaikan) yang dia sukai bagi dirinya sendiri. – Hadist

dan banyak lagi, seperti:




• Baha'i Faith Texts
Lay not on any soul a load that you would not wish to be laid upon you, and desire not for anyone the things you would not desire for yourself.


• Jainism
One should treat all creatures in the world as one would like to be treated. - Mahavira, Sutrakritanga


• Sikhism
I am a stranger to no one; and no one is a stranger to me. Indeed, I am a friend to all. - Guru Granth Sahib, pg. 1299


• Taoism
Regard your neighbor's gain as your own gain and your neighbor's loss as your own loss. - T'ai Shang Kan Ying P'ien, 213-218


• Unitarianism
We affirm and promote respect for the interdependent web of all existence, of which we are a part. - Unitarian principle


• Zoroastrianism
Do not do unto others whatever is injurious to yourself. - Shayast-na-Shayast 13.29


• Native Spirituality
We are as much alive as we keep the Earth alive. - Chief Dan George
---------------------------------------------------------
Inti aturan tersebut adalah, perlakukan orang lain, seperti Anda ingin diperlakukan. Sebagian besar pasti setuju, tapi sepertinya, beberapa dari kita lupa prinsip ini.
BOclwTaCYAATk17 (1)
Di beberapa tempat, dimana muslim sebagai minoritas, mereka meminta kebebasan beragama.
BOcwH5cCIAAGKgY Tapi di negeri kita, dimana muslim sebagai mayoritas..

BOcwX1GCIAAk52t
hak minoritas / kebebasan beragama dihancurkan. :(
Mungkin karena kita terlalu dikotak-kotakkan oleh A, B, C dan perbedaan lainnya, kita lupa kalau kita sama-sama manusia, akhirnya terpikir kalau yang pantas mendapat perlakuan baik hanya 'saudara' seiman kita.
Padahal golden rule berlaku untuk semua manusia, dengan iman ataupun tanpa iman.
Semoga kita sadar lagi, untuk mendapat perlakuan baik, tentu sebisa mungkin harus berbuat banyak hal baik pada semua orang. Tapi jika mendapat perlakuan buruk/negatif, jangan dibalas dengan hal buruk, karena yang bakal terjadi justru keburukan yang lebih panjang.

Be a reflection of what you'd like to see in others! If you want love, give love, If you want honesty, give honesty, if  you want respect, give respect.
and..
A sadist is just a masochist who follows the golden rule. 
5 ZakwanSite: 2013 Golden Rule, atau aturan emas, atau etika timbal balik (the ethic of reciprocity) adalah satu aturan yang sepertinya diajarkan dalam (hampir...

Saturday, July 13, 2013

Termakan Asumsi

Apa itu asumsi? Asumsi menurut KBBI adalah dugaan yang diterima sebagai dasar, atau landasan berpikir karena dianggap benar.
Kita sering berasumsi, dan secara tak sadar asumsi ini adalah cerminan dari diri kita karena pengalaman kita lah yang membentuk asumsi kita terhadap orang lain. Bingung?
Jadi gini, tiap kali kita punya asumsi terhadap keadaan orang lain, sebenarnya yang membentuk dugaan/perkiraan itu adalah hasil dari pemikiran kita jika kita dihadapkan pada keadaan yang sama.
Misal, contoh asumsi:
  • “Si dia gak ngebalas sms, mungkin dia udah gak suka lagi”, adalah cerminan diri yang kalo tidak suka (lagi), maka gak balas sms.
  • “Jadi jomblo itu ngenes”, adalah cerminan diri yang ketika menjomblo gak pernah bahagia alias gak pernah dapat kebahagiaan saat jomblo.
  • “Dianya lama balas sms/gak angkat telpon, jangan-jangan selingkuh”, adalah cerminan diri yang bisa lama balas sms karena selingkuh.
  • “Dianya lama balas sms/gak angkat telpon, mungkin lagi sibuk”, adalah cerminan diri yang gara-gara sibuk, suka jadi lama balas sms/angkat telpon.
  • “Anaknya begitu, emaknya pasti ga peduli”, adalah cerminan diri yang manja, menganggap semua orang bertindak dengan menunggu aturan mama.
Contoh lain yang paling banyak adalah asumsi manusia terhadap tuhan.
  • “Dia gak menyembah tuhan, dia bakal dihukum tuhan di neraka”, adalah cerminan diri manusia yang punya sifat gila hormat, maka yang tidak hormat akan dihukum. (Personifikasi tuhan, sama seperti kata Tuhan melihat, jodoh ada di tangan Tuhan, Tuhan duduk, dsb.)
Atau asumsi manusia ketika mencari kehidupan luar bumi, manusia mencari kehidupan di luar bumi dengan mencari keberadaan air, oksigen dan segala pendukung kehidupan makhluk bumi dengan asumsi makhluk di luar bumi juga membutuhkannya untuk hidup. Karena hanya itulah ukuran kita, standar manusia dalam melihat hal lain.
Sama seperti kita melihat orang lain, mengukurnya dengan pengalaman kita.  Ya, begitulah asumsi. Lucunya kita terlalu percaya asumsi sampai-sampai membenci suatu hal hanya karena sesuatu yang belum tentu benar (asumsi).
Tidak seharusnya kita termakan asumsi, terutama yang menimbulkan kebencian. Karena sikap orang lain belum tentu sama seperti sikap kita jika dihadapkan dalam satu keadaan. :)
5 ZakwanSite: 2013 Apa itu asumsi? Asumsi menurut KBBI adalah dugaan yang diterima sebagai dasar, atau landasan berpikir karena dianggap benar. Kita sering ...

Thursday, July 4, 2013

Cara Mengetahui Bau Nafas Sendiri

Sering kita mencoba mengetahui bau nafas/bau mulut sendiri dengan menghembuskan nafas dari mulut ke telapak tangan. Tapi tampaknya cara ini kurang efektif, lebih sering kita mencium aroma telapak tangan kita yang harum. Nah, gimana sih cara mengetahui bau nafas sendiri?

Caranya adalah, dengan menjilat sedikit kulit lengan kita, lalu biarkan beberapa detik, kemudian dicium :))

Nah, maksimal gitu lah bau nafasnya..

Saya sendiri sering merasa bau nafas tak sedap ketika baru bangun tidur (malamnya lupa sikat gigi) atau makan tapi kemudian tidak sikat gigi dan berkumur, bisa juga waktu dehidrasi (puasa). Untuk menghilangkan bau mulut yang disebabkan hal-hal tersebut, biasanya saya berkumur setelah menyikat gigi, menyikat giginya pun disertai menyikat lidah. Karena ternyata salah satu penyebab bau mulut juga adalah lidah yang gak dibersihkan (lidah putih). Menyikat lidah ini ampuh loh, apalagi kalau sikatnya gak asal-asalan. Nafas bakal lebih segar. :D

Kalau penyebabnya dehidrasi, ya sering-sering tuh bawa air minum dan permen. Permen karet lebih bagus.

5 ZakwanSite: 2013 Sering kita mencoba mengetahui bau nafas/bau mulut sendiri dengan menghembuskan nafas dari mulut ke telapak tangan. Tapi tampaknya cara ini ...

Friday, June 28, 2013

Surga dan Neraka

Jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kau menyebut nama-Nya?

Sebagai manusia biasa, tentu saya pernah berbuat salah. Tapi seperti apa yang pernah saya tulis dalam postingan sebelumnya, saat ini saya sedang berusaha berbuat lebih banyak kebaikan daripada kejahatan. Karena saya percaya menjadi manusia jahat atau baik adalah pilihan. Dan memang nyatanya hanya ada dua jenis manusia di dunia ini, manusia jahat dan manusia baik, iya kan? dan kedua jenis ini tidak stabil. Karena yang baik bisa memilih jadi jahat dan yang jahat bisa berubah menjadi baik. Tapi sekali lagi, semua manusia fitrahnya baik.

Penghalang diri saya berbuat kejahatan hanyalah kepercayaan tersebut. Bukan karena surga ataupun neraka. Bukan karena pahala ataupun dosa. Saya tak peduli dengan pahala atau dosa. Tapi saya tau, membunuh orang akan merusak tatanan sosial. Saya tau memperkosa orang lain imbasnya akan mempermalukan diri saya sendiri dan keluarga saya. Bahaya pornografi bukan karena dosa, tapi karena candunya bisa merusak otak. Bukan karena dosa. Begitu juga dengan pahala.

Kelak, saya akan mengajarkan anak-anak saya untuk berbuat kebaikan tanpa memperhitungkan pahala. Juga akan saya ajarkan mereka tak boleh memukul orang lain bukan perkara dosa, tapi karena itu rasanya sakit, nak! Berapa banyak dari kita yang berkata berbagi/berbuat baiklah tanpa mengharap imbalan tapi mengharap pahala? Berapa dari kita yang dihadapkan pada dua pilihan, lalu memilih salah satunya dengan berkata “mending gue pilih ini deh, udah enak dapat pahala lagi”. Apakah kita tulus berbuat kebaikan?

Banyak pahala akan ke surga, lebih banyak dosa akan ke neraka. Tapi saya tak tau pasti kemana saya setelah mati, surga kah? Neraka? atau tidak kedua-duanya? Sebagian manusia percaya pada akhirnya manusia akan kekal di surga atau neraka. Sementara lainnya percaya bahwa ketika manusia mati atom tubuh akan tertiup ke angkasa dalam disintegrasi tata surya, untuk kekal sebagai massa atau energi. (Karena energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain tapi tidak bisa diciptakan ataupun dimusnahkan.)

Nah, katanya di surga kita boleh minta apa saja, saya sih kalau masuk surga sepertinya akan meminta semua orang di neraka untuk masuk surga. Tidak boleh? Atau katanya nanti kita semua akan lupa dengan permintaan ini karena terlalu menikmati surga? Ah, tapi seperti kisah di Quran 37:50-57, di surga kita masih ingat sama orang lain kok.
----------
37:50
Lalu sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain sambil bercakap-cakap.

37:51
Berkatalah salah seorang di antara mereka: "Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) mempunyai seorang teman,

37:52
yang berkata: "Apakah kamu sungguh-sungguh termasuk orang-orang yang membenarkan (hari berbangkit)?

37:53
Apakah bila kita telah mati dan kita telah menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan?"

37:54
Berkata pulalah ia: "Maukah kamu meninjau (temanku itu)?"

37:55
Maka ia meninjaunya, lalu dia melihat temannya itu di tengah-tengah neraka menyala-nyala.

37:56
Ia berkata (pula): "Demi Allah, sesungguhnya kamu benar-benar hampir mencelakakanku,

37:57
jikalau tidaklah karena nikmat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka).
----------
Tuhan, jika manusia ke surga karena nikmat-Mu, pastilah manusia ke neraka juga atas kehendak-Mu. Karena itu, aku rela dengan segala kebaikan yang telah kuupayakan, dengan segala keterbatasan pikiranku akan keberadaan-Mu saat ini, bila di tempatkan di neraka. Aku rela ditempatkan disana.

Toh, disana, di akhirat, akupun menjadi berguna, berguna sebagai bahan bakar nerakamu. Toh, keterbatasan pikiranku akan keberadaanmu juga atas kuasamu.
5 ZakwanSite: 2013 Jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kau menyebut nama-Nya? Sebagai manusia biasa, tentu saya pernah berbuat salah. Tapi seper...

Monday, June 24, 2013

Opportunity Cost

Baru-baru ini harga BBM naik, tentu kata ‘naik’ ini adalah dari sudut pandang masyarakat pengguna. Nah, malam hari tanggal  22 Juni, sebelum harga BBM di SPBU berubah, orang berbondong-bondong mengisi bahan bakar, rela mengantri panjang bahkan sampai berjam-jam. Apakah Anda ikut mengantri disana? Apakah Anda telah memperhitungkan opportunity cost saat itu?

Apa itu opportunity cost? Opportunity cost atau dalam bahasa Indonesianya biaya peluang adalah kesempatan yang hilang akibat kita memilih alternatif. Opportunity cost biasa terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Contohnya, jika kita punya uang Rp. 50.000, lalu dihadapkan pada pilihan uang tersebut digunakan untuk mentraktir nonton film berdua atau makan. Lalu ketika kita memilih salah satu diantaranya, kesempatan atau peluang lain yang hilang adalah opportunity cost bagi kita. Misal, kita memilih menonton film di bioskop, ada kepuasan menonton film berdua, tapi kita kehilangan uang 2 kali makan. Atau sebaliknya, digunakan untuk makan tapi kehilangan kesempatan menonton berdua. Hidup adalah pilihan.. :)

Lalu apa opportunity cost saat mengantri beli BBM itu bagi saya? Jika saya pengguna sepeda motor, dan tangki motor saya mampu menampung bahan bakar hingga 3 liter. Artinya saat itu saya mengantri demi Rp. 6.000. (karena kenaikan harga premium Rp. 2.000/liter, dikali 3 liter). Tapi karena opportunity cost, saya memilih untuk tidak mengantri, bagi saya membeli makan/cemilan seharga 6.000 saat itu lebih berharga daripada mengantri berjam-jam. Bagi saya daripada mengeluarkan Rp. 6.000 malam itu, lebih berharga untuk menonton TV dikamar sambil tidur-tiduran. Opportunity cost tidak melulu soal uang.

Tapi (mungkin) lain ceritanya jika saya harus mengisi tangki  bahan bakar mobil, karena kapasitas tangki yang lebih besar dan artinya selisih yang ditanggung juga besar, bisa saja saya lebih memilih untuk mengantri. Beda orang, beda pengorbanan. Beda pekerjaan, beda pengorbanan. Ada orang yang setiap detiknya adalah uang. Lebih menguntungkan baginya untuk mencari uang daripada mengantri berjam-jam.

Opportunity cost tidak melulu soal uang. Seringkali juga soal waktu. Contoh dari opportunity cost lainnya adalah, ketika bangun pagi-pagi, kita bisa memilih untuk nonton TV, membaca atau berolahraga. Atau saat di perjalanan, kita bisa memilih untuk tidur atau membaca buku. Membaca buku mungkin menambah wawasan, tapi disisi lain kita membutuhkan tidur karena kelelahan. Kesempatan yang hilang dari memilih salah satunya adalah opportunity cost. Opportunity cost adalah pengorbanan.

Nah, seringkali orang yang suka perhitungan soal uang, justru tidak menghitung opportunity cost. Misal, suka pelit, padahal dengan berbagi bisa saja dia tidak akan pernah kekurangan di kemudian hari. Tapi bisa juga loh pelit adalah hasil dari perhitungan opportunity cost, bisa saja memang menurut perhitungannya, pengeluaran yang ditahan itu bisa digunakan untuk keperluan lain dalam waktu cepat (yang tentu kita tidak tau, makanya kita anggap pelit).

Oiya, diatas tadi saya tulis kenaikan BBM adalah dari sudut pandang masyarakat sebagai pengguna, Itu karena bagi pemerintah, ada opportunity cost jika harga BBM tidak dinaikkan, pengorbanan tersebut adalah.. anggaran yang seharusnya bisa digunakan untuk lain hal, malah habis untuk menanggung subsidi. Jadi, coba kita terima saja kenaikan BBM, semoga anggaran tersebut bisa digunakan dengan baik.

5 ZakwanSite: 2013 Baru-baru ini harga BBM naik, tentu kata ‘naik’ ini adalah dari sudut pandang masyarakat pengguna. Nah, malam hari tanggal  22 Juni, sebelum...

Thursday, June 13, 2013

Membunuh Hantu

Malam Jumat, malam dianggap lebih horor dari malam-malam lainnya. Hmm, saya masih ingat betul bagaimana ketakutan saya dulu terhadap hantu. Padahal saya sendiri belum pernah melihatnya.
Soal cerita-cerita yang pernah saya ceritakan? Saya rasa itu khayalan saya sendiri.200px-Ghostbusters_logo.svg


Sekarang, saya meyakini hantu itu tidak ada. Oke, akan saya update artikel ini jika saya tiba-tiba melihatnya dan yakin itu benar-benar hantu. hehe.
Saya telah mencoba membunuh hantu! Membunuh hantu dari pikiran saya. Bagaimana caranya?


Coba pikirkan, kenapa hantu di tiap daerah berbeda-beda? Itu karena memang hantu dilahirkan dari agama, keyakinan, lingkungan dan adat, yang tentu saja berbeda-beda bagi tiap daerah dan tiap individu. Masyarakat eropa bisa takut dengan Bloody Mary, orang Indonesia? :)
Doktrin-doktrin dari agama, adat dan lingkungan kita lah yang melahirkan hantu di pikiran kita. Jadi bagaimana cara membunuhnya? Yaitu dengan cara membebaskan pikiran kita dari doktrin-doktrin itu.


Ya, sesimpel itu.


Hantu itu tidak ada jika ita tidak mempercayainya. Selama ini kamu merasa aman-aman saja berada di rumahmu. Tapi bagaimana perasaanmu ketika ada orang yang terlihat meyakinkan bagimu, menceritakan bahwa dulu di tanah berdirinya rumahmu adalah bekas kuburan? Atau pernah terjadi kasus bunuh diri/pembunuhan disana? Takut? Padahal sebelumnya kamu tidak merasakan apa-apa. Atau kamu buru-buru mengingat hal-hal aneh yang dulu dianggap sepele, dan sekarang kamu menghubung-hubungkannya dengan cerita tersebut? Begitulah hantu bekerja di pikiran kita. Bunuh dia, awali dengan tidak mempercayai mentah-mentah doktrin itu.


Hantu lahir berdekatan dengan lahirnya tuhan di pikiran setiap manusia. Setiap manusia yang mempercayai adanya tuhan, biasanya juga mempercayai adanya hantu.
Ironisnya, sebagian besar lebih takut pada hantu, daripada tuhan. Ayo ngaku? :) Dengan ketakutanmu, sama saja mengatakan hantu lebih kuat dari tuhanmu.


Jika tuhan lahir di pikiran manusia ketika manusia sendiri tak tau bagaimana bisa menjelaskan kejadian-kejadian (misteri) di alam ini (God of the gaps), hantu lahir salah satunya adalah ketika manusia yang masih hidup tak tau pasti kemana manusia pergi setelah mati. Juga ada lagi hantu-hantu yang lahir dari cerita masyarakat/kabar dari orang lain. Tentu, kelahiran hantu dari manusia-manusia ini punya tujuan. Ketika manusia lainnya takut pada cerita hantu yang diciptakannya, maka manusia yang takut itu bisa diarahkan pikirannya. Bisa dikuasai!


Dan korbannya adalah anak-anak, contoh: Awan, anak tetangga saya dulu di Jakarta, suka bermain diluar rumah sampai menjelang Maghrib. Ketika Awan tak mau diajak masuk ke rumah, ibunya mendoktrin Awan dengan cerita kolong wewe. "Awas lo main diluar maghrib-maghrib, nanti diculik kolong wewe! Masuk!". Awan pun langsung pulang, masuk kerumahnya. Alih-alih mendoktrin cerita hantu, ibu Awan bisa menjelaskan alasan lain bukan?


Korban anak-anak itu termasuk kita, ketika masih kecil dulu. Mungkin orang tua kita tidak menumbuhkan rasa takut pada hantu, tapi media telah menumbuhkannya. Manusia yang sejak kecil didoktrin cerita hantu, merasakan kesenangan  atau mendapat sensasi ketika melihat/mendengar cerita hantu di media, sampai mereka dewasa. Itulah mengapa ada wahana rumah hantu dan orang-orang yang mencari cerita hantu di timeline twitter.


Korban-korban ini juga bisa orang dewasa. Seseorang yang menceritakan pengalamannya sendiri tentang hantu, bisa mendapat kepuasan karena ‘mungkin’ dianggap pemberani. Atau kepuasan dari rasa ketika orang lain tidak pernah merasakan apa yang dirasakannya. Keuntungannya lainnya bermacam-macam, terutama bisa menghasilkan duit. Contoh ekstrim, teror hantu bisa disebarkan di sebuah perkampungan, akibatnya? Masyarakat ketakutan, ketakutan ini bisa dimanfaatkan untuk melakukan pencurian. Nah! Bahaya kan kalau pengecut?


Bunuhlah hantu, jangan biarkan generasi penerus kita menjadi generasi penakut pada hantu! :)

5 ZakwanSite: 2013 Malam Jumat, malam dianggap lebih horor dari malam-malam lainnya. Hmm, saya masih ingat betul bagaimana ketakutan saya dulu terhadap hantu. ...

Monday, June 10, 2013

Keyakinan.

Halo, salam sejahtera! Sebelum membaca artikel ini ada baiknya memulai berdoa, mungkin?


Berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Berdoa dimulai.


Ah, saya sudah jarang menulis di blog. Sulit merangkai kata-kata karena kepala saya dipenuhi pertanyaan-pertanyaan besar yang sampai sekarang saya sendiri masih mencari jawabannya. Pertanyaan-pertanyaan itu memenuhi kepala saya sehingga saya kesulitan untuk membagi pikiran saya ke lain hal. Ya, saking banyaknya pertanyaan ini saya menghabiskan waktu setiap hari, setiap malam untuk menemukan jawabannya.


Saya lahir di keluarga muslim, saya dibesarkan di daerah yang (kata orang) sangat kental dengan nuansa Islam, Aceh. Saking kentalnya kehidupan saya dengan Islam, dulu saya sensitif jika mendengar agama lain. Apapun, pokoknya agama saya yang paling benar! dan orang-orang beragama lain adalah orang jahat yang akan membuat saya masuk neraka.


Kata guru SMA saya, bersyukurlah orang-orang yang dilahirkan di keluarga Islam. Karena tak perlu melakukan pencarian (hidayah) lagi. Dilain waktu, guru saya berkata… adalah kesalahan umat agama B untuk tidak mencari kebenaran selama hidupnya karena itu mereka akan masuk neraka.


Sejak saat itu saya berpikir, jika kita harus bersyukur karena terlahir di lingkungan A. Bukankah umat agama B juga pasti pun berpikir.. harus bersyukur jika dari awal terlahir di keluarga beragama B, karena jika beragama A akan masuk neraka? Mulai saat itu, saya melakukan pencarian.


Tapi pertanyaan-pertanyaan itu bukan baru muncul waktu saya SMA. Semua berawal saat saya mulai masuk TK, saya mulai belajar mengaji dan seiring berjalannya waktu, saya masuk TPA (Taman Pendidikan AlQuran) di kampung saya, dan lumayan sering menjadi juara disana karena minat saya yang tinggu untuk mempelajari agama. Dalam ketertarikan itu, saya suka membaca kisah-kisah rasul, dari sana saya mengenal cerita Adam dan Hawa. Kemudian pertanyaan pertama muncul...


Dalam agama Islam diajarkan bahwa tuhan maha tahu, tuhan maha kuasa. Kemudian tuhan menciptakan manusia, tuhan ciptakan setan dengan sifatnya, tuhan ciptakan pohon khuldi, lalu tuhan melarang manusia memakan buahnya. Padahal tuhan maha tahu, yang artinya tuhan pasti tahu manusia akan memakannya kan? Tuhan sudah tahu semua ceritanya. Tapi tuhan menghukum manusia tinggal di bumi hanya karena memakan buah khuldi. Khuldi pun dianggap menjadi simbol pembangkangan pertama manusia. Walaupun dikatakan manusia memakan buah itu atas godaan setan yang punya sifat iri yang juga diciptakan tuhan.


Artinya memang tuhan ciptakan manusia dengan kemampuan membangkang didalamnya dan tuhan ciptakan setan yang dengan izinnya juga akan kekal hingga kiamat akan selalu menggoda manusia. Lalu salahkah manusia itu tidak beriman padanya? Mengapa tidak tuhan ciptakan saja manusia semua menyembahnya? Berarti memang tuhan yang maha penyayang mau sebagian manusia ada di neraka.


Tahun 2004, saya pindah ke Jakarta karena bencana tsunami. Bagi masyarakat Aceh, tsunami adalah cobaan dari Allah, untuk umat yang taat. Kalau saya boleh blak-blakan, menurut orang Aceh jika bencana ini diturunkan untuk wilayah lain di Indonesia, kemungkinan orang lain tidak akan kuat, karena prinsipnya “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”. Nah, saya pun mencoba bertanya pendapat orang lain, dan ternyata tak sedikit yang jujur mengatakan pendapatnya pada saya bahwa justru itu adalah azab untuk daerah yang sombong dan munafik karena mengaku sebagai serambi Mekkah tapi serakah dengan kekuasaan dan merasa paling taat. Hmm, tak ada benar dan salah bagi saya, bencana adalah bencana. Bukan disebut cobaan, ataupun azab hanya gara-gara merasa diri benar dan yang lain salah. Bukan harus dibiarkan karena yang terkena bencana berbeda keyakinan.


Sejak kepindahan saya dari Aceh, segala terasa berbeda, saya jadi merasakan adanya kemajemukan di Indonesia ini, setiap manusia di negeri berbeda-beda. Apalagi jika kita bicara manusia di seluruh muka bumi. Tiap orang memiliki kepribadian, karakter dan pemikiran masing-masing. Saya pun mulai mengenal orang-orang lain yang ternyata tidak selalu sama dengan (kepercayaan) saya. Seorang teman sekelas di SMP saya misalnya, saya menanyakan tentang kisah Adam menurut kepercayaannya. Mirip.. bedanya ada buah apel dan ular yang menggoda manusia disana. Karena kemiripan itu, akhirnya saya tertarik membaca Injil.

Bicara soal kepercayaan, ada banyak A6L5AhICAAAFr82kepercayaan di muka bumi ini, yang jumlahnya menurut saya hampir menyamai jumlah penduduk bumi saat ini. Mengapa? karena saya yakin tiap orang memiliki keyakinannya masing-masing. Contoh, di Islam.. ada muslim yang percaya tak memakai jilbab tak apa. Ada muslim percaya memakai jilbab adalah kewajiban. Nah, memakai jilbab pun ada lagi golongannya. Hijab stylish, hijab syari, yang pake hijab tapi pake jeans juga ada.

Trus ada muslim yang merayakan ulang tahun, ada yang berpendapat dalam bentuk apapaun ulang tahun haram dirayakan karena nabi tidak pernah merayakannya. Jadi, adakah Islam 100% sekarang? Sedikit. Kenapa? Ya karena tak diam-diam tak semua yang ngaku muslim setuju dengan aturan dalam Islam. Eh soal istilah ngaku Islam 100% juga aneh sih, berarti ada Islam yang 30%, 75% dsb ya? :) Contoh lain? Jika Anda Islam (terlebih jika ngaku 100%), apakah Anda setuju poligami? :) atau Anda setuju pacaran?


Nah, selain perbedaan-perbedaan itu, ada lagi perbedaan aliran-aliran di dalam Agama. Contoh lagi didalam Islam dikatakan akan terpecah menjadi 73 golongan, tetapi hanya satu golongan yang masuk surga. Kekacauan terjadi, ketika semua perbedaan itu berusaha diseragamkan. Kekacauan terjadi, ketika yang berbeda kita tolak dan olok-olok. Toh kalau memang percaya Tuhan maha tau maha kuasa, bukankah segala perbedaan itu atas izin dan kuasa Tuhan? Mengapa semua harus sama dengan keyakinanmu? Yang tak bertuhan saja tak menginginkannya, yang diinginkan hanya dunia yang nyaman tanpa kekerasan atas nama agama. Terserah agamanya apa, yang mereka inginkan hanya tak ada diskriminasi.


Muslim juga wajib meyakini 4 kitab yang turun dari Allah, yang menurut urutannya adalah Taurat, Zabur, Injil dan terakhir Al-Quran. Tapi umat Islam hanya meyakini Al-Quran sebagai kitab suci Allah yang asli, yang lainnya sudah mengalami perubahan isi oleh manusia. Kemudian pertanyaan lainnya muncul..


Darimana kita tau satu hal adalah palsu jika kita tak bisa menunjukkan yang asli? Mengapa tuhan menurunkan banyak kitab? Mengapa bisa multitafsir? Jika AlQuran adalah penyempurna, mengapa kitab dari Allah perlu penyempurnaan? Bukankah tuhan bisa saja menciptakan satu panduan yang sudah sempurna dari awal? yang juga atas maha kuasanya, kitab itu tak akan bisa diubah oleh manusia? Bukankah manusia saja bisa menciptakan buku panduan yang mudah dimengerti oleh manusia lainnya? Mengapa harus ada banyak kitab yang akhirnya malah menyebabkan perpecahan? Atau jangan-jangan setiap kitab adalah hasil dari proses ATM?


Ah sudahlah. Masih banyak lagi pertanyaan di kepala saya saat ini. Lalu apa yang saya yakini saat ini? Tidak perlu ada nama mungkin. Karena keyakinan adalah milik pribadi tiap individu. Seperti saat berdoa, kita berhak memilih tidak berdoa atau berdoa menurut kepercayaan atau keyakinan kita masing-masing. :)


Yang jelas saya menganut sebuah kepercayaan. Saya percaya hanya ada 2 jenis manusia di dunia ini. Manusia yang  baik dan manusia yang jahat. Keduanya bisa memberi arti bagi orang lain. Arti positif maupun arti negatif. Dan saya memilih untuk semaksimal mungkin memberi arti positif untuk orang banyak.


BJuPHeOCAAAwgVzBegitulah cara saya mensyukuri hidup, karena saya yakin hidup cuma sekali, terlalu sayang jika sebagian besar waktunya dibuang untuk membenci manusia lain.

Hidup ini cuma sekali, jadikan berarti, lalu mati. :) Salam Damai..

We must question the story logic of having an all-knowing all-powerful God, who creates faulty Humans, and then blames them for his own mistakes. —Eugene Wesley Roddenberry

dan oh ya, jangan takut bertanya. Iman yang buta akan menerima apa saja, tapi dengan bertanya, kamu akan mencari jawaban, dan justru mungkin akan memperkuat Iman :)

5 ZakwanSite: 2013 Halo, salam sejahtera! Sebelum membaca artikel ini ada baiknya memulai berdoa, mungkin? Berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing...

Tuesday, April 23, 2013

Mimpi Terindah

Setiap orang pernah bermimpi, bermimpi dalam keadaan bangun, atau bermimpi dalam tidur. Dari mimpi-mimpi itu, mimpi saat terbangun adalah mimpi yang paling bisa dikontrol. Mimpi ini adalah harapan, kata orang mimpi ini cuma mimpi, kecuali sampai kita beraksi mewujudkannya.
Dan mimpi terindah adalah ketika harapan itu jadi kenyataan.


Selain mimpi yang bisa kontrol itu, ada mimpi yang sulit dikontrol, mimpi waktu tidur. Walaupun.. kadang ada yang bisa kontrol mimpi tidurnya. Mimpi tidur ini ada mimpi buruk dan mimpi indah. Gimana sih mimpi buruk ataupun indah itu? buat tiap orang bisa berbeda-beda ya.
Nah, saya sendiri baru aja nemuin apa mimpi indah itu. Mimpi indah itu menurut saya waktu saya bisa berjumpa dengan orang yang paling saya rindukan. Mimpi indah itu adalah mimpi yang rasanya sangat nyata. Dan yang paling indah adalah waktu saya bisa berjumpa, merasakan kehadiran orangnya. Terasa nyata.
Buat saya, mimpi terindah itu adalah waktu bisa bertemu dengan Papa.


Setelah 8 tahun tak berjumpa langsung, Ini kali ke-empat saya berjumpa dengannya, dalam mimpi. Sialnya, dalam mimpi sampai beberapa menit setelah terbangun saya selalu dibuat percaya Papa masih ada. Sampai akhirnya saya kecewa, itu cuma mimpi. Tapi saya cukup bersyukur, setidaknya saya masih bisa berjumpa dengannya, di mimpi.


Nah, itu mimpi indah menurut saya. Kalo buat kamu, mimpi indah itu kapan? :)

5 ZakwanSite: 2013 Setiap orang pernah bermimpi, bermimpi dalam keadaan bangun, atau bermimpi dalam tidur. Dari mimpi-mimpi itu, mimpi saat terbangun adalah m...
<